Bali (5)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA…

Salam Jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini…Cerita kali ini, masih sekitar Bali, tapi kami hari ini sudah bisa meninggalkan Hotel di Seminyak dan pindah ke Hotel yang telah lama kami pesan saat masih di Surabaya. Yaitu, Bali Tropic Resort and Spa, di Nusa Dua dan Hotel ini yang sudah menjadi Faforit kami yang mana kami sudah beberapa kali dan merasa nyaman tinggal di sana.

Okay…

Hari itu, atau pagi itu, sekalian Check Out dari Hotel di Seminyak, tapi kami tidak langsung ke Bali Tropic, karena masih pagi…Namun kami dari hotel di Seminyak masih ingin lebih dulu jalan-jalan. Dan tujuan kami hari itu adalah ke Pura Besakih…Tapi kami 1 hari sebelumnya sudah beri tahu pak Budi, kalau Eva ingin foto dengan pakaian Tradisionil Bali. Karena 30 tahun yang lalu, dia pernah di Foto, saat baru berumur 7 Tahun.

Dengan kebaikan hati pak Budi, maka dia sudah menelpon salah satu Foto Studio agar Eva bisa pagi itu juga berfoto ria. Kamipun sampai di Foto Studio, tapi bukan di tengah kota, bahkan ini Foto Studio sedikit lain dan terasa sangat tenang. Kami disapa pemilik rumah dan dipersilahkan masuk, tidak ada yang aneh. Kemudian kami diberi lihat album serta harga untuk foto, hanya 1 sampai 3 mungkin yang akan dicetak dan yang lain ada di Disc. Setelah okay, maka mulailah Eva dirias oleh dua ibu-ibu, maaaf ini foto diambil dengan HP dan agak jauh, jadi kurang jelas.

Setelah siap, maka Eva diajak keluar di samping rumah, jadi diambil di halaman rumah dan bukan di sudio. Banyak sekali foto diambil dan kami juga boleh ambil dengan HP dan ini hasil jepretan kami sendiri. Entah berapa puluh jepretan yang di ambil oleh si Master, dari gaya berdiri di depan gapura, gaya nari dan juga duduk di rumput dan lain sebagainya.

Setekah si Master puas menjepret Eva, maka dijanjikan bahwa besuk sudah bisa diambil. Setelah bayar, maka kamipun meninggalkan Studio Foto dengan arah ke Pura BESAKIH. Dalam perjanan ke Pura Besakih, kami masih sempat istirahat di salah satu tempat yang pemandangannya sangat indah. Di sana juga ada Restaurant, tapi kami hanya makan makanan ringan saja, yaitu pisang goreng dan minuman hangat.

Akhirnya kami sampai di Pura Basakih dan langsung membeli ticket untuk masuk. Nah di sini juga ada satu hal yang aneh, karena ticket itu termasuk pemandu yang akan menceritakan tentang Pura Besakih. Namun dari tempat jualan Ticket ke Pura masih cukup jauh, mungkin sekitar 500 meter atau lebih dan jalannya pun nanjak. Dj. yakin dari anda juga pernah ke sana dan tahu.

Nah, di sini pemandunya menyarankan untuk ikut naik motor yang sudah pada menunggu penumpang. Bukannya kami pelit, tapi Susi memang tidak berani dibonceng dengan motor, kalau bukan Dj. yang bawa. Maka kami bersepakat untuk jalan kaki, seperti kebiasaan kami di Mainz. Tapi si Pemandu ngotot, kami harus naik motor, kamipun ngotot tidak mau. Dj. tawarkan agar dia saja yang naik motor dan nunggu kami di atas, tapi dia juga tidak mau. Akhirnya kamipun bertiga jalan kaki dan ternyata banyak bule yang juga berjalan kaki.

Akhirnya kami sampai di Pura Besakih…dan kamipun akan mulai naik ke atas Pura.

Nah, di salah satu tempat, kami bertemu dengan pemandu kami, tapi dia sudah membawa tamu yang lain. Dia mendatangi kami dan minta maaf, tapi Dj katakan tidak jadi masalah.

Sesampai kami di atas, ada tertulis, bahwa Tourist tidak diperbolehkan untuk masuk ketengah Pura, karena sedang ada ritual (sembahyangan). Jadi kami hanya berjalan di pinggiran saja, tapi itupun sudah bagus, yang penting sudah sampai di sana.

Namun apa yang terjadi, saat kami sedang asyik jalan-jalan, ada seseorang yang menyapa kami dan menyilahkan
kami untuk ikut masuk ke tengah Pura. Dan di a segera menggandeng Eva, olehnya Dj. sempat katakan, kan Tourist tidak boleh masuk. Tapi dia jawab…Kalau dengan saya tentu boleh. Ya okaylah, pikir Dj.dan dia masih menggandeng Eva dan diajaknya untuk ikuti ritual yang dia jalankan. Anehnya si Eva nurut, maka Dj. tegur Eva, agar dia ingat, kalau itu bukan kepercayaan kami. Tapi Eva menjawab, kan saya guru global agama, tidak ada salahnya untuk tahu bagaiaman mereka menjalankan ibadahnya.

Nah ya, setelah selesai, maka Eva diantar ke kami dan kamipun segera turun dari Pura. Maaaf Dj tidak pajang foto saat ritual.

Kamipun turun dan kami masih bertemu dengan rombongan mereka yang baru saja selesai menjalankan ritual keagamaan.

Dari Pura Besakih, maka kamipun melanjutkan perjalanan ke Pasar Seni Suka Wati. Tapi kali ini hanya Eva dan Susi yang masuk ke Pasar dan Dj. nunggu di luar sambil asyik ngobrol dengan penjual kacamata. Setelah menjelang sore, maka kamipun ke Nusa Dua ke Hotel yang baru. Di sinipun ada sedikit persoalan, sampai Dj. bingung, apa mungkin Dj. ini benar-benar ndeso…Hahahahaha…!!! Semua lancar sampai saat kami Check ini dan Front Officenya minta uang tanggungan sebesar 1 juta.

Bukannya selalu diminta Credit Card Gold? Dia bilang peraturan baru harus tinggalkan uang Rp. 1 juta- Dj. jelaskan, karena saat itu kami sudah tidak pegang uang rupiah dan Eva hanya ada 700 rb. saja, jadi baru besuk akan tukar uang dan kalau boleh. Ini wanita cukup keras, dia bilang bisa ditukar di sini, lalu Dj. tanya berapa € 1,-nya. dia jawab Rp. 13.000. Waduh…rendah sekali, karena di luar setau Dj. € 1,- diatas Rp. 15.000,- Lalu Dj. pikir kan kami akan tinggal 7 hari di sini, mosok kami akan nakal dan biaya Hotelpun sudah kami bayar lewat Agoda. Tapi dia tidak mau tahu dan minta Rp. 1 juta

Akhirnya Dj. sedikit keras dan Dj. katakan akan Dj tinggalkan € 500,- dan besuk kalau sudah tukar uang, akan Dj kasih yang Rp. 1,. juta dan mohon kembalikan yang € 500,-, tapi dia juga tidak mau…GILAAAA…!!! Dia malah bilang, tenang bapak, minum dulu itu WEL COME DRINKnya. Ya ampun…!!!

Ini orang, sudah bikin Dj. sewot, masih bicara soal minuman, jelas Dj. tidak bisa tenang… Untung pak Budi belum pulang, jadi Dj. minta diantar ke Money Changer…Puji TUHAN…!!! Portier hotel kasih tahu kalau di depan Hotel ada Money Changer daaaaaan…€ 1,- malah dapat Rp. 16.300,-

Jelas Dj. kembali ke Hotel dan menyerahkan yang Rp. 1,- juta dan dia mulai senyum. Ada-ada saja, Susi yang selalu menenangkan Dj. kita butuh kamar, jadi tidak ada salahnya kita ngalah. Jelas kamarnya memang jauh lebih bagus dari yang di Seminyak, karena ini Hotel harganya juga jauh lebih mahal. Dan yang jelas, setelah Eva periksa, memang tidak ada kutu sama sekali…Hahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Karena hari itu cukup melelahkan, maka kamipun bisa istirahat dengan tenang…Besuk paginya, kami sarapan ditempat yang lebih nyaman dengan pemandangan pantai.

Sungguh indah…

Saat sarapan pagi pertama di sana, kami dilayani dengan sangat ramah, bahkan ada seorang wanita yang mengantar
kami ke tempat duduk dan bertanya apakah smoking atau no smoking…Tapi tidak hanya sampai di situ, rupanya dia punya maksud tertentu yang saat itu kami belum tahu. Kemudian dia dengan ramah, bertanya apakah bisa istirahat dengan tenang.

Entah bagaimana…Dj. minta maaaf akan kekasaran Dj. di Front Office semalam. Diapun senyum dan berkata, bahwa dia sudah dapat laporan dan dia tanya, apa baru pertama kali tinggal di sini. Dj. jawab, kami sudah beberapa kali dan langsung Dj. ambil Hp dan memperlihatkan foto tahun-tahun sebelumnya.

Diapun sedikit kaget dan menjawab, olehnya saya juga heran karena ibu pandai bahasa Indonesia seperti pernah lihat. Lalu dia melanjutakan berbicara, kalau di Bali Tropic and Spa, adalah kekeluargaan. Jika tamu sudah lebih dari 10 X tingggal, maka akan dianggap sebagai keluarga dan fotonya akan dipajang di Lobby.

Nanti kalau bapak lewat Lobby, maka bapak bisa melihat ada tamu yang sudah 30 X bahkan lebih juga orang Jerman yang tinggal di sini. Lalu katanya lagi, karena bapak sudah pernah tinggal beberapa kali dan dengan kejadian semalam, kami mohon dimaafkan. Dj. katakan, sudah dilupakan, mungkin juga karena semalam saya sudah terlalu capai.

Si ibupun melanjutkan bicaranya…Begini bapak, kami akan Up Grade ke Bungalow, juga untuk putri Bapak. Dj. yang sekarang bengong dan belum bisa mencerna apa yang dia katakan. Tapi Dj. jawab dengan pertanyaan, berapa yang harus kami bayar…??? Dia memperlihatkan senyuman dan berkata, bapak tidak harus membayar Rp. 1,- pun.

Dj. yang sekarang bertanya, kok bisa…??? Dia hanya jawab dengan senyuman dan kemudian berkata. Mulai nanti malam, Bungalow Bapak dan putri Bapak sudah akan siap. Kami bertiga masih bengong dan dia sudah pamit dengan kata-kata, selamat berlibur di Bali…

Kamipun hari itu mulai perjalanan kami dengan semangat, karena malamnya, kami sudah tidur di Bungalow
yang harganya 4 X lebih mahal dari kamar kami yang kami anggap sudah cukup mahal. Dan di atas tempat tidur kami ada tulisan dari bunga warna merah…“WELCOME HOME“

Demikian juga di tempat tidur (Bungalow)nya Eva, yang dia tempati sendiri…

Mengenai cerita selanjutnya, akan Dj. ceritakan minggu depan…Keman kami hari itu dan hari-hari selanjutnya, selama kami di Bali.

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya. Terimakasih untuk kesabaran pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Mohon maaf, bila ada salah tulis atau ceritanya membosankan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN YESUS yang adalah KRISTUS, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813 (Mafioso Boss Hahahahahaha…!!!)

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

24 Comments to "Bali (5)"

  1. Dj. 813  28 October, 2017 at 00:33

    djasMerahputih 26 October, 2017 at 17:57

    Ngotot membawa berkah
    Coto membawa nikmat

    Salam Kenthir dari Merauke
    ——————————————–

    Hallo Djas . . .
    Ante kama kau Djas . . .
    Jujur , baru beberapa hari lalu mikir anda kok lama tidak kelihatan batang hidungnya . . . . Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Sekarang tugas di Merauke . . .
    Semoga sukses selalu
    Tarimakasih sudah mampir . . .

  2. Dj. 813  28 October, 2017 at 00:30

    Alvina VB 25 October, 2017 at 21:22

    Eva dgn pakaian Bali manis euy…..Waktu itu berjln cepat ya kl dilihat foto dia then and now. Yg masih kecil itu thn 80an ya mas DJ?
    ————————————————————-

    Hallo Alvina . . .
    Terimakasih sudah mampir . . . .
    Benar sekali, waktu berjalan dengan cepat . . .
    Tidak hanya Eva saja, kami bahkan ada foto saat Alex masih baby dimana Susi gendong di anak tangga itu Pura Besakih . . .
    Benar yang dia masih kecil itu tahun 1987 .
    Saat dia umur 7 tahun.

    Salam manis dari Mainz .

  3. Dj. 813  28 October, 2017 at 00:27

    Ikha 25 October, 2017 at 12:51

    liburan yg sungguh menyenangkan…
    ————————————-

    Hallo Ikha . . .
    Liiburan selalu menyenangkan . . .
    Tterimakaksih sudah mampir.
    Salam manis dari Mainz .

  4. Dj. 813  28 October, 2017 at 00:24

    Hallo Linda . . .
    Hatur Nuhun . . . .
    Nah ya, ngotot sih tidak, tapi mosok kami yang sudah bersedia taruh uang € 500,- tidak diterima, tapi minta 1 jt.
    Dan kami kan tidak hanya 1 hanya 1 malam tinggal disana, tapi 1 ,imggu lebih.
    seandainya dia mau, kan bisa besuk nya kami kasih yang 1 jt.
    dan kami juga siap tinggalkan Gold Card kami .
    Tapi ya sudah lah, sudah lewat . . .
    Dan kami nikmati Bungalow yang harganya diatas Rp. 4 jt .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz . . .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *