Menuju ke Jogja

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…HALLO…

Akhirnya liburan di Balipun berakhir dan hari itu kami sudah siap untuk melanjutkan penerbangan ke Jogja. Namun kesempatan yang masih ada, jelas akan kami gunakan sebaik mungkin.

Setelah bangun pagi dan sedikit jalan-jalan di pantai (seperti setiap paginya), menikmati udara pagi di pantai, maka kami kembali ke Bungalow. Dan seperti biasanya, kamipun sarapan dan tetap menikmati pemandangan pantai yang sangat indah.

Setelah sarapan, dan masih ada waktu, maka kami gunakan untuk sedikit jalan-jalan di taman to say Good Bye…
Hahahahahahahahahaha…!!!

Dengan bangga Susi menunjukkan bendera Jerman…Dan saat harus Check Out, maka Eva dan Susi membereskan apa yang mungkin masih harus kami bayar di Lobby. Dan mengontrol apa semua okay…

Saat pak Budi datang, maka kamipun menuju ke Bandara Ngurah Rai untuk Check In untuk menuju Jogja. Di sini kami mengalami sedikit kesulitan, karena entah mengapa HPnya Eva mendadak eror dan jelas kami tidak bisa melihat data ticketing untuk ditunjukan ke penjaga pintu masuk ke bandara.

Untung penjaganya cukup ramah dan kami ditanya terbang dengan penerbangan apa…?? Setelah kami beritahu, maka ditunjukan kantor Garuda yang ada di Bandara. Setelah mereka check nama-nama kami dan memang ada, maka mereka cetak di kertas, sebagai bukti dan kami bisa masuk. Puji TUHAN…!!!

Kamipun sudah di dalam airport dan menuju ke ruang tunggu, sambil sedikit mengabadikan satu kenang-kenangan.
Starbucks Coffee tidak perlu dicerita ya…Hahahahahahaha…!!!

Good Bye Bali…!!! Kami dengan pesawat Garuda sudah di atas awan, menuju ke Jogjakarta.

Puji TUHAN…!!! Kami pun mendarat di Jogja dengan selamat.

Hallo Jogja, WE ARE COMING…!!! Hahahahahahaha…(wong ndeso yang sok tahu). Puji TUHAN…!!! Langsung disambut dengan becak…Becak mas…Hahahahahahaha…!!!

Jangan takut, kami tidak naik becak ke Hotel…Hahahahahahahaha…!!! Jogja airport, sangat bersih dan teratur dan kami sama sekali merasa seperti datang di kampoeng halaman. Dan jelas saat pesan Taxi di loketpun juga lancar, Dj. memesan mobil yang cukup besar, mengingat kami ada 4 koffer besar dan 4 koffer kecil dan belum ransel dan tas yang kami bawa, juga lukisan…Yang mengherankan, dari airport ke Hotel di Malioboro, hanya kena Rp. 70,- (murah sekali).

Olehnya Dj. langsung tanyakan ke pak sopir, apakah bisa disewa untuk 1 hari dan berapa harganya. Langsung di Jawab, kalau hanya sekitar Jogja saja hanya Rp. 400,- ribu, tapi kalau keluar kota, sampai tujuan hanya drop…seharga Rp. 600,- ribu. Okay, Dj. pikir masih murah. Tidak terasa, kami sudah masuk di daerah Malioboro satu jalan yang sangat terkenal untuk wisata di Jogja.

Kami minta agar besuk taxinya sudah siap di depan hotel dan dijawab dengan singkat, ya pak… Kami urus check in di Hotel dan semua berjalan lancar, tapi sebelum okay, Eva masih ingin lihat kamar dan kolam renangnya. Setelah melihat kamar dan okay, maka kami naik sampai atas dan waaaaaaaw…. pemandangan yang indah…

Setelah sedikit istirahat di kamar, maka kamipun segera jalan kaki ke Malioboro, karena sangat dekat.

Sangat menyenangkan, menelusuri jalan Malioboro dan kemudian masuk Mal dengan keramaiannya.

Hal inilah yang tidak ada di Mainz dan juga aroma batik yang menusuk hidung. Dan setelah puas kiri kanan, maka kami naik taxi menuju ke Rumah Makan “BUMBU DESA“ di Jalan Kartini (langganan). Restaurant yang sangat nyaman dan pilihan makanan yang beraneka macam, lebih dari itu adalah harga yang sangat merakyat.

Di meja panjang, bisa dilihat segala macam makanan dan dari sana bisa dipesan, apa yang kita ingin makan.
Ibu-ibu yang dengan sabar melayani kami yang cukup lama memilih, maklum lihat banyaknya pilihan… Hahahahahahaha…!!!

Begitu melihat oseng cumi, Dj. tidak menginginkan yang lain…Tapi tidak sangka, kalau cuminya sangat pedas…Hahahahahahahaha…!!!

Dan sambil menunggu makanan yang kami pilih mereka masak, maka kami bisa ambil lalapan dan sambal yang tersedia. Sambalnya kelihatan mengerikan, karena kelihatan sangat pedas. Tapi ternyata tidak begitu pedas juga, bahkan sangat cocok dengan selera Dj.

Dan juga bisa menikmati sop buntut terlebih dahulu…

Eva memilih Karedok…

Kami bertiga cukup banyak memesan, sehingga kekenyangan…Hahahahahahaha…!!!

Malam itu dari Restaurant, kami dengan menggunakan Taxi ke Hotel, tapi meminta pak sopir agar sedikit berkeliling, melihat Jogja di waktu malam. Kamipun menelusuri Keraton dan juga Alun-Alun dan apa yang kami lihat di sana, sungguh sangat indah. Idea yang sangat bagus, dimana malam hari ada atraksi dengan mobil berlampu warna warni yang cukup banyak…

Ternyata mobil yang dihias dengan lampu berwarna warni ini adalah mobil ontel. Jadi penumpang harus berusaha untuk menggenjot sendiri seperti kalau naik sepeda…. Hahahahahahaha…!!!

Okay…Banyak sudah yang Dj. ceritakan…Dan minggu depan masih di Jogja dan Dj. ingin bercerita saat kami mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan…

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya… Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu bersabar, menayangkan oret-oretan Dj. Semoga anda juga Pengasuh Baltyra sehat selalu. TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA….

Mohon maaf bila banyak salah tulis dan juga kata-kata yang tidak berkenan…

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

20 Comments to "Menuju ke Jogja"

  1. Dj. 813  17 November, 2017 at 02:21

    Hallo anda semua pengasuh Baltyra . . .
    Terimakasih sudah menayangkan oret-oretan Dj.
    di setiap hari Selasa . . .
    Semoga anda semua selalu diberkati kesehatan .
    Selamat Berkarya dan TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  2. Tri  16 November, 2017 at 18:20

    Begitu banyak makanan,mas Dj makan yg mana saja ??
    Semua kelihatan huenak 2,opo gak bingung ?

    Becak mobil seperti di Jogja itu di Sidoarjo juga ada mas Dj.
    Tapi saya belum pernah nyoba,takut jatuh hehe

  3. el hida  14 November, 2017 at 19:28

    bikin ngilerrr . . .

  4. widya  14 November, 2017 at 16:51

    Rasa nya pengen cepat cepat bulan Desember baca oretannya mas Dj. Sierli kita jadi ketemuan di Yogya kan ?

  5. rahajeng  14 November, 2017 at 16:16

    waaahhh jadi pengen ke jogja…. emang jogja istimewa… salam manis pak Dj dan keluarga.. kapan nih k jogja lagi?

  6. Sierli FP  14 November, 2017 at 15:41

    Selalu menyenangkan membaca cerita perjalanan Om, Susi dan Eva.
    Ditunggu crita kelanjutannya. Muachhh

  7. Cornelia  14 November, 2017 at 13:00

    Sangat mnyenangkn mbaca cerita prjlnan Dj.slma brlibur d Indonesia. Dn sy heran klo Dj. ga kuat mkn sambel pdhal sambel Jawa kan ga pedes hehehe, wis salm buat kel.

  8. Budi Margomuljo  14 November, 2017 at 11:18

    Hallo Oom DJ, apa kabar?
    Senang banget baca artikel Oom DJ di Jogja. Waktu mudik ke Jogja bulan Oktober kemarin, saya juga ke Bumbu Desa dan ke Alun-alun Kidul..
    Salam buat keluarga di Mainz..

  9. James  14 November, 2017 at 10:37

    Becak khas Yogya, wah keren Eva masih bisa menyantap karedok tanpa sakit perut

    apa para Kenthirs ada di Yogya juga ?

  10. elnino  14 November, 2017 at 10:07

    Wow…hotel apa ini om Dj? Bagus banget…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *