Gua Cilayang – Masih Tersembunyi dan Asri

Hassan Maulana

 

Kabupaten Serang memang banyak memiliki tempat destinasi wisata, namun belum semua tempat wisata yang ada di Kabupaten tersebut diketahui banyak wisatawan dan ini menjadikan keberuntungan bagi alam, mengingat semakin sedikit orang mengetahui tempat wisata semakin terjaga pula keindahannya dan terutama masalah sampah yang bagian tak terpisahkan dari wisata. Bukan perkara mudah dalam mengatasi masalah sampah bila kesadaran wisatawan sendiri belum maksimal.

Seperti halnya di Gua Cilayang yang berada di Desa Cilayang Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang ini masih amat sangat perawan dan jarang sekali orang mengetahui bahwa di Desa Cilayang terdapat gua alam. Saya ketika berkunjung ke sana bersama rombongan tim observasi SMA Negeri 1 Kragilan dan SMP Negeri 2 Kragilan mendapati kondisi sekitar gua sangat rimbun oleh pepohonan dan akses ke sana pun melalui jalur perkebunan warga. Namun bukan berarti tempat ini masih rimba ya karena penjaga Gua Cilayang sangat menjaga kebersihan baik di sekitar mulut gua maupun akses ke dalamnya.

Ketika kami berkunjung waktu sore hari sekira jam 4 membuat kami mengurungkan niat untuk menjelajahi perut gua karena faktor keselamatan tim yang saat itu tidak membawa peralatan safety, bisa saja sih memasuki Gua Cilayang tanpa peralatan khusus namun mengingat peserta observasi masih di bawah umur membuat saya harus berpikir 2 kali untuk melakukannya.

Oh iya Kampung ini juga lebih familiar disebut Cilayang Guha oleh warga sekitar dan akses menuju Gua Cilayang  bisa ditempuh dari Jalan Sentul-Nyapah maupun dari Jalan Cikeusal-Mongpok. Dan bila kalian dari Rangkas bisa ambil arah Warung Gunung-Petir maupun Pamarayan.

Saya dan tim mendapatkan banyak informasi dari penjaga Gua Cilayang atau istilah kekiniannya Juru Kunci alias kuncen, kok kalau disebut kuncen malah berbau mistis ya hihi. Jadi memang Gua Cilayang terkenal mistis oleh warga sekitarnya dan menurut penuturan Ibu Jayunah si juru kunci Gua Cilayang yang umurnya hampir 60an mengatakan ada saja orang yang datang ke Gua Cilayang dengan tujuannya masing-masing, seperti bersemedi dan ritual lainnya. Terlepas dari hal-hal mistis tersebut yang pasti kondisi Gua Cilayang masih terjaga dan berkat Ibu Jayunah juga beliau tidak kenal lelah menjaga kebersihan serta merawat keindahan sekitar Gua Cilayang.

Banyak sekali kelelawar di dalam gua tersebut dan bahkan mendominasi Gua Cilayang, ada juga biawak yang menurut peserta observasi yang melihatnya berukuran besar dan berwarna agak putih, menurut kesimpulan saya warna tersebut diakibatkan kurangnya paparan sinar matahari. Ini saya sampaikan agar mereka tidak mengkaitkan hal tersebut dengan hal-hal berbau mistis.

Di sekitaran mulut Gua Cilayang terdapat dua sumur yang biasa digunakan untuk berbagai keperluan. Saya mencoba mencuci tangan dengan gayung yang disediakan oleh ibu Jayunah yang saat itu saya pikir airnya pasti bau kotoran kelelawar, namun di luar dugaan ternyata cukup segar/dingin dan tidak berbau tapi nggak ada manis-manisnya ehhh kok kaya iklan hehe…

Jadi buat kalian yang saat ini sedang berkunjung ke Kabupaten Serang tidak ada ruginya melihat keindahan Gua Cilayang dari dekat dan bila perlu menyusuri sampai ke perut gua sekalian rasanya akan terbayar dengan perjalanan yang tidak jauh dari akses Tol Ciujung. Dan pastikan juga kelengkapan seperti senter kepala, dan safety lainnya juga ya.

 

 

3 Comments to "Gua Cilayang – Masih Tersembunyi dan Asri"

  1. Hasan  19 October, 2017 at 14:41

    Alvina VB, berasa kaya ngomongin kuburan gitu ya haha

    James, sekarang pantai carita dah di kavling haha bukan milik umum lagi jadi berasa gimana gitu padahal kan pantai ya, saya mendamba pantai yg ada di Banten seperti di Bali yang siapa pun boleh masuk tanpa retribusi ehh bukannya rugi sih cuma biar milik umum aja gitu.

  2. Alvina VB  19 October, 2017 at 03:41

    Kl ngomong ttg gua kesannya angker euy….he..he….
    James, Pantai Carita saat ini dah banyak resort dan gak seasri jadul.

  3. James  17 October, 2017 at 08:10

    Kabupaten Serang, teringat sekitar tahun 70 an pernah mengunjungi dan mengingat Pantai Carita yang masih asri bersih dari tangan-tangan jail yang tidak bertanggung jawab

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *