Kemarin Secara Terpisah

Dian Nugraheni

 

Ngobrol sama Alma sepanjang jam-jam jalan berdua menikmati suasana musim gugur di seputar Washington, DC.

Aku bilang bahwa, “now we live paycheck to paycheck, but that’s still good…”

Lalu Alma ngelantur tentang uang-uang “masa lalu”, atau uang-uang yang seyogyanya, mereka, Alma dan Cedar punya hak di dalamnya, “kalau uang itu dikasih beneran ke Mamah, kan Mamah punya saving ya…nggak harus kerja sekeras ini…”

Hixixixi, dalam bayangan Alma, si Maknya kerja “sekeras ini”.

Aku jawab, “Ahh enggak juga, kalau uang itu beneran dikasih ke Mamah ya tak beliin rumah di Indonesia aja, kan itu uang rupiah, dibawa ke sini ya rugi..nilainya berkurang jauh…, tapi Mamah gapapa kok, kerja keras itu senang, ketemu banyak orang…, dapet duit…”

Malamnya, ketika kelon sama Cedar, kami ngobrol ngalor-ngidul, dan aku bilang, “Yaa, Mamahmu ini memang bukan perempuan hebat lah ya, cuma bisa kerja di deli.., tapi ya Mamah usahakan uang cukup buat sebulan.., dan yang terpenting, semua hidup dan waktu Mamah, utamanya adalah buat kalian.., juga karena kebahagiaan tertinggi Mamah adalah bila dekat dengan kalian, anak-anak Mamah. Mamah masak makan malam sepulang kerja, Mamah nggak mau jalan-jalan seneng-seneng sendiri, meski digratisin, kalau tanpa kalian…kecuali kalian mengijinkan…itu pun Mamah tetep malas…mending di rumah sama anak-anaknya…”

Cedar, “Mamah, semuanya lebih dari cukup, yang Mamah lakukan selama ini buat anak-anaknya…”

Duhh, mak nyess rasanya…ayem…

Kakak kerja sedikit di sela-sela kuliahnya, dia bayar bill macam-macam nggak pernah lapor si Mak. Tentu saja juga ga pernah lapor si Mak ketka si Kakak memboroskan uangnya untuk belanja sepatu, baju dan make up kesukaannya😜

Alma, masih belom mau kerja, tapi dia nyaris tak pernah minta apa-apa…si Mak yang ajak-ajak, “beli celana yuuk, tuh celana panjangmu udah di atas mata kaki..”😀

Tapi Alma kalau ditawarin gitu, trus rombongan, “juga beli sepatu, earphone, bla..bla..bla..”

Si Mak, “mana yang paling butuh dulu.., sebulan satu item kalau beli tuh, jangan rombongan…”

Alma, “Okay…”

_Masih dalam Thanksgiving’s Day zone_

 

 

2 Comments to "Kemarin Secara Terpisah"

  1. Lani  8 December, 2017 at 00:24

    Dian: Cukup tidak cukup itu relative bagaimana kita memanage keuangan kita saja………..

  2. James  7 December, 2017 at 09:17

    berbahagialah bila anak-anak sangat berbakti kepada ibunya, sudah suatu berkat besar

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *