Malioboro – Jogjakarta

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO… HALLO… HALLO…

Kami masih di Jogja dan… benar sekali, kami tidak lama di Jogja, karena tujuan ke Jogja, untuk Eva yang hanya ingin melihat Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Jelas jalan Malioboro dan Keraton Jogja juga tujuan kami, hal ini tidak mungkin kami lewatkan. Satu-satunya jalan ditengah kota di Jawa yang masih rame, mungkin juga di Indonesia, yang memiliki ciri khas. Ramenya jalanan dan buanyaknya pedagang di trotoar depan toko–toko dan pembali yang berdesak-desakan melewati trotoar. Dulu pernah Dj baca, kalau jalan Malioboro akan dibersihkan seperti jalan Tunjungan di Surabaya.

Untung tidak jadi…Bayangkan kalau seandainya benar-benar dibersihkan, walau akan dibikinkan lokasi yang baru, tapi Dj. yakin kenangan jalan Malioboro tidak akan tergantikan. Setiap tamu, baik pendatang lokal maupun mancanegara, pasti akan melewati jalan Malioboro. Apalagi kalau malam tiba, tidak hanya pedagang pakaian dan pernak pernik saja yang ada. Tapi juga pedagang makanan (lesehan) yang lebih menarik lagi, sudah beberapa tahun ini Dj. lihat group pemain musik. Yang mana dari kejauhan sudah terdengar suara angklung dan gendangnya yang nyaring… BUNG… BUNG… BUNG…!!!

Banyak orang yang asyik ikut berjoget, baik yang langsung maju kedepan, maupun yang bergoyang ditempat.
Asyiiiiiik…. !!! Hahahahahahahaha…!!! Bahkan banyak bus-bus besar, yang Dj. yakin membawa Tourist dari luar kota yang melewati jalan Malioboro…

Okay…

Setelah kemarin seharian, kami jalan ke Borobudur dan Prambanan, malam sampai di Hotel, kami hanya ingin berenang di kolam dan istirahat. Mengingat udara yang cukup panas yang kami alami sepanjang hari, maka adalah satu kenyamanan bisa istirahat di Pool.

Puji TUHAN…!!! Pagi harinya, kami bisa bangun dengan badan sehat, untuk meneruskan rencana kami hari ini.
Pagi itu kami sarapan dengan puas dan cukup banyak…Mengingat hari masih panjang yang harus kami hadapi… (sok tahu) Hahahahahahaha…!!!

Opo tumon… Sarapan dengan mihun goreng, ayam kare dan Croissant… Hahahahahahaha…!!! Dan yang paling kami suka, minum pagi dengan Juice jambu klutuk (jambu batu).

Okay, setelah sarapan, hari itu kami tidak memerlukan Taxi, karena ada istri teman dan putrinya yang mau
menemani kami untuk jalan hari itu. Pagi itu, kami langsung ke Keraton Jogja dan karena sudah sering, maka hanya Susi, Eva dan putri teman yang masuk. Dj. lebih memilih menunggu di Cafe di luar Keraton bersama istri teman yang sudah seperti saudara sendiri. Mohon maaaf, karena Susi hanya sedikit ambil foto, sedang dari Eva belum ada yang Dj. dapatkan.

Hanya cerita mereka cukup seru, karena pemandunya bisa berbahasa Jerman dengan baik. Jadi untuk Eva, mudah dimengerti dan Susi tidak harus menterjemahkan lagi. Setelah keluar dari keraton, maka kami hanya jalan kaki, sampai tempat pembatik. Dan di sana, baru Dj. ingat kalau dua tahun lalu sudah pernah sampai disini dan setelah Dj. perlihatkan foto lukisan Naga yang pernah Dj. beli, maka pelukisnya semakin baik dan menawarkan dengan harga yang cukup bersahabat. Namun oleh Susi masih ditawar juga… Hahahahahahah…!!!

Entah berapa lukisan kecil yang Eva beli dan dia juga mendapat hadiah canting (alat untuzk membatik), dari pelukisnya.

Setelah dari lihat dan beli lukisan dari batik, maka kami menuju ke Malioboro, tapi langsung ke toko bernama MIROTA. Dimana satu toko yang sangat besar sampai 3 lantai dan kerajinan apa saja ada di sana. Bahkan kami malah banyak tertawa, karena yang tadinya kami pikir bahwa MIROTA pasti harganya jauh akan lebih
mahal dari pada di luar, jalan Malioboro atau di pasar di Candi Borobudur. Ternyata salah…!!! Kami banyak lihat barang yang sudah kami beli kemarin di pasar di Candi Borobudurt harganya ternyata 2-3 X dari harga MIROTA.
Walau kami dipalak, tapi kami malah tertawa…. Hahahahahahahaha…!!!

Di Mirota, Susi dan Eva membeli taplak, sprei baju batik yang kelihatan dari motiv dan warna cukup bagus, karena banyak pilihan.

Eva sangat tertarik melihat seorang ibu yang sadang asyik membatik dan dia amati dengan baik. Lalu dia pikir satu idea untuk mengenalkan ke anak didiknya tentang batik. Olehnya dia segera membeli malam dan canting dengan jumlah yang cukup banyak.

Hal ini adalah sesuatu yang baru yang Eva lihat langsung dengan mata sendiri dan dia benar-benar samgat tertarik.
Setelah puas di Mirota, maka untuk makan siang, kami kembali ke Bumbu Desa lagi. Dan karena sudah beberapa kali ke sana, untuk kami jadi cukup mudah untuk memilih makanan.

Dari Bumbu Desa, maka kami kembali dengan Taxi ke Mal Hartono dan teman yang antar kami, karena sudah
ada acara yang lain, maka mereka pun pulang. Jadi kami lebih relax dan santai mau lihat apa saja, maklum kebiasaan kami lama lihat-lihat, jangan sampai yang antar jadi bosan.

Setelah dari Hartono Mal, maka kami kembali ke Hotel untuk sedikit istirahat dan kemudian kembali ke jalan Malioboro…Memang kebetulan Hotel kami juga ada di daerah Maliobora, jadi hanya sebentar jalan kaki saja.
Waktu sudah sore dan menjelang malam, tapi suasana di jalan Malioboro semakin rame dan semakin menarik.
Puji TUHAN…!!! Kami menemukan Starbucks Coffe dan kami bisa sedikit menikmati Maliobora tanpa harus selalu jalan kaki…

Setelah itu, kami juga memasuki Mal di Malioboro dan di sana memang sangat banyak penjual pakaian dari bahan batik. Jelas Eva dan Susi sangat senang untuk bisa melihat-lihat…

Saat Susi ikutan antri beli roti…. Hari itu kami benar sangat puas memanjakan mata, kapan lagi to, kan tidak setiap bulan bisa ke Malioboro… Hahahahahaha…!!! Saat cukup lama kami jalan kiri kanan di Malioboro Mal, maka dilantai atas kami ingat, kalau kami pernah makan pizza di sini. Maka Dj. sarankan untuk makan malam di Restaurant tersebut dan kamipun masuk dan dapat tempat yang bagus.

Pelayan yang cukup ramah dan cekatan…Dan kamipun memesan apa yang kami ingin makan…Eva memesan Lagsane…

Dj. dan Susi hanya pesan 1 pizza saja untuk berdua, karena memang belum begitu lapar.

Dan, setelah kenyang makan…Maka kamipun masih sempat jalan-jalan menelusuri jalan Malioboro, entah mengapa kok ya tidak merasa bosan…Hahahahahahahahahaha…!!! Mungkin juga karena keramaiannya, banyaknya musik di jalanan…

Dan saat kami mencari tempat untuk duduk di trotoar, maka ada sepasang anak manusia yang menawarkan tempat duduknya untuk Susi dan Eva. Mereka mencoba berbahasa Inggris ke Susi, sialan Susi jawab dengan bahasa Jawa… Matur Nuwun… kulo tasih remen mlampah-mlampah kok. Nah lo, itu pasangan malah bengong dan tidak mengerti…, lalu Susi tahu dan dia berkata lagi, terimakasih, saya masih ingin jalan-jalan…Mereka senyum walau masih bengong juga…. Hahahahahahahaha…!!!

Mungkin pikir mereka, apakah mereka lihat orang Jogja yang bule…. Hahahahahahahahaha…!!! Ini dia tidak lucunya Susi, sering bikin orang bengong…

Okay, banyak sudah yang Dj. ceritakan…Minggu depan disambung lagi, perjalanan dari Jogja ke Semarang yang cukup melelahkan…Karena kami kesasar-sasar…. Hahahahahahahaha…!!! Hal ini akan Dj ceritakan di oret-oretan minggu depan ya…Mohon maaf, kalau banyak kata-kata yang tidak berkenan dan juga pasti ada tulisan yang salah nutul. Jangan diambil dalam hati ya…

Terimakasih untuk pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu setia membaca dan membubuhkan komentarnya. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN YESUS KRISTUS selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

23 Comments to "Malioboro – Jogjakarta"

  1. Dj. 813  11 December, 2017 at 03:24

    Terimakasih Ajeng, sudah mampir . . .
    Benar sekali, Jogya ungtuk kami juga selalu ngangenin . . .
    Salam manis dsri Mainz .

  2. rahajeng w  6 December, 2017 at 13:52

    gak ada bosen nya kalau udah cerita jogjajarta suka suka yeyeye… hahahaha jadi pengen k jogja huhuhuuu

  3. Dj. 813  4 December, 2017 at 19:41

    Mas Dj, jalanan2nya di Yogya seru banget ya…..mas tinggal di hotel mana selama di Yogyanya, apa deket dgn Malioboro? Rencana thn depan anak saya mau ke Candi Borobudur dan Prambanan. Selamat mempersiapkan liburan Natal dgn kel.
    ————————————————-

    Hallo Alvina . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Tinggal di Ibis Malioboro .
    Semoga anaknya lancar perjalanan nya ke candi Borobudur dan Prambanan . . .
    Terimakasih, saat ini memang suasana Natal sudah sangat terasa .
    Apalagi kemarin ke Pasar Natal dan seharian turun salju .
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *