Reuni (2)

Dian Nugraheni

 

Setiap pulang kampung, sebenere selalu ada saja acara reuni ini itu, cuma memang aku sama sekali nggak tertarik, maka aku nggak pernah hadir.

Kali kemaren, teman-teman SMPku rame-rame bikin acara, dan menjemput aku dan anak-anak untuk datang ke acara reuni kecil tersebut. Karena anak-anak mulai ngantuk, dan memang di situ nggak ada yang sebaya mereka, maka anak-anak aku titipkan teman untuk dipulangkan ke rumah Bibiku di mana aku menginap di kotaku tersebut.

Pas udah menjelang pulang, bubaran acara, ada satu teman yang bilang, “jangan pulang dulu, ada satu orang yang selalu bilang pengen ketemu kamu…kan sayang kalau ga bisa ketemu, kamu jauh dari Amrik..maksudku, susah kalau setiap saat pengen nemuin kamu…” Lalu teman itu, menelepon seseorang.

Okay, kami tunggu. Dan yang datang adalah si X, seorang lelaki teman SMP juga.

Lucu sekali teman-teman ini..he..he..Kami berfoto bersama. Trus teman cowok yang baru datang ini, bilang mau foto bersama tapi dia ada di sebelahku. Aku fine-fine aja. Habis itu ternyata foto dicrop, kayak tinggal aku berfoto berduaan dengan dia. Hwakakakak…yang kayak gini ini kale ya, yang akhirnya jadi bibit pertengkaran dengan pasangan, cemburu, dikira beneran foto mepet-mepet berdua gitu. Apalagi habis itu fotonya pada diupload di grup dan WA, pasti ramai mengundang para kepoers untuk cari tau. Aku sih, sekali lagi, ga grup-grupan, ga WA-an, percayalah, aku ga ngeh masalah-masalah begini. Tapi teman-teman becanda-canda, hal begini ini adalah hal biasa di antara mereka teman-temanku, dan aku ikut-ikutan ketawa ngakak-ngakak, happy juga.

Trus, pulang deh, udah malam. Teman lelakiku tuh bawa mobil, antar aku dan satu lagi teman perempuanku. Kalau menilik letak rumah, maka harusnya dia taruh aku duluan, karena rumahku dilewati duluan sebelum sampai ke rumah teman. Tapi ini enggak, dia antar temanku dulu, baru balik arah mau antar aku.

Belom-belom dia sudah ngeluh, istrinya yang keasyikan masyuk WA-an, bla..bla..bla..

Lalu, “Minum wedang ronde di alun-alun dulu yuk..?”

Aku, agak ketus dan galak (emang aku tuh kalau ngomong, keras, ketus, galak), “Udah malam, anak-anakku pasti nungguin aku, aku nggak biasa main sendiri, biasanya selalu sama mereka…”

Ya, trus dia antar ke rumah, “Boleh main aku besok..?”

Aku, “Boleh, silakan saja..”

Tapi dalam hati, aku yakin, dia “ngeper” ngeliat penampakan si Mak sekarang ini. Ya lah, kalau dibanding masa SMP dulu, kecil, tipis, cuek, berkuncir dua pita jingga. Nggak ada sisa-sisa penampakan masa lalu.

Sampai rumah, aku tidur deh, ga sempet buka FB lagi.

Aku bilang ga sempet buka FB lagi, karena aku ga ada handphone, semua komunikasi lewat messenger di FB. Besoknya pas aku buka FB, ternyata teman perempuanku yang diantar pulang oleh teman lelakiku bersama aku itu, inbox panjang lebar, menanyakan apakah aku sudah selamat sampai di rumah. Ternyata dia sangat khawatir dan nggak bisa tidur. Bahkan dia telpon teman lain, bertanya, apa dan gimana. Lalu sama teman lain, lelaki juga, dibilang, “awas lho, kamu yang ajak Dian, kamu yang tanggungjawab kalau dia diapa-apain sama si X..”

Paginya ketika kubalas inbox, dengan sepele kujawab, “halahh, aku bukan anak SMP lagi. Aku udah pengalaman nemuin berbagai macam laki-laki, dan yang model beginian, jangankan dia bisa sentuh aku, bahkan sebelum berani mengulurkan tangan, dia sudah akan aku bekuk, tak gulung, trus tak kunci. Kalau perlu, sembilan lelaki macam gini maju bareng, aku akan selesaikan dengan “sekali tebas”…

Temanku berkata, “Syukurlah Diaaan…aku khawatir…bla..bla..bla..

Hei..!! Apa iya pergaulan di Indonesia akan selalu dengan mudah berakhir dengan seperti itu..? Roman-roman kilat bla..bla..bla..?

For me, myself, noway…nehik babuchi…
Lebih baik kita duduk, ngobrol, sambil ngopi…dari pagi sampai pagi lagi pun, aku akan jabani….

Terimakasih teman-teman semua, see U all next time ya…

(Yang ini bukan cerpen)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

2 Comments to "Reuni (2)"

  1. Lani  11 October, 2017 at 10:10

    Dian: ini aku copy paste alinea dr tulisanmu yg bkn aku ngakak sampai njengking………..wahahahah…………….

    “Paginya ketika kubalas inbox, dengan sepele kujawab, “halahh, aku bukan anak SMP lagi. Aku udah pengalaman nemuin berbagai macam laki-laki, dan yang model beginian, jangankan dia bisa sentuh aku, bahkan sebelum berani mengulurkan tangan, dia sudah akan aku bekuk, tak gulung, trus tak kunci. Kalau perlu, sembilan lelaki macam gini maju bareng, aku akan selesaikan dengan “sekali tebas”…”

  2. James  11 October, 2017 at 04:52

    Reunion asyik

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *