Bali (4)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. dan semoga belum menjadi bosan. Seperti janji Dj. maka kali ini Dj. akan cerita, dimana kami harus bangun pagi, karena jam 3 akan berangkat menuju ke arah utara, yaitu ke pantai Lovina di Singaraja, dimana kami ingin melihat ikan lumba-lumba.

Hal ini, kami semangati, karena Eva dan Susi belum pernah melihat ikan lumba-lumba secara langsung. Nah ya, hal inipun tidak bisa dijanjikan 100% kalau kami pasti akan melihat ikan lumba-lumba, jadi ya untung-untungan.

Tapi dengan semangat dan yakin, maka pak Budi sopir mobil yang kami sewa mobilnya, jam 3 pagi sudah nunggu didepan Hotel. Kami menelusuri kegelapan, namun kata pak Budi, ini lebih nyaman, karena belum / tidak ada macet, jadi jalan ke utara, lancar.

Sesampainya di sana, di jalanan…kami sudah dihadang oleh beberapa pemilik boat yang menawarkan jasa untuk melihat ikan Lumba-lumba. Namun pak Budi sudah janjian dengan orang tertentu sebelumnya, jadi kami langsung menuju ke tempat yang sudah dijanjikan. Setelah sampai, walau masih gelap, kami bayar harga boat dan kemudian masih sempat masuk warung agar Susi dan Eva masih bisa minum kopi dulu.

Setelah waktunya, maka kami dipersilahkan untuk naik ke boat dan menuju sedikit ketengah laut, walau masih gelap gulita.

Perlahan, sinar matahari mulai kelihatan dan kamipun belum bisa lihat apa-apa (ikan lumba-lumba)…

Mataharipun terbit, tapi masih sepi dan lautan masih tenang, jadi cukup nyaman, sambil menikmati angin laut yang menerpa wajah kami…Sopir boat, masih dengan sabar melajukan boatnya, jauh ke tengah, lalu ke pinggir lagi…ke tengah lagi…putar balik ke kanan dan ke kiri. Hingga akhirnya kami melihat begitu banyaknya, boats yang berseliweran ke kiri dan ke kanan.

Semua boat membawa Tourists yang ingin melihat ikan Lumba-lumba…jadi saat itu kami hanya menimati angin laut dan gelombamng ombak yang diakibatkan oleh boat, karena memang tidak dijanjikan 100% pasti ada ikan lumba-lumba yang bisa dilihat.

Entah sudah 1 jam lebih dan akhirnya ada boat yang melaju dengan cepat dan semua boat mengikutinya. Rupanya si sopir boat telah melihat sesuatu…Bingo…!!! Benar akhirnya, entah berapa puluh boats berkumpul dan ternyata memang ada banyak ikan lumba-lumba yang sedang berloncatan. Perasaan puas dan memang beda kalau melihat di film atau di foto.

Entah berapa puluh kali, mereka muncul dan tenggelam, kemudian muncul lagi…tenggelam lagi…Sulit di tebak dimana mereka akan meloncat lagi dan dimana mereka meloncat, maka semua boat segera menuju ke sana. Kadang sedikit jauh dari boat yang kami sewa, tapi kadang mereka muncul tepat di samping boat kami. Jadi ini acara kejar-kejaran dengan boat-boat yang lain, jadi seru juga sih…Hahahahahahahahaha…!!!

Satu pengalaman yang luar biasa, bahkan Dj. rasa lain dengan yang pernah Dj. alami saat mancing di Ambon dulu.
Kali ini, kami mengejar mereka, semua boats saling kasih tahu, dimana mereka muncul. Saat di Ambon, mereka berenang di sebelah boat yang Dj. sewa untuk mencing ikan tuna dan sangat buanyak, tanpa harus dicari.

Setelah sekitar 2 jam, maka Dj. tanya ke Susi dan Eva, apakah sudah puas dan mereka jawab ya, olehnya Dj.
kasih tahu sopir boat agar kita kembali ke pantai, karena kita masih akan melanjutkan perjalanan lagi. Kami meninggalkan pantai dan mencari Restaurant yang baik untuk sarapan dan kemudian kami melanjutkan
perjalanan ke toko kerajinan “KRISNA “ yang terbesar di Bali, adanya di Singaraja (kata pak Budi).

Sebenarnya tidak ada yang aneh, karena kami sudah sering ke toko KRISNA yang ada di Kuta. Tapi saat itu mata Dj. melihat lukisan yang menurut Dj. sangat indah dan Dj. tahu pasti sangat mahal. Dj. beranikan bertanya akan harganya (karena untuk lukisan cat minyak, pasti mahal dan dijawab oleh penjaganya…dua jutaan…Dj. tawar 1,5 jt tapi dia tidak kasih.

Karena sangat tertarik, maka akhirnya Dj. ngalah dan Dj. beli juga…Namun apa yang terjadi saat Dj. akan bayar di Kasir…? Dj. ditagih harga Rp. 3 jt…. Ya jelas Dj. jelaskan, kata penjaganya hanya 2 jt. Tapi si penjaganya, saat akan ditanya, dia sudah tidak ada lagi di toko. Akirnya Dj. minta bicara ke Managernya, tapi diapun tidak kasih, dengan alasan itu untungnya tidak seberapa.

Nah ya, karena sudah terlanjur suka, maka Dj. beli juga dengan harga Rp. 3 jt. karena Dj. pikir masih cukup murah.
Lukisan hitam putih tapi dengan cat minyak, dimana setiap detail sangatlah jelas kelihatan.Ini lukisan 2 mtr X 1,7 mtr, jadi cukup besar.

Saat dari Jakarta akan terbang ke Frankfurt, ini lukisan malah ketinggalan di rumah adik. Memang mungkin tidak boleh dibawa ke Mainz…Hahahahahahahahaha…!!!

Siang itu kami meneruskan perjalanan ke Danau Bedugul.Di danau sudah sangat rame dan agar kami nantinya sedikit relax untuk jalan – jalan, maka Dj sarankan ke pak Budi untuk cari makan siang terlebih dahulu. Kamipun istirahat untuk makan siang, tapi itu Restaurant yang cukup besar juga sangat rame (memang saatnya jam makan)
Dan setelah makan dan membeli karcis masuk, maka…inilah temple yang ada di danau Bedugul…(sangat indah bukan…???)

Eva benar-benar sangat Happy, telah menyaksikan itu temple di danau, seperti yang dia lihat di Post Card (katanya)
Setelah puas, maka kamipun melanjutkan perjalanan kami dan pak Budi menawarkan, untuk ke Tanah Lot. Kamipun ke sana, walau sudah sore, tapi katanya, justru banyak orang yang sengaja datang sore hari ke sana, untuk
menyaksikan matahari tenggelam.

Maka kamipun sampai di Tanah Lot dan sedikit agak kaget, karena tidak seperti yang Dj. bayangkan (inikah tanah Lot?)

Ternyata benar ini Tanah Lot, hanya kami masuk dari pintu yang lain, jadi yang kami lihat pertama adalah Batu Bolong. Dan setelah dijelaskan oleh pak Budi, maka kami sedikit berjalan ke Tanah Lot yang kami kenal.

Eva pun ingin masuk ke dalam Goa, yang entah apa isinya, namun harus antri.

Kami tunggu di luar dan tidak lama diapun keluar lagi, dia bilang…terlalu gelap di dalamnya!!! takut kepleset….
Hanya sempat di dahinya ditempel beras…. Hahahahahahahahaha…!!! Akhirnya kami kembali di dekat Batu Bolong untuk menyaksikan matahari Terbenam. Yang aneh, saat jalan ke sana, Eva di tawari untuk foto bersama ular yang cukup besar dan dia malah tidak menolak.

Susipun jadi penasaran dan ikutan pegang ular…

Kamipun puas meninggalkan Tanah Lot, setelah menikmati Matahari terbenam dengan panorama batu bolong…
Kalau diambil di bawah, dekat batu bolong, Dj. yakin pasti semakin indah…

Kamipun pulang ke Hotel dengan rasa puas dan sangat bersyukur untuk hari itu. Puji TUHAN…!!! Karena anugerahNya yang begitu besar.

Minggu Depan, masih di Bali dengan perjalanan ke Temple Besakih, tapi sebelumnya, Eva ingin potret dengan pakaian adat Bali…Karena saat dia umur 7 tahun (37 tahun yang lalu), dia juga pernah foto di Bali dengan pakaian adat Bali.

Lalu saat ini seperti apa, kalau pakai pakaian adat Bali…??? Sabar ya…minggu depan akan lebih banyak Dj. ceritakan. Terimakasih untuk perhatian anda semua…Mohon maaf bila banyak kekurangan dalam menceritakan atau banyak salah tulis juga….

Terimakasih untuk kebaikan pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Semoga anda semuanya sehat selalu.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

18 Comments to "Bali (4)"

  1. Dj. 813  7 November, 2017 at 12:45

    Hallo Arifani…
    Terimakasih sdh mampir….
    Benar sekali… keindahan alam di Batu nolong memeng nenakjubkan.
    Salam manis dari Mainz…

  2. ariffani  5 November, 2017 at 22:04

    bagian tidak terlupa di batu bolong adalah saat matahari menjelang turun, tak lama kemudian burung-burung keluar dan terbang, sungguh itu indah sekali. tadinya saaya g ngerti kenapa sore hari begini banyak orang duduk di pinggir tebing. ternyata menunggu atraksi ini. bahkan ada yang sampai pakai drone pula.

  3. Dj. 813  20 October, 2017 at 22:34

    Hallo Alvina . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Okay, sampai minggu depan ya .
    Salam manis dari Mainz .

  4. Dj. 813  20 October, 2017 at 22:33

    Hallo yu lani . . .
    Mahalo yu . . .
    Benar sekali, Dj. sudah sering lihat .
    Dulu sebelum ke Jerman sering ikut Mancing di Ambon
    Juga setelah di Jerman juga pernah liburan dan ikutan mancing di laut .
    Banyak Dolpine yang berloncatan disamping perahu yang kami sewa .
    Sungguh satu perasaan yang lain, kalau dibanding yang lihat di film atau TV .
    Salam manis dari Mainz .

  5. Alvina VB  19 October, 2017 at 03:38

    Liat Lumba2 sangat menyenangkan ya….Ditunggu fotonya Eva dgn Balinese costume.

  6. Lani  18 October, 2017 at 08:02

    Mas DJ: tentang melihat Lumba-lumba di Hawaii ada tour mungkin setiap hari “berenang dgn Lumba-lumba”

    Ketika ikut tour dinner cruise ikan Lumba-lumba tanpa diundang malah mereka berenang disisi kiri dan kanan kapal, mereka sptnya mengajak balapan

    Kadang mereka memamerkan keahliannya dgn melakukan akrobatik meloncat memutar diudara dan terjun kembali kelaut jd kami nonton show dilautan bebas bukan di aquarium

    James: aku mampir di Bali seminggu 9 bulan yl

  7. Dj. 813  17 October, 2017 at 22:48

    Terimakasih untuk semua jempolnya .

  8. Dj. 813  17 October, 2017 at 22:47

    Andik 17 October, 2017 at 19:41

    Mantabb pakde.. itu saat di bali ya…ada lumba2nya juga ada ular yg dipegang putrinya pakde…bagus suasana foto2 di kamera hpnya pakdeku

    —————————————-

    Hallo Cak Fandi . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Semua harus diabadikan untuk kenang-kenangan anak – cucu .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam Sejahtera dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *