Cinta yang Tersia-sia

Dian Nugraheni

 

Suryo menatap Tantri, istrinya yang diam tertunduk, “benar, sudah tega kamu ninggalin aku dan anak-anak..? Sudah nggak bisa ingat bagaimana perjuangan kita hingga kita bisa tinggal di sini, bertahun-tahun, bisa kerja, anak-anak bisa sekolah, meski kita penduduk ilegal di sini..?”

Tantri terisak, tertahan, “aku harus pergi.., titip anak-anak…, nanti kalau semua sudah beres, anak-anak akan aku jemput…biar tinggal bersamaku…”

Suryo, memendam kesedihan yang dalam, menatap istrinya yang hari itu berkeras pamit, akan pergi ke Syracus, sebuah kota di New York State, bagian atas, hampir dekat dengan air terjun yang terkenal, Niagara Falls. Tantri, pergi ke Syracus untuk menemui kekasih barunya, seorang bule Amerika, James. Antara Tantri memang jatuh cinta pada bule itu, dan Tantri pun punya harapan, bila menikah dengan citizen Amerika, maka dia akan bisa merubah status warga ilegalnya, menjadi warga resmi, karena disponsori oleh suami bulenya nanti.

Di dalam bis antar state, Greyhound, Tantri melamunkan banyak hal, tentang bagaimana dia, dan kedua anaknya, serta suaminya, datang ke Amerika sebagai turis, tapi kemudian mereka terus menggelap, tak pulang ketika visa kunjungan habis. Amerika adalah sebuah negara yang cukup aman untuk imigran gelap, maka Tantri dan keluarganya yang masa tinggalnya sudah expired pun, baik-baik saja, tinggal, bekerja, dan anak-anaknya sekolah tanpa hambatan.

Tiba-tiba, bus berhenti di tengah jalanan sepi. Semua penumpang ricuh bertanya-tanya, “apa yang terjadi..? Kenapa berhenti..?”

Ketika sejenak kemudian, tiga orang polisi imigrasi, sudah memasuki bus, dan melakukan razia. Mereka memeriksa dokumen para penumpang satu demi satu.

Tantri pasti tak pernah mengira, bahwa hari itu adalah sebuah hari yang akan sangat membawa perubahan dalam hidupnya. Polisi imigrasi menemukan bahwa dokumen Tantri sudah kedaluarsa. Ijin tinggal sebagai turis sudah lewat sekian tahun lalu. Tantri, saat itu, hanya bisa pasrah saja.

Tantri, bicara padaku, “Aku ditangkap, dikarantina, lalu aku ditebus oleh pacarku, tapi kemudian aku dipulangkan ke Indonesia…”

Tantri, wajah manisnya nampak sedih dan melamun ketika mengatakan ini padaku, ketika kami bertemu dan ngobrol di teras rumah Kakakku di Indonesia, “Bekas suamiku, dan anak-anakku, sampai hari ini masih ilegal, dan masih tinggal di Amerika. Mereka, tak bisa pulang, kecuali pulang for good ke Indonesia, sedangkan aku sudah diblacklist, nggak akan pernah bisa masuk lagi ke Amerika, dan pacarku yang orang Syracus itu, nggak mau menikahi aku dan tinggal di Indonesia. Dia, maunya, kalau kami menikah, maka kami akan tinggal di Amerika, tapi itu sekarang sudah tak mungkin…”

_Cerpen, detilnya nanti kapan-kapan diceritakan ya…_

NB:
Again and again, kalau lagi niat bikin cerpen, pasti kesusahan cari nama buat tokoh cowok.., sejak dulu kala, cowoknya dikasih nama Suryo mlulu, padahal kisahnya beda-beda..hixixixi..maafkeun ya..

(Foto: musim gugur tahun lalu)

 

 

3 Comments to "Cinta yang Tersia-sia"

  1. Lani  22 November, 2017 at 12:30

    Tantri sial betul nasibmu……………

    James: nampaknya banyak terjadi dimana-mana yg begituan ya………..

  2. James  21 November, 2017 at 12:07

    banyak terjadi demikian juga dengan orang Indonesia di Ozi, pernikahan dan keluarga Berpisah dan Status Amburadul

  3. James  21 November, 2017 at 12:05

    he he itu namanya KARMA, pengennya Menetap nyatanya dikirim Pulang

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *