Usia Tuhan yang Punya

Prabu

 

Kemarin seorang teman mengabarkan, bahwa Pak Bondan “Maknyus” Winarno telah berpulang. Pelopor kuliner ini meninggal di usianya yang “baru” 67 thn. “Selamat jalan, Pak Bondan. Semoga Tuhan YME memberikan tempat terbaik.”

Sementara nun jauh di Youtube sana, pengacara SN, Fredrich mendeklarasikan diri sebagai pecinta kemewahan. Saat diwawancara Najwa, ia bilang bisa menghabiskan 3M-5M untuk spend saat plesiran ke luar negeri. Pengacara yang tidak takut pada siapa pun ini, termasuk golongan orang yang beruntung. Karena di usianya yang ke 67 thn, ia masih bisa menikmati pakai tas Hermes seharga 1M. “Congrat, Pak Fred, semoga malaikat tak lalai menjagamu “

Bondan dan Fredrich, adalah tokoh yang cukup dikenal publik dengan konsistensi prinsipnya namun beda profesi. yang satu gila kuliner, satunya gila bela tersangka. Tapi ada satu kesamaan, yaitu mereka orang-orang sukses dan punya usia sama yaitu 67 thn. Cuma, Bondan lebih cepat dipanggil YMK, sementara Fredirc masih sibuk keluyuran ke MK sambil bergaya nenteng tas Hermesnya. It’s Ok!

Perjalanan hidup macam ke dua tokoh tsb sebetulnya banyak kita temui di sekitar kita. Di level non nasional, dulu ada seorang temen sekolah yang tak bersepatu karena saking miskinnya. Maka ia selalu absen jika ada acara studi banding alias tamasya karena tak mampu beli tiket bus. Namun, berkat keuletannya, ia jadi businessman sukses dengan ratusan karyawan. Di kantornya yang besar, 20 tahun lalu pernah kutanya, “Kamu ini workaholic. Gila kerja. Kapan kau nikmati hidup dengan jalan-jalan. Ayo kita plesiran?”

“Sorry gak ada waktu. Kerja pun aku sudah nikmat, kok”, jawabnya saat itu.

Kini, beberapa bulan lalu aku menjenguknya di RS mewah. Wajahnya segar di usia yang telah tembus 55. Namun hatinya galau karena dokter menyarankan istirahat 1-2 hari lagi.

“Apa yang kau rasakan, kawan?”

“Lelah,” jawahnya. Lalu ia meneruskan, “Dulu, waktu sekolah aku punya waktu tapi gak punya duit. Lalu, kini aku punya duit tapi gak punya waktu”.

“Ok. Ini belum terlambat. Kau perlu jalan-jalan. Nikmatilah dunia yang telah diciptakan YMK ini. Sakitmu ini mungkin peringatan, karena kau cuek-bebek dengan keindahan dunia ini.”

“Maksudmu?”

“Kini kau punya segalanya. Punya waktu, punya duit dan punya nyawa. Karena orang yang paling sial adalah yang punya duit, punya waktu tapi tidur di rumah sakit.”

Nah, sejak itu jika ia pergi plesir selalu beliin tiket aku.

Hidup itu pilihan. Seperti yang dipilih Bondan dan Fredirch.

Begitu pun kita. Apakah termasuk yang dulu punya waktu, tapi ga punya duit. Lalu sukses duitnya berlimpah, tapi ga punya waktu. Dan kini, punya duit, punya waktu tapi ga punya nafsu. Amit-amit deh, Hehehe…*

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

3 Comments to "Usia Tuhan yang Punya"

  1. Sierli FP  5 December, 2017 at 19:25

    Betul mas Prabu. Aku setuju. Dalam hidup segala sesuatu mesti seimbang.
    Terimakasiiiih atas artikelnya.

  2. James  5 December, 2017 at 08:03

    kekayaan secukupnya saja (semua bill mampu dibayar makanan dan kebutuhan terpenuhi) kesehatan prima dengan tetap berolah raga dan menjaganya pergi keliling ketempat yang indah untuk menikmati jerih payah sendiri, stress hilang hidup tenang

  3. Sumonggo  4 December, 2017 at 11:50

    Nafsu besar, tenaga kurang, masih bisa tertolong …
    Nafsu besar, bini kurang, alamak ………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *