Polemik Patung di Tuban

Chandra Sasadara

 

Tidak ada maksud untuk menambah panjang polemik Patung Kwan Sing Tee Koen di Tuban. Hanya ada beberapa hal yang perlu saya tulis untuk mewakili keterusikan sebagai orang yang lahir dan besar di Tuban.

Pertama; Jika benar patung tersebut belum mengantongi ijin, Pemkab Tuban sebenarnya bisa meminta ketua Yayasan Tri Dharma Kwan Sing Bio untuk melengkapi persyaratan administrasi agar ijin pembagunannya bisa cepat keluar sehingga polemik admistratif itu tidak memicu dan dimanfaatkan sekelompok orang untuk menganggu kerukunan di Tuban.

Sampai saat ini saya masih terus bertanya; bagaimana bisa patung yang peresmiannya dihadiri oleh pejabat tinggi negara belum memiliki ijin bangunan? Apakah stafnya ketua MPR Zulkifli Hasan tidak mengecek bahwa bosnya hadir pada peresmian bangunan yang tak berijin? Mengapa ijin peresmian diberikan kalau ijin pembangunan belum dikantongi pihak klenteng?

Kedua; ada kecenderungan politik yang selalu mengaitkan kondisi Indonesia saat ini dengan Cina, tak terkecuali pendirian patung Kwan Sing Tee Koen yang disebut sebagai pahlawan Cina. Tentu saja orang yang tahu sejarah jenderal utama Negara Shu Han itu akan tertawa, sebab sang jenderal yang legendaris itu hidup pada 160-219 M, era yang disebut dengan “zaman tiga negara”, satu milenium sebelum cucu Jenghis Khan yang benama Kubilai Khan mendirikan Negara Yuan, imperium Mongol yang berada di daratan Tiongkok saat ini. Bagaimana bisa, Jenderal Guan Yu, nama lain Kwan sing Tee Koen disebut sebagai pahlawan Cina? Cina mana? Apakah negara yang didirikan oleh Dr. Sun Yat Sen atau negara yang dikuasai oleh Mao Zidong yang berhaluan Komunis? Sedangkan sang jenderal hidup dan mengabdi kepada negara bernama Shu Han, bagaimana bisa disebut sebagai pahlawan Cina?

Ketiga; akhir-akhir ini ada gerakan menghancurkan patung-patung; patung wayang di Purwakarta, patung lele di Bekasi, patung tiga mojang di Kota Bekasi, patung ikan di Pangandaran dll, sekarang patung Guan Yu di Klenteng Tuban juga mulai diusik dengan alasan perijinan, lebih tinggi dari patung Jenderal Sordirman dll.

Pertanyaanya: Apakah Pemkab Tuban tidak berpikir bahwa mereka dan kelompok yang sealiran dengan merka juga akan menyasar patung kuda yang ada di beberapa titik di kota Tuban, patung Burung Garuda, patung Jenderla Soedirman, patung naga di depan Klenteng, kuburan Sunan Bonang, petilasan Eyang Lawe dll?

Jangankan patung, cungkup kuburan pun mereka larang, bahkan kalau bukan karena perlindungan Allah SWT kuba kuburan Nabi Muhammad SAW pun sudah mereka robohkan. Saya yakin banyak orang Tuban, khususnya Romo Kyai Fathul Huda sudah membaca kitab karya Yusuf al-Hajiri tentang kisah orang-orang yang ingin menghancurkan peninggalan Islam di Makah dan Madina yang berjudul al- Baqi: Qishahah Tadmir as-Saud li al-Atsar al-Islamiyah fi al-Hijaz dan karya Charles Allen: God’s Terrorists, The Wahabbi Cutl and the Hidden Root of Modern Jihad yang berkisah tentang penjarahan terhadap kuburan Nabi dan para wiliyullah di Negeri Hijaz. Buku-buku itu bercerita tentag motif dan modus penghancuran ide, benda, peninggalan sejara yang mereka tidak sukai.

Secara pribadi, saya masih punya harapan besar bahwa Pemkab Tuban di bawah pimpinan Romo Yai Fathul Huda akan tetap ta’adul, tawasut, dan tasamuh dalam bersikap di tengah toleransi yang makin terkoyak di negeri ini. Amin.

 

 

3 Comments to "Polemik Patung di Tuban"

  1. Lani  23 October, 2017 at 13:21

    James: mmg sgt menyedihkan masih banyak yg msh ingin melanjutkan tiduuuuuuuuuuur panjangnya kecuali president nya ingin ngebut……..sampai para pembantunya keponthal-ponthal………mmg payah tenan.

    Sudah merasa enak kepenak kelamaan ngoyot……..jd dibutuhkan pecut dan hrs dipecut sampai babak belur………agar mau bangkit dr tidurnya………

  2. Swan Liong Be  21 October, 2017 at 16:03

    Salah, James; indonesia mundur dua langkah waktu Ahok, dan akan maju 4 langkah dibawah Anies, yang aku maksud itu KKN-nya lho! Wait and see!

  3. James  21 October, 2017 at 05:39

    INDONESIA tidak akan pernah menjadi apa yang dikatakan Negara MAJU karena berjalan MUNDUR Terus……oh Indonesiaku kapankah kau akan bangun dari Tidurmu ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *