Kearifan Pagi

Wahyu Wibowo

 

Dunia tak lagi berhati
Semua jendela berisi caci maki
Berkendara pundi pundi kata benci bernarasi
Meminta air mata hadir berimaji

Tangan-tangan semakin bergerak kaku
Melambai dari tempat duduk lusuh berdebu
Senyumnya dipenuhi tabir sendu
Kearifan seolah tak lagi bertamu

Kaki kaki berbincang kebohongan
Nyata  terlintas jiwa yg terlihat semakin tergoncang kusam
Realita hanya milik mereka yang digjaya
Jalanan dipenuhi lumpur tipu daya

Lantas masih berwajahkah nurani
Hanya penghias kisah yg hampir mati
Restu bumi semakin pergi menjauhi
Dinding dinding nafas telah lelah membaca semua polemik ini

 

 

2 Comments to "Kearifan Pagi"

  1. Alvina VB  2 November, 2017 at 08:32

    Mana ya para kenthirs, kok gak muncul di sini?

  2. Alvina VB  2 November, 2017 at 08:32

    Ini kayanya bukan kearifan pagi, he…he…..biasanya puisi kek gini nungguin pas sunset bukan pembuka pagi, krn cuman buat renungan/ penutup hari.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *