Pelajaran Agama di Sekolah

Hennie Triana Oberst

 

Entah mengapa aku merasa lega di sekolah anakku (di Sekolah Dasar ketika di Shanghai) tidak ada pelajaran agama. Aku juga tidak tahu apakah memang semua sekolah umum di Cina tidak ada pelajaran agama, baik yang lokal maupun yang internasional.

Sementara di Jerman sendiri, di sekolah masih ada mata pelajaran agama, tetapi bagi siswa yang tidak ingin mengikuti pelajaran agama bisa memilih mata pelajaran Ethic.

Bagi siswa yang telah memilih mata pelajaran agama kemudian memutuskan untuk tidak mengikutinya lagi, ada kesempatan tiap awal semester sampai empat belas hari untuk menggantinya dengan mata pelajaran Ethic. Orang tua diwajibkan membuat surat yang menyatakan bahwa anaknya tidak akan mengikuti pelajaran tersebut. Dari kelas anakku, lebih separuh dari jumlah murid memilih mengikuti mapel Ethic.

Pelajaran agama di sekolah Jerman bukanlah mata pelajaran penting penentu siswa itu akan naik kelas atau tidak.

Bagiku, biarlah urusan agama itu menjadi urusan pribadi masing-masing. Di negara ini tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang itu menganut agama atau tidak. Tiap pribadi bebas memilih mau beragama atau pun tidak.

 

 

9 Comments to "Pelajaran Agama di Sekolah"

  1. Lani  8 November, 2017 at 02:18

    Kang Monggo jempol pitulikur! Setuju!

  2. Hennie Triana  7 November, 2017 at 17:56

    Hai Tammy, kangen…
    Memang sepertinya untuk diberlakukan di Indonesia sulitnya. Seandainya saja mapel agama bukan mapel penting penentu naik kelas atau tidak, itu saja udah bagus. Terus kuliah ya nggak perlu ada lagi mata kuliah. Nggak ada hubungan sama sekali, kecuali memang khusus bidang yang berhubungan dengan agama.

  3. Tammy  7 November, 2017 at 15:17

    Aku jg setuju kalo pelajaran agama di Indonesia dihapus dan diganti dgn etika dan budi pekerti. Tapi itu nggak mungkin. Tingkat mabuk agama di Indonesia sudah akut! Tiap hari ribut soal agama. Memprihatinkan.

  4. Hennie Triana  7 November, 2017 at 13:28

    Thanks Linda, menurutku memang sekolah umum baiknya begitu, beda lagi sekolah yang berbasis agama.
    Pendidikan Budi Pekerti dan Etika lebih penting memang (menurutku).

  5. Hennie Triana  7 November, 2017 at 13:25

    Terima kasih James untuk opininya. Mengubah sesuatu yang sudah lama berlangsung memang butuh waktu lama, pertimbangan dan diskusi yang panjang.

  6. Linda Cheang  7 November, 2017 at 08:50

    Aku juga berharap di Indonesia sini, Pelajaran Agama diganti saja dengan Pelajaran Etika dan Moral. Mirip Budi pekerti zaman baheula, tapi lebih baik lagi.

  7. James  7 November, 2017 at 08:29

    sekolah-sekolah di Ozi pernah mau menghapuskan Pelajaran Agama secara Keseluruhan, namun masih adanya Perdebatan diantara Politisi, Para Guru dan para Orang Tua murid itu sendiri, yang jelas kalau pelajaran Agama dihaouskan maka akan semakin banyak Pelajar menjadi Liar Buas ditengah Masyarakat

  8. Hennie Triana  6 November, 2017 at 21:23

    Thanks JC

    Terima kasih Mas Sumonggo. Iya memang seharusnya begitu, tapi kenyataan di lapangan berbeda ya.

  9. Sumonggo  6 November, 2017 at 17:06

    Seharusnya pelajaran agama membuat seseorang makin taat peraturan lalu lintas, makin tertib antre, makin menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kelestarian alam, dan makin berempati pada lansia, ibu hamil, kaum difabel, sehingga tidak menyerobot fasilitas yang dikhususkan untuk itu. Kalau tidak, maka pelajaran itu gagal.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *