Walk Around Putrajaya (3) – Habis

Putri Ariffani

 

Artikel sebelumnya:

Walk Around Putrajaya (1)

Walk Around Putrajaya (2)

 

Bangunannya sungguh  cantik, selesai sholat saya berkeliling, menikmati bangunan, petugas di sana akan mengarahkan pengunjung yang ingin berkeliling, bisa masuk ke dalam masjid tapi tidak melewati batas yang ditentukan, tentu saja takut menganggu mereka yang beribadah.

Figure 15 Dataran Putra

Figure 16 Perdana Putra

Figure 17 Lebih Dekat ya

Kalau keasyikan jalan memang suka lupa waktu ya, waktu itu sudah pukul 4 sore, di sana masih berasa siang, tapi buat saya sudah berasa sore sekali, takut gelap dan saya memutuskan untuk segera pulang, rencananya  saya naik bis, sebelumnya saya sudah bertanya dengan petugas kebersihan di masjid kebetulan si Ibu orang Indonesia yang bekerja di masjid, jadi kendala bahasa tidak terlalu masalah, saya diarahkan untuk naik bis, harganya cukup 50sen, karena si ibu juga tidak tahu harus naek bis apa, saya disuruh naik sampai Putrajaya Sentral, saat di luar halaman masjid, saya sempat bertanya ke beberapa penduduk dimana halte bus terdekat, yang ternyata mereka sendiri bingung karena beda bahasa, akhirnya saya bilang, “speak English?” Ehh… mereka juga gak bisa… setengah jam saya sempat merenung, apa ya yang salah?! Aha!!! Ternyata harusnya saya bilang “BAS” bukan “BIS” ataupun “BUS” hahahahhahaa….

Dan saat saya bertanya kembali ke 1 orang, dia memberitahu saya jalannya, dan akhirnya saya menemukan halte bisnya, dan setelah menunggu 15 menit, bis tujuan Putrajaya Sentral datang, beruntungnya Pak Supirnya baik sekali memberi tahu saya , bis apa yang haru saya naiki untuk kembali ke hotel. Bahkan kami juga bercakap-cakap. Tiap kali naik bis di Putrajaya cukup 50sen dan sudah bisa memutari beberapa daerah Putrajaya tergantung dari nomer bisnya.

Dan untuk kembali ke hotel, saya harus naik bis LO-4,   eh, , di bis ini saya bayar gratis, karena ada 1 penumpang yang bayar dengan uang 1RM, dan tidak ada kembalinya, jadi dia kasi ke saya tiketnya. Terimakasih sekali lagi untuk kakak yang baik hati.

Perjalanan saya di Putrajaya yang hanya beberapa jam memang tidak memuaskan buat saya, karena masih banyak yang ingin saya kunjungi. Tapi toh hal ini sudah cukup buat saya yang sekalinya jalan sendiri ke luar Indonesia. Dan jujur saya jatuh cinta dengan Putrajaya, waktu saya kecil saat melihat ayah saya yang sedang menggambar desain suatu bangunan, saya selalu berpikir, suatu saat saya ingin melihat suatu kota atau daerah yang desainnya tertata  dengan apik dan rapi, semua hal yang berhubungan dengan kemsyarakatan berada di tengah-tengah dan kemudian hunian ada di sekelilingnya, dan yang saya lihat Putrajaya mewakili impian saya ini.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *