260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Sartono dan Yamin

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SEORANG pengurus Kongres Pemuda II berani melawan anggota kepolisian Belanda yang hadir dalam pembukaan kongres tersebut pada 27 Okt 1928. Sang polisi minta ketua kongres membubarkan rapat saat acara pemandangan umum dibacakan pemuda Muhammad Yamin, sekretaris kongres.

Sang pemimpin rapat, Mr. Sartono menolak permintaan pembubaran Kongres Pemuda II yang diadakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng (sekitar sekolah Sancta Ursula), Jakarta.

Mr. Sartono yang berlatar hukum pendidikan dari Leiden, menangkis pembubaran kongres. Argumentasinya bagus dan menuduh balik pihak polisi Belanda yang tak paham hukum. Kongres terus berlanjut dan dilanjutkan hari kedua, hari Minggu 28 Okt 1928, di Jl Kramat Raya 106 dan lahirlah ikrar Sumpah Pemuda 1928. Bila Mr. Sartono tidak lihai membungkam polisi Belanda, dipastikan sejarah akan lain.

Mr. Sartono kemudian menjadi tokoh pemuda dan Bapak Parlemen Indonesia. Beliau canggah KGPAA Mangkunegara II (dari pihak ayah) dan sebagai cicit KGPAA Mangkunegara III (dari pihak ibu). Sedangkan sekretaris Kongres Pemuda II, Muhammad Yamin menjadi besan KGPAA Mangkunegara VIII.

 

PS: Terima kasih Pak Daradjadi Gondodiprojo

 

 

4 Comments to "260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Sartono dan Yamin"

  1. Alvina VB  3 November, 2017 at 22:36

    Pemimpin negara sebelum Jokowi, gak peduli sama para pahlawannya, yg dipentingkan pribadinya sendiri, pencitraan diri dan para kroninya. Gak heran banyak yg spt Sartono, hidupnya memprihatikan, sementara itu para pemimpin negara dan kroninya hidup dalam berkelimpahan krn korup.

  2. Lani  3 November, 2017 at 11:30

    ISK: banyak pejabat pd era itu mmg memprihatinkan

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 November, 2017 at 10:23

    Bener. Mr. Sartono meninggal dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

  4. James  2 November, 2017 at 09:28

    sejarah Indonesia, peran Mr Sartono tidak kalah pentingnya dengan yang lainnya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *