Thanksgiving’s Day

Dian Nugraheni

 

Sudah si Mak ceritakan sekilas ya, bagaimana suasana hari raya Thanksgiving di Amrik, yang mirip-mirip dengan Idul Fitri di Indonesia, hampir semua orang, hawanya pengen mudik.

Selain hampir semua orang pengen mudik, juga ada makanan-makanan khas hari raya Thanksgiving, yaitu Roasted Turkey dengan segala ubarampenya, setara dengan Opor dan teman-temannya.

Kali ini, benar-benar si Mak santai, karena anak-anak yang sejak awal sudah berencana punya gawe. Si Mak sih gemes juga, pengen nyaut-nyaut beresin masak, habis kayaknya mereka masak kok santai banget. Tapi begitu si Mak mendekat saja, anak-anak sudah bilang, “udah Maah, pokoknya percaya deh…selesai tepat waktu…”

Bola-bali si Mak nonton Turkey yang sedang dipanggang dalam oven. Nggak puas nonton dari balik kaca oven yang di dalamnya menyala lampu, si Mak buka-buka oven, “kok Turkeynya nggak ada perubahan ya, masih nampak mentah mlulu…(Maksudnya kagak sabar dan khawatir, sudah jam 5an kok Turkeynya belom matang…)

Akhirnya dihardik anak-anak juga, “Maah, baru 25 menit kok..kan dipanggang selama 3 jam…”

Okay deh, akhirnya si Mak cuma nyambel trasi aja, sebab yakin si Mak ga bakalan doyan makan Turkey pakai mashed potato dan gravy-nya…Big No deh…, kagak demen…

Aku lihat Alma mengeluarkan Turkeynya dari oven setiap satu jam, lalu mengolesnya dengan glaze madu yang dicampuri salt pepper dan perasan lemon. Ketika sudah sekitar 2 jam panggang, Turkey sudah mulai nampak “ranum”, dan berkali-kali Alma menyatakan rasa puasnya, “look, the bird is beautiful, Suzane..!”

Dia bilang Suzane, Suzane…, kayaknya niruin dialog dalam sebuah film atau cerita pada sebuah buku..

Daan, akhirnya memang benar, anak-anak menyelesaikan semua pekerjaannya tepat jam 6.56 menjelang malam, sebab kami mengundang beberapa teman jam 7 malam…

Kayaknya anak-anak kalau dikasih kepercayaan ya lancar jaya juga kok bekerja di dapur..

So.., happy Thanksgiving’s Day…terimakasih kepada GustiAllah atas semua karunia yang datang setiap saat. Karunia sehat, karunia tenang hati, karunia anak-anak yang baik buat Mamahnya, karunia teman-teman baik, karunia makanan cukup, dan seterusnya…

Meskipun, di balik perayaan Thanksgiving’s Day ini, sebenere juga ada kisah maha pilu, berdasarkan kisah sejarah masa lalu, tentang kedatangan pertama imigran Eropa, yang disambut baik oleh penduduk asli, yaitu Native American (Indian America), yang kemudian malah terbalik, konon kabarnya, orang-orang Eropa yang disambut dan diterima baik oleh penduduk asli, malah mereka akhirnya membantai penduduk asli…

Jadi, pada perayaan Thanksgiving’s day, menurut kisah sejarah, di baliknya adalah the Mourning Day bagi penduduk asli Amerika.

Tentang hal ini kapan-kapan mbak Di kisahkan lebih detil, tunggu baca-baca buku sejarah dulu ya biar lengkap beritanya…

 

 

2 Comments to "Thanksgiving’s Day"

  1. James  30 November, 2017 at 04:47

    Thanks giving ala Amerika

    Komenku kemaren kok bisa menguap yah

  2. Lani  29 November, 2017 at 00:38

    Dian: Happy Thanksgiving Day! Dari semua foto2 makanan aku malah tergiur dgn sambalnya………..dicocol ke irisan daging Turkey yum!

    Sejak pindah ke Hawaii ora tahu merayakan Thanks giving krn ribet sdg aku sendirian, jd klu tdk dpt undangan dr teman ya ke restaurant saja………..

    Tapi tahun ini ada kejadian yg kurang mengenakkan di restaurant tapi dibalik kisah itu aku malah bersyukur ora sido kelangan duit jebule mahal banget je satu porsi ngicipi dan ber Thanksgiving di restaurant………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *