Mabok Agama

Dian Nugraheni

 

Bisa terjadi di mana-mana, dalam agama apa pun…Ada yang termehek-mehek agama karena janji surga, ada yang serupa juga, janji adanya eternal life…

Tadi pagi, hujan menggerimis sejak sebelom subuh, maka si Mak malas banget bangun, jadi berangkat kerja, telat, dan hitungan sampai tempat kerja, akan telat setengah jam, dan itu berarti dipotong upah setengah jam, dan upah setengah jam itu bisa buat beli sesuatu yang berarti untuk hidup keluarga.

Pas turun dari kereta, menyusuri jalan di kampus, berpayung kecil untuk menghindari basah gerimis, si Mak berpapasan dengan 2 anak perempuan muda, pasti kusangka mahasiswa setempat. Yang satu berwajah Jepang, yang satu anak item.

Langsung aja jebret, keduanya menghentikanku tanpa bilang excuse me atau apa, nggak juga dia sadar ngomong sama siapa, bisa bahasa Inggris atau enggak. Pokoknya jebret aja ngomong kayak kaset diputer.

“Anda tau bahwa kami punya program untuk memperkenalkan isi bible….bla..bla..bla…Anda tau yang dikenal dengan nama ini, kemudian dikenal dengan nama itu, lalu sekarang kita hidup dalam jaman Holly Spirit…bla..bla..bla…”

Aku, keburu telat kerja, dua anak ini menghentikanku, ku kira akan nanya gedung apa di sebelah mana, atau stasiun terdekat di mana, ehh, nggak taunya dia khotbah. Maka aku agak marah dalam hati dikotbahin tanpa sukarela begitu.

Aku, “Apakah Anda punya kartu nama atau apa, nanti kalau ada waktu aku akan hubungi atau kunjungi website Anda…ummm…because, frankly, I”m not really religious person, but I…actually, enjoy everything about religion.., you know, in my country we have many of them….”

Tiba-tiba si item yang dari tadi nyrocos menghentikan aku yang sedang bicara, “but, you have to believe one of them…dan kami akan memperkenalkan bla..bla..bla.., because we will get the eternal life setelah kita mati…bla..bla..bla…”

Aku, gantian motong kalimat dia, “I’m sorry…aku telat menuju tempat kerja, thank you….”

Lalu aku tinggal begitu saja kedua remaja perempuan yang penuh semangat itu, entah utusan dari mana mereka, karena mereka bilang ga punya kartu nama, mereka hanya berbicara dengan orang-orang yang ditemuinya di jalan…Huhhh..!! Dan mereka nggak kasih identitas…

 

 

3 Comments to "Mabok Agama"

  1. Lani  8 November, 2017 at 02:21

    Kang Monggo: wakakakak……….ono2 wae

  2. James  7 November, 2017 at 08:37

    Religion is realy a privacy of each individual what they believe for, a debate of that is useless and waste of time and energy only

  3. Sumonggo  6 November, 2017 at 16:57

    He he … wong saya di Sleman sini saja pernah juga dicegat dua cewek, yang satu Indonesia, satunya Jepang. Tadinya saya mengira, cewek Jepang ini wisatawan yang ingin menanyakan panduan ke suatu lokasi, jebul dia ingin memandu saya ke sorga … ha ha … sayang bukan “sorga dunia”-nya Hotel Alexis ….. Tapi saya biarkan saja mereka nyerocos lama. Apalagi cewek Jepang-nya tak kalah cakep dengan Rin Sakuragi … ha ha …. Sayang saya lupa menanyakan apakah di sorga versi-nya tersedia juga 72 bidadari, kalau ya, maka seharusnya dia juga mengajak Mak Erot masuk sorga. Tanpa Mak Erot, para lelaki di sorga bakal kewalahan …. ha ha …

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *