Mancing Bersama itu Menyatukan Emosi

Cechgentong

 

”Suka mancing, Pak?” tanya salah seorang security di tempat istri saya bekerja.

”Saya tidak suka mancing ikan. Kalau mancing emosi, saya suka hahahaha,” canda saya kepadanya.

Sudah lama sekali saya ingin mengadakan pancing bersama dengan seluruh security, office boy (OB) dan juru parkir yang bekerja di kantor istri. Saya sering mendengar mereka mengadakan mancing bersama tetapi dengan teman-teman seprofesi di kantor wilayah. Itupun tidak semuanya ikut serta.

Sesekali saya yang menjadi sponsor acara mancing bersama mereka. Oh ya di tempat kerja istri, mereka termasuk dalam Service Reception Team. Tujuan saya hanya ingin mereka makin kompak, semangat bekerja dan diperhatikan oleh pimpinan mereka. Walaupun mereka adalah pekerja outsourching tapi mereka mempunyai peran tidak kecil dalam memberikan kesan dan pelayanan yang baik terhadap nasabah yang datang dan melakukan transaksi di BCA KCP Setiabudi Bandung.

Aba-aba dimulainya acara memancing oleh Pak Wawan (dok. Cech)

Peserta sudah menduduki tempatnya masing-masing di sisi barat (dok. Cech)

Peserta sudah menduduki tempatnya masing-masing di sisi timur (dok. Cech)

Setelah berulangkali gagal dilaksanakan karena susahnya mencari tempat memancing, akhirnya tanggal 22 Juli 2017 acara Mancing Bersama Service Reception Team terlaksana juga di kolam milik Family Villa Balebat Taman Bunga Dr Setiabudi. Disepakati saya menyediakan dana pembelian  ikan yang akan  dipancing (seharga Rp 27.500 per kg atau 1 kg sama dengan 3-4 ekor ikan). Selain itu saya memberikan Piala bagi peserta yang mendapatkan ikan terbanyak dan sejumlah uang bagi yang berhasil mendapatkan 1 ekor ikan mas berwarna merah. Sementara mereka berjumlah 22 orang patungan Rp 20.000/orang untuk keperluan konsumsi dan lain-lain.

Acara dimulai pada pukul 09.00 dengan dilakukan pengundian nomor tempat duduk kepada 22 peserta. Kemudian masing-masing peserta yang mendapatkan nomor tempat duduk bersiap diri di tempatnya masing-masing. Memancing dimulai setelah mendapatkan aba-aba dari Pak Wawan sebagai sesepuh acara tersebut. Acara pun dimulai. Tepat pukul 12.00 acara memancing dihentikan untuk makan siang dan dilanjutkan dengan bertukar tempat ke seberangnya. Setelah 1 jam istirahat makan siang, acara memancingpun dimulai lagi sampai pukul 16.00.

Racikan umpan (dok. Cech)

Om John serius dengan racikan umpannya (dok. Cech)

Pemancing di sarang penyamun (dok. Cech)

Ikan hasil pancingan (dok. Cech)

Ternyata faktor tempat, racikan umpan dan keberuntungan berpengaruh terhadap perolehan ikan yang berhasil ditangkap. Pada acara mancing bersama ini, peserta yang mendapatkan ikan terbanyak (21 ekor) adalah Pak Dudi (Security). Sedangkan peserta yang beruntung mendapatkan ikan berwarna merah adalah Pak Eko (Back Office). Walaupun demikian, mereka yang belum berhasil mendapatkan piala dan 1 ekor ikan berwarna merah tetap menunjukkan semangat, keceriaan, kebersamaan, kebahagiaan dan terlihat lepas menunjukkan emosinya. Mereka yang tidak mendapatkan satu ekor ikan pun tetap tertawa dan teman-teman yang lain tetap membagi ikan yang diperoleh kepada mereka. Acara mancing masih berlanjut walaupun sudah melewati pukul 16.00. Sebagian dari mereka mengatakan masih banyak ikan yang dibeli saya di kolam. Jadi sayang sekali kalau tidak tertangkap karena aturan yang berlaku adalah ikan-ikan yang dimasukkan ke dalam kolam dan tidak berhasil ditangkap menjadi milik yang punya kolam.

Saya diapit oleh Pak Dudi dengan Piala Pemancing Tangguhnya dan Pak Eko sebagai pemancing beruntung dengan satu ekor ikan emas berwarna merah (dok. Cech)

Foto bersama seluruh peserta mancing bersama (dok. Cech)

Hujan rintik-rintik turun di sekitaran kolam dan saatnya saya pulang dengan satu hal yang menjadi pengingat diri bahwa ternyata mancing bersama itu menyatukan emosi dan berharap dapat diadakan rutin setiap 3 bulan.

 

Bisa juga dibaca di:

Mancing Bersama Itu Menyatukan Emosi

 

 

8 Comments to "Mancing Bersama itu Menyatukan Emosi"

  1. cechgentong  31 October, 2017 at 22:15

    Tante Lani, ritual mancing ikannya menarik jg untuk dibuat tulisan tuh

  2. cechgentong  31 October, 2017 at 22:14

    Halo om DJ. Apa kabar? Pisgor jadi makanan pemancing di Jerman ? Salam pisgor deh

  3. djasMerahputih  26 October, 2017 at 17:53

    Wah ini, cerita soal pancing-memancing memang seru. Tapi “memancing di air keruh” itu bukannya nggak baik ya..??

  4. Alvina VB  25 October, 2017 at 21:27

    Wah…..kl mancing saya gak pernah bisa, krn pas dpt ikannya, saya pasti minta tolong buat ngelepasin ikan dari kailnya. Gak tega/ngeri ngeliat ikan klojotan kek gitu, he….he……

  5. James  25 October, 2017 at 05:45

    Gal hobby mancing, pernah coba yg Ada cuma jari tangan tertusuk kailnya Dan gak dpt ikannya

  6. James  25 October, 2017 at 05:32

    Gak hobby mancing, pernah coba yang ada cuma jari tangan tertusuk kailnya dan tidak pernah dpt ikan

  7. Lani  25 October, 2017 at 03:39

    Cech, menurutku pribadi memancing itu sgt amat membosankan……….kecuali melihat ikan yg terpancing msh klojotan dan gede ikannya, pemandangan itu menarik sekali dan sering aku lihat para pemancing di Pier di Kona…………mereka mengadakan ritual memancing sejak jam 4 pagi tiap hari………..wanita dan pria sama2 memancing………..

  8. Dj. 813  24 October, 2017 at 21:56

    Hallo Cech . . .
    Kasihan ikan nya tiidak bisia lari dari kolam . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Mancing di Kali atau di laut, pasti seru . . .
    Jangan lupa, kalau mancing bawa pisang Goreng .
    Siapa tahu ikan nya doyang Pis Gor . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Petri Heil . . . ! ! !
    ( di Jerman diucapkan sebagi salam dari pemancing ke pemancing )
    Semoga sukses .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *