Borobudur dan Prambanan

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Salam jumpa dengan oret-oretan hari Selasa yang indah ini, dimana kami akan jalan-jalan ke Borobudur dan Prambanan… Puji TUHAN…!!! Semalam kami bisa tidur dengan nyenyak dan bangun pagi dengan badan sehat… Dan pagi itu, kamipun sarapan dengan santai, menikmati bubur ayam dan Susi pun Eva kesenangan melihat bubur mutiara…

Setelah selesai sarapan, kami menuju keluar dan melihat, apakah taxi sudah datang. Ternyata belum dan kami menunggu sampai 1 jam lewat dan taxipun belum datang…Maka kami telpon dan pusat taxi mengatakan bahwa taxi yang dimaksud sudah sekitar 1 jam lebih meluncur keluar.

Kami tunggu 30 menit lagi juga belum datang, olehnya kami ke lobby dan menanyakan, apa mungkin dipanggilkan taxi yang lain. Tapi di lobby, menyarankan nunggu saja, atau di lobby juga ada kantor untuk menyewa taxi. Akhirnya Dj. ke sana dan menjelaskan persoalan kami dan ingin menyewa taxinya.

Mereka bilang tidak mungkin kalau lupa, karena mencari pelanggan tidak mudah, mungkin saja dia terlambat.
Nah ya, Dj. lupa kalau ini di Jogja, jadi malah disarankan untuk bersabar dan menunggu, dia pasti akan datang.
Hahahahahahahahaha…!!! Benar saja, sekitar 20 menit kemudian taxi yang kami maksud akhirnya datang dan sopirnya menjelaskan, bahwa tadi ditelepon oleh pusat bahwa ditunggu di hotel oleh tamu. Dan dia juga menjelaskan, karena semalam Dj. tidak telpon lagi, maka dia ragu, apa jadi atau tidak…Hahahahahahahaha…!!!

Okay, pendek cerita, akhirnya kami jelaskan, kalau kami ingin melihat candi Borobudur dan candi Prambanan…
Dia ceritakan, kalau dalam 1 hari bahkan bisa ke candi Boroburur, Ke Merapi dan candi Prambanan…Maka sampailah kami di candi Borobudur…

Kali ini Dj. ikut bayar sebagai turis, karena pengalaman tahun 2010 dimana pintu masuk turis dan pribumi, lain tempat. Kami beli tiket di salah satu restoran, karena sopirnya menyarankan, agar nanti tidak perlu antri lagi, kalau pengunjungnya banyak. Sampai sana, ternyata di pintu masuk cukup sepi dan pintu masuknya sama, hanya yang turis ke kiri dan pribumi ke kanan. Okay, akhirnya kami sudah di dalam dan sebelum naik kereta tak berkuda, kami dapat pembagian air minum dan sempat foto dulu.

Eva harus pakai sarung untuk naik ke candi, karena dia pakai celana pendek.

Matahari sudah terasa sangat menyengat di kulit, tapi satu kebahagiaan untuk Eva dan Susi untuk menikmati panasnya matahari. Dan dengan sedikit sabar kami naik ke atas, maklum di sana banyak orang turun dan naik di tangga yang sama.

Juga harus bersabar mengikuti Eva yang setiap naik ke satu tingkat, maka dia ingin keliling, melihat dengan saksama. Jadi kadang Susi menemani Eva keliling, tapi kadang Eva keliling sendiri dan kami menunggu di dekat tangga. Dan saat Eva keliling, kami berdua sempatkan untuk selfi…Hahahahahahaha…!!!

Dan ini adalah satu kejadian yang lucu, dimana Eva masih ingat saat kecil dia ingin memegang patung yang ada di dalam stupa. Tapi saat itu tidak bisa, karena tangannya pendek dan sekarang dia ingin coba lagi, bahkan kelihatan sangat serius…

Susi masukkan lengannya dan di dalam dia pegang tangan Eva sehingga Eva kaget dan akhirnya mereka dua-duanya tertawa keras. Sehingga datang satpam dan menegur mereka, bukan karena tertawanya, tapi karena Eva kakinya naik dan menginjak stupa, itu tidak boleh. Jadi mereka harus berdiri di bawah, kami jadi seperti kanak-kanak, dimana malah banyak tertawa…Hahahahahahaha…!!!

Akhirnya kami melihat apa yang kami ingin lihat dan kembali menuju ke bawah…

Dan inipun Dj. harus hati-hati, karena turun jauh lebih berbahaya daripada naik… Puji TUHAN…!!! Kami sudah berada dibawah lagi…

Saat kami akan keluar, maka Eva masih melihat sesuatu dan bertanya, apakah boleh naik sambil menunjuk ke dokar.

Setelah Dj. tanyakan, maka kami naik dokar dan kami pikir hanya sekitar (di dalam) candi saja… Walau udara sangat puanas, tapi kami melalui taman dengan banyak tanaman yang hijau, jadi cukup menyenangkan…

Tapi kami jadi cukup khawatir karena dokarnya keluar halaman candi dan menuju ke kampoeng-kampoeng…
Dan disalah satu tempat dokarnya minggir dan di sana kami harus bayar harga, jadi tidak bayar ke kusirnya.

Kami semakin khawatir, karena perjalanan kami semakin jauh….Dan satu saat, bahkan ada tempat peristirahatan dan kami lihat memang ada beberapa dokar yang berhenti di sana. Mereka menunggu tamu mereka yang sedang makan di warung. Di salah satu rumah joglo, kami disambut oleh anak muda yang menyilahkan kami masuk dan menjelaskan, makanan apa saja yang bisa dilihat untuk dipesan yang sudah jadi dan ada juga yang bisa dimasak saat itu juga. Anak muda tersebut sangat sopan dan mengenakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan Surjan dan Blangkonnya

Tapi saat itu, jujur kami lebih berhati-hati, mengingat perut kami yang sering kena diare. Maka kami hanya memesan 5 pisang goreng dan 5 tempe mendoan.

Waaaaaaaaw…!!! Jelas, pisang gorengnya yang sangat uenak, cepat habis…Hahahahahahahahah…!!! Tapi tempe mendoannya persis dengan yang sering Dj. bikin, jadi tidak lembek, tapi kemripik…

Naaaaaah…. di sini Dj. hampir tidak bisa percaya, saat bayar di kasir dan Dj. jelaskan, kalau kami makan 5 tempe mendoan dan 5 pisang goreng dan 3 minuman. Kasirnya jawab…Rp. 5000 ,- Dj. tanya sekali lagi dan masih berkata yang sama dan dia jawab juga yang sama, Rp. 5000,- jadi satu potong hanya Rp. 500,- Mana mungkin…??? Tapi dia jawab ya itu harganya…

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan dokar dan bertanya ke pak kusir, apa sudah makan juga…???
Tapi dia hanya jawab dengan senyuman dan setelah Dj. ceritakan harga makanan yang sangat murah, diapun jawab, ya itulah harga di kampoeng. Lalu Dj. katakan kalau kami ingin langsung pulang ke tempat parkir, karena kemungkinan supir taxi sudah menunggu.

Ternyata kami diturunkan di luar tapi di pintu masuk yang lain…Jadi kami cukup lama mencari taxi kami. Sehingga Dj. minta ijin untuk masuk dan mencari tempat informasi dan kemudian melalui kantor informasi dan melalui hallo hallo dipanggilnya sopir taxi kami. Hahahahahahahahahaha…!!!

Akhirnya kami dengan taxi, melanjutkan perjalanan kami, tapi langsung ke Candi Prambanan, karena waktu yang semakin sempit dan kebetulan bahwa Merapi juga berkabut.

Saat menuju ke Prambanan, kami lewat kota Jogja lagi dan Dj. melihat ada satu bangunan sangat besar… Dj. tanya ke sopir taxi, bangunan apa itu…??? Dia jelaskan itu Mal HARTONO, satu Mal yang paling besar di Jogjakarta.
Waaaaaaw….Jadi sangat penasaran dan Dj. bertanya, apa mungkin ada waktu nanti sepulang dari Prambanan, mampir ke sana. Sopir taxi yang baik, hanya senyum dan berkata, jelas bisa bapak, kita masih banyak waktu.

Jadi kami akhirnya sampai ke Candi Prambanan dan Dj. beli karcis pribumi yang harganya hanya 10% dari harga karcis orang asing. Buaya mau dikadali…Hahahahahahahahahaha…!!!

Satu hal yang sama dengan saat di Borobudur…Kami keluar dan tidak tahu ada dimana…Kami cari tempat parkiran mobil tapi hanya ada sedikit mobil saja…Kami masih jalan dan mencari, malah ketemu pasar…Ya. jelas Susi dan Eva ingin lihat apa yang mereka jual…Untuk Susi dan Eva ppasar tersebut cukup menyenangkan…Karena banyaknya pilihan yang mereka tawarkan…

Nah ya, akhirnya kami ketemu sopir taxi kami, yang mana dia juga sudah mencari kami. Pengalaman di Borobudur, dia pikir kami salah pintu keluar dan ternyata dia benar. Hahahahahahahahahahaha…!!! Setalah ketemu, kamipun lega dan dia hanya berkata, bapak tunggu saja di sini, saya ambil mobilnya. Hal ini benar-benar satu pengalaman yang indah… 3 anak-anak yang hilang malah kluyuran masuk keluar pasar sambil melihat-lihat yang tidak ada di Mainz.

Dari Prambanan, kami mampir ke Mal HARTONO dan sedikit melihat-lihat. Mal yang begitu besar dan dengan toko-toko mewah, sayang kelihatan sepi, mungkin juga masih baru. Kami tidak membeli apa-apa, karena kalau barang mewah, di Mainz juga banyak, jadi hanya sekedar melihat-lihat saja. Dan kemudian istirahat di satu cafe dan kemudian pulang ke hotel.

Nah itu semua cerita Borobudur dan Prambanan yang tidak pernah membosankan. Dan untuk kami, selalu mendapat pengalaman yang baru. Makan pisang dan tempe goreng yang hanya Rp. 5000,- Hahahahahahahaha…!!! (opo tumon…???).

Okay…Banyak sudah yang Dj. ceritakan…Mohon maaf, bila banyak salah ketik dan juga kata-kata yang kurang berkenan. Terimakasih untuk perhatian anda semuanya, yang selalu setia membaca oret-oretan Dj. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Kiranya berkat dan Kasih TUHAN YESUS yang adalah KRISTUS, akan selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

14 Comments to "Borobudur dan Prambanan"

  1. Lani  26 November, 2017 at 13:17

    Mas DJ: Bagaimana caranya ngapusi utk beli ticket biarpun wajah jawa, bisa boso jowo tp klu diminta bukti KTP ora duwe njur pie le arep ngapusi mas? Mmgnya penjual ticket tdk menanyakan KTP/paspor?

  2. Dj. 813  24 November, 2017 at 02:51

    Lani 22 November, 2017 at 12:25

    Mas DJ: wakakakak………..aku ngakak sampai nibo tangi ditambah koprol krn mas sampai deleg2 harga pisang goreng dan mendoan yg sgt amat murah sptnya mangan gratis yo mas……..kkkkkkk………

    Tapi mmg benar adanya murah bangeti.

    James: aku sdh bbrp kali ke Borobudur dan Prambanan klu skrng ndak mau kesana lagi krn bakal dikemplang harga ticketnya krn aku org asing kkkkkkkk……….

    Kalau tdk harganya 10 kali lipat dr WNI
    ——————————————————-
    Hallo yu Lani . . .
    Mahalo yu . . . .
    Benar sekali, itu makanan sangat-sangat murah . . .
    Seperti hadiah saja . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Tapi yu Lani lkan masih wajah Jawa dan bisa bicara bahasa Jawa .
    Bisa beli ticket untuk pribumi yang memang harga untuk orang asing 10X lipat .

    Salam manis dari Mainz yu dan semoga sehat selalu .

  3. Dj. 813  24 November, 2017 at 02:46

    Yee Lan 21 November, 2017 at 19:52

    Nuhun pisan DJ.
    BALTYRA.com mantappp
    Salam dari BANDUNG euy.
    ———————————————
    Hallo Yee Lan . . .
    Hatur Nuhun atuh, sudah mampir di oret-oretan Dj .
    Kumaha Neng . . . ? ?
    Damang . . . ? ? ?
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Semoga sehat selalu ya . . .
    Salam manis dari Mainz .

  4. Dj. 813  24 November, 2017 at 02:44

    SierliFP 21 November, 2017 at 13:57

    Senengnya jalan2 ke candi Borobudur dan Prambanan, walopun cuaca panas tetap dijalani dgn sukacita ya Om..ikut senang bacanya.
    ————————————————–

    Hallo Sierli FP . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Yuuuup . . . ! ! !
    Walau kami “mungkin” sudah lebih dari 3 X kesana, tapi tidak pernah bosan .
    Apalagi dulu saat anak-anak masih kecil-kecil dan sekarang mereka ingin melihatnya lagi .

    Justru panas itu yang mereka cari, terutama untuk Eva yang ingin coklat kulitnya . . . Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *