Rejeki Turunan

Wesiati Setyaningsih

 

Sesiangan tadi saya nganter Izza ke dokter kulit. Lipatan lututnya gatel-gatel sampai menghitam. Setelah ngantri satu jam, masuklah kami ke ruang dokter kulit yang terkenal ini.

Nggak rugi nunggu lama karena dokternya lucu pula informatif. Sebelum bilang kalo Izza kena eksim dia nanya dulu siapa yang punya keturunan asma. Sampai situ saya sudah ngerasa sayalah pembawa penyakit ini buat Izza. Eyang kakung (bapaknya ibu saya) yang bahkan tak pernah saya kenal karena meninggal waktu ibu saya masih kecil, mengidap asma dan eksim.

Ibu saya asma, Kakaknya eksim. Saya nggak asma tapi eksim. Sekarang Izza ngambil satu paket. Asma juga, eksim iya.

Saya nanya, penyebabnya apa? Katanya karena keringatan. Memang sejak bayi dia nggak bisa keringatan. Begitu keringatan, punggungnya gatal dan jelas rewel habis. Jadi, hindari keringatan, kata dokter. Kebayang langsung Semarang yang panas. Nggak keringatan gimana caranya? Belum lagi seragam sekarang kudu rok panjang.

Jaman saya dulu, rok seragam masih selutut. Jaman ibu saya malah sepaha. Sekarang yang masih pake rok selutut cuma sekolah swasta non Islam. Masak saya mesti protes ke menteri pendidikan buar seragam dibalikin pendek lagi. Iman lebih penting daripada imron eh lutut. Emang dia pikirin kalo ada anak yang lipatan lututnya gatel-gatel karena sumuk? Anak sekolah kelelahan aja dia nggak peduli.

Jadi saya pikir, ah sudahlah. Penyakit seperti ini anggap aja rejeki turun temurun. Kita nggak pernah minta tapi juga nggak bisa nolak. Yah, mirip Ahok lah. Dia nggak minta jadi Cina, eh tau-tu dia lahir di negara yang orang benci sama Cina. Jadi saya senasib ma dia. Halah.

 

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian "kesasar" menjadi guru. Mencoba mendobrak "pakem baku" proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya. Sering dianggap "off-track" bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

5 Comments to "Rejeki Turunan"

  1. James  19 October, 2017 at 08:00

    oh mbak Lani kabarnya ok saja lah, mulai spring bunga bermunculan tetapi udara pagi masih cukup dingin, siang sih ok saja, suhu sekitar 10 – 27 C

  2. Alvina VB  19 October, 2017 at 03:36

    James, absen dulu nich….
    Wes, begitulah kl keturanan/ dah ada di gen/ DNAnya, kudu diterima dgn tabah.

  3. Lani  18 October, 2017 at 08:35

    Wesi: waduh menurunkan penyakit……..ya bukan salah dirimu krn kamu jg mendptkan dr pihak orang tua, atau diatasnya

  4. Lani  18 October, 2017 at 08:34

    James: keturunan kenthir yg di Kona baru mencungul………gimana kabarnya?

  5. James  17 October, 2017 at 15:35

    ha ha ha memang kenyataan nya semua penyakit itu dari turunan atau biasa disebut genetic juga

    pada kemana turunan para Kenthirs nih ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *