Ternak (Nganter Anak)

Didik Winarko

 

Kesibukan pagi para orang tua dalam prosesi TERNAK (nganter anak) memang sudah menjadi pemandangan yang lazim terjadi di Indonesia –setidaknya di lingkungan kompleks tempat tinggalku- dimana orang tua masih banyak yang khawatir untuk menitipkan putra-putrinya dengan angkutan umum sekelas Angkot atau kendaraan yang lain.

Sebelum dilanjut, jangan di-compare hal ini dengan negara-negara maju seperti Jepang misalnya, yang teknologinya sudah sampai level GPS System yang terpasang di tas sekolah putra putri kecil mereka dan orang tua cukup memantau dari dalam rumah atas keberadaan putra-putrinya.

Atau negara lain yang benar-benar sudah mengelola armada school bus-nya dengan sangat baik dan bisa dipercaya para orang tua untuk mengantar pulang dan pergi putra putrinya dengan tenang.

Ya, mudah-mudahan negeri gemah ripah loh jinawi ini juga akan segera menjadi negeri yang nyaman untuk seluruh warganya including anak sekolah dan orang tuanya… Amin…

Aku sendiri termasuk pelaku ternak aktif saat pagi datang, karena harus bagi-bagi tugas sama anak mertua aka ibunya anak-anak. Dia yang koprol kayang di dapur setiap pagi menyiapkan sarapan dan bekal makan siang buat seluruh penduduk rumah, sementara aku bertugas mengemban tugas kenegaraan ternak ini.. Dan si mantan pacar ini kebagian tugas di sesi penjemputannya..

Dan sesuai kondisi cuaca dan juga level kemacetan, aku kadang didaulat menjadi supir kece, kadang juga jadi mamang tukang ojek nan ganteng.. Uhuk!

Buatku, setiap jengkal prosesi ternak ini senantiasa kunikmati lebih dari sekedar rutinitas harian di setiap pagi. Entahlah, berlebihan atau tidak tapi aku menikmati dan memaknai rutinitas ternak ini sebagai sebuah prosesi mengantar anak-anak sampai gerbang masa depan yang bernama gerbang sekolah.

Kebetulan kedua anakku beda lokasi sekolah dan juga jam masuknya, sehingga agak susah kalau mau  sekali merengkuh dayung, dua tiga anak terangkut.. halah!..

Pertama antar si sulung yang eS eM a dulu, ngepot kanan-ngepot kiri karena jarak sekolahnya yang lumayan jauh plus tambahan bonus free spot macetnya pula, jadi harus digoyang sampai asoy geboy biar gak telat.

Setibanya di TKP, biasanya aku menunggu sekian menit dulu sebelum balik kanan grak, setidaknya sampai ia bertemu dan bersalaman dengan guru piket yang rutin menyambut di depan untuk selanjutnya hilang berbaur dengan teman-temannya di balik gerbang sekolah.

Sampai di rumah, langsung start mengantar si bungsu yang masih eSDe, agak nyantai secara jarak sekolahnya yang masih relatif dekat dan nyaris tak pernah ada bonus macet.

Di TKP sekolah si bungsu aku hanya antar sampai depan pintu gerbang utama dan baru balik kanan setelah dia hilang di balik pintu kelasnya.

Sedikit special ketika mengantar si bungsu karena rata-rata ibu yang nganter masih sedap dipandang mata, secara anaknya masih SD jadi masih masuk kategori “Mahmud” aka mamah muda. Apalagi masih pagi, baru pada mandi dan masih fresh… Hahahaha…

Dah ah, cuma gitu aja sih..

Salam hangat penuh kemesraan (halagh!) untuk para orang tua, ayah-ibu aktifis ternak di seluruh jagad raya. Semoga kita selalu dalam bahagia mengantar putra-putri kita ke gerbang masa depannya.

 

 

About Didik Winarko

Asal Purworejo – Jawa Tengah, yang saat ini menetap di Tangerang, Banten. Cukup lama saya menjadi penikmat “pasif” di Balytra. Artikel-artikel dan tulisan-tulisannya membuat saya tak pernah bosan kembali dan kembali lagi ke sini. Belakangan saya coba "pensiun" jadi silent reader dan coba menulis.

Arsip Artikel

14 Comments to "Ternak (Nganter Anak)"

  1. Didik Winarko  20 October, 2017 at 17:39

    @pak Sumonggo
    Boros pak, online terus..
    Ojek pribadi aja lah, ngirit pak..
    tukang ojeknya sekalian cuci mata tiap pagi.. liat yang bening-bening..
    hahahaa..

  2. Didik Winarko  20 October, 2017 at 17:38

    @James
    Demikianlah.. prosesi ternak ini cuma salah satu “main job” sebagai orang tua mengawal anak-anak…

    Wealah,, lha kalau para Kenthirs yo tentu saja perlu diantar..
    lha nek gak dianter nanti bisa nyopot kathok sebelum sampai tujuan..
    hahahahaa..

  3. Didik Winarko  20 October, 2017 at 17:35

    Wealah…!
    itu ilustrasinya jian marai ngakak koprol yak!
    sekali narik gas, delapan sembilan bocah terangkut..!
    Wakakakakkkk…

    Tengkiyu mas JC udah menayangkan oret-oret iseng bin ngawur ini..
    semoga bisa menjadi sedikiiiiiiiittt inspirasi buat yang mbaca ..

  4. Alvina VB  20 October, 2017 at 11:33

    Lah itu yg saya juga denger James, ngilani kan….org tua mana yg gak takut. Apalagi sekarang Jakarta balik lagi ke tangan para preman dan koruptor lagi, lah tambah gak aman dech….

  5. Swan Liong Be  19 October, 2017 at 14:51

    iya bener, aku juga pernah dengar, tapi itu kan anak² kecil yang masih SD, itu aku setuju kalo masih dianter; tapi anak yang sudah SMA kan tidak diculik lagi (atau masih juga diculik?) merekapun banyak yang masih dianter. banyak yang naik motor sliweran, tapi kalo kesekolah dianter, malah ada yang dianter ortu kalo mau kekawan pada sore hari.

  6. James  19 October, 2017 at 07:57

    Ortu sekarang mengantar anaknya sekolah dikarenakan beberapa waktu lalu banyak terjadinya atau trend Penculikan Anak di Indonesia untuk Penjualan Organ Tubuhnya

  7. Alvina VB  19 October, 2017 at 03:33

    Oom SLB, sekarang di Jakarta banyak kejahatan thd anak, gak spt duluuuuuu aman2 aja di jalan. Angkot/public transportation di Jakarta gak seaman duluuuuu, banyak pelecehan menurut kawan saya loh ya…..Saya ya gak tahu krn dah lama gak tinggal di Jkt lagi.

  8. Swan Liong Be  18 October, 2017 at 15:12

    Kalo aku perhatikan zaman sekarang banyak anak dianter ortunya kesekolah dan dijemput. Dulu diSemarang waktu SMP saya bersepeda dari rumah diJalan Bangkong(Mataram, sekarang MJ Haryono kalo gak salah) keDomenico Savio dijalan Kalisari (dekat Tugu Muda bagi mereka yang gak tau nama jalan itu dulukala, sebaliknya saya gak tau nama jalan itu sekarang); kemudian waktu SMA diKolese Loyola, dijalan Karanganyar.
    Mengapa anak² sekarang harus diantar sama ortunya,ya ?

  9. Sumonggo  17 October, 2017 at 17:21

    Sekarang sudah ada ojek online … ha ha ….

  10. James  17 October, 2017 at 15:31

    tugas orang tua tidak pernah ada habisnya termasuk Ternak juga

    apa para Kenthirs juga perlu dianter ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *