Rindu Kunden, Eyang

R. Wydha

 

Salam manis dari rumah Zahira…hihihihihi maaf udah lama saya tidak corat coret pena. Iya terakhir tahun 2012 nah sekarang tahun 2017 hahahahaha .. sangat merindukan pena ini. Kali ini saya mau berbagi cerita waktu mudik bulan April lalu. Tepatnya tanggal 28 April sampai dengan 01 Mei 2017. Mudik ke Blora Jawa Tengah.

Sudah tiga tahun tidak pulang ke rumah Blora. Terakhir pulang ke Blora tahun 2014. Suasananya sudah berbeda. Dulu masih ramai dengan suara bawelnya Eyang uti. Karena beliau sangat menyayangi putra putri dan cucunya. Maklum juga beliau sudah sepuh, usianya 82 tahun. Jika ada sesuatu yang gak sesuai keinginannya, beliau selalu protes dan bawel hihihihi… begitu juga jika ada salah ucap dan sikap dari kami sebagai cucunya, beliau langsung menasehati dengan tegas.

(Alm. Eyangkakung dan Alm. Eyanguti)

Rindu akan suara itu Eyang. Karena tanggal 02 Agustus 2017 Eyang uti meninggal dunia, dikarenakan sakit. Semenjak eyanguti meninggal rumah kunden jadi sepi. Hanya ada bulek, suami dan dua anaknya. Tanggal 27 April 2017 pagi saya mengajukan surat ijin ke pimpinan untuk ijin pulang kerumah Blora sampai dengan tanggal 01 Mei 2017. Alhamdulillah di ACC

Malam pukul 19.00 pulang dari kantor saya dan keluarga (bapak, ibu, anak, suami, dan paman) berangkat ke Blora. Perjalanan cukup lancer dari Probolinggo ke Surabaya. Akan tetapi, waktu sampai di Surabaya lewat jalan tol Manyar kami salah jalan, harusnya belok kiri lha malah terus aja lurus jurusan ke Madura hahahahaha (karena sangking lamanya tidak pulang ke Blora dan bapak sebagai penunjuk jalan sedikit-sedikit masih hafal jalannya eh malah ketiduran) hahahahaha. Ibu panik dan marah-marah. Tapi saya tetap saja tenang dan langsung telefon saudara yang di Gresik.

“Selamat malam om, maaf mengganggu sebentar hihihihih.. om maaf ajeng salah jalan ini om, mau pulang ke Blora.nyampe jalan tol Manyar, harusnya belok kiri eh ini lurus, ada jalan alternatif lain gak om? Arah ke Gresik?”.

“Lowalah kok bisa? Gini nanti kalau ada perempatan lampu merah ada belok ke kiri tapi itu tidak lewat Cepu lho ya lewat jalan pantura. Lewat Rembang,” jelas om berusaha menenangkan.

“Iya om, makasi ya om infonya. Ini gegara bapak ketiduran, jadi suami ngebut lurus.” (tutup percakapan di handphone).

Tidak lama kemudian di depan ada perempatan lampu merah dan suami langsung belok kiri. Alhamdulillah akhirnya lancer juga perjalanan sampai ke Blora. Suara adzan subuh berkumandang, kami berhenti sejenak untuk mandi dan shalat subuh di masjid daerah Rembang.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Blora. Kurang lebih tujuh belas kilometer. Taraaaa…. Kami sudah sampai depan rumah eyanguti. Tepat pukul setengah enam pagi.

“Assalamualaikum, bulik ….” Sapaku…(ketuk pintu rumah)

“Walaikumsalam, walah nok udah datang toh, ayo masuk masuk, weeee Zahira sudah besar yaaa cantiknya… “

Sudah tidak sabar, setelah makan pagi alias sarapan hahahaha kami melanjutkan jalan-jalan ke pasar tradisional kunden Blora. Makanan khas Blora yang kami gemari, sate ayam nasi pincuk pak Yitno, Mie Kolonel dan Mie SingKek. Tidak lupa juga lho ngeborong tempe hahahah, karena tempe Blora beda sama tempe Probolinggo. Bedanya dibungkus sama daun pohon jati.

Tidak jauh pula jarak pasar tradisional Kunden Blora dengan rumah penulis terkenal. Penulis kesayangan saya. Pramoedya Ananta Toer dan Soesilo Toer. Saya ditemani bulek dan bapak sowan ke rumah beliau. Alhamdulillah, akhirnya saya bertemu dengan bapak Soesilo Toer. Waaahhhh kayak mimpiiiii hahahaha…

(ruang tamu rumah bapak Soesilo Toer adik kandung Pramoedya Ananta Toer)

Pertemuan yang sangat singkat namun mengesankan. Beliau bercerita tentang Bapak Pramoedya Ananta Toer semenjak masih hidup. Perjuangan dikala beliau menulis, ditangkap dipenjara di masa penjajahan Belanda dan Jepang dulu. Tapi karya beliau sangatlah bagus. Satu kata mutiara dari beliau sampaikan kepada saya sebelum pulang, “Nak ingat yaa… hidup harus berani. Jika salah ya harus berani bertanggungjawab dan memperbaiki. Jika kau sudah benar, ya harus berani juga memrtahankan kebenaran itu”.

Waktu berlibur sudah habis. Tidak terasa sudah tanggal 01 Mei hahahha waktunya kembali pulang ke Probolinggo dan beraktifitas kembali dikantor bersama laporan2 yang sudah menunggu hahahaha…..

 

Terimakasih Kunden .. Terimakasih Bapak Soesilo Toer atas waktunya…..

Salam manis Jeje Wydhar

 

 

6 Comments to "Rindu Kunden, Eyang"

  1. rahajeng w  11 October, 2017 at 15:18

    salam manis kembali pak Sumonggo

    dan trimakasih pak James….

  2. rahajeng w  11 October, 2017 at 15:01

    hallooooooo Pak Dj, haloooooo kang anoew…….

    weeee lama juga kang anoew gak ada kabar? masih di solo kah?

    Haturnuhun Pak Dj ,,, Iyaaaa Alhamdulillah bisa ketemu beliau,, waktu yang singkat tapi mengesankan…
    huhuuhuhuuh…..

  3. Sumonggo  11 October, 2017 at 10:30

    Salam manis juga, Jeje …

  4. James  11 October, 2017 at 04:47

    Hair tunggu para Kenthirs

  5. anoew  11 October, 2017 at 01:22

    Ah Jeje, lama banget ilangnya. Kangen. Kangen rumah Blora.

  6. Dj. 813  10 October, 2017 at 23:27

    Hallo Ajeng . . .
    Akhirnya muncul juga oret-oretan Ajeng . . .
    Hebat Euy . . .
    Biisa bertemu dengan penulis besar, Bpk. Sooesilo Toer , adik kandung Pramoedya Ananta Toer . . . Salute . . . ! ! !
    Ditunggu cerita yang akan datang . . .
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *