Really?

Dian Nugraheni

 

Ini aku agak gatel kalau diem aja, maka aku akan coba menanggapi berita yang kliwar-kliwer dishare linknya oleh teman-teman yang mengatakan bahwa 2000an imigran Indonesia korban kerusuhan 1998 segera dideportasi dari Amerika dalam era pemerintahan Trump.

Really..? 2000 orang akan segera dideportasi..? Budgetnya bakalan gede untuk mulangin 2000 orang secara serentak, ya.. Wuih, busset bujubuneng…kalau angka itu benar, ya banyak amat…Nggak tau deh angka itu dari mana. Tapi dari berita VOA beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa 60 orang imigran Indonesia di New Hampshire, Amerika, terancam dideportasi dan dipulangkan ke Indonesia.

Bla..bla..bla…
Soal imigran gelap dan menggelap ini, bila berminat, teman-teman bisa baca artikel yang aku tulis dalam judul “Menggelap” di buku I’M SO SORRY, INDONESIA…

Soal razia oleh ICE, (US Immigration Customs Enforcement), ya memang dia salah satu jenis kerjaannya adalah nangkepin imigran gelap. Mau presidennya Trump, Obama, Bush, ya kerjaannya tetep jalan, alias ga beda-beda amat waktu dulu dengan sekarang.

Sebenere orang tuh ga ketahuan banget kalau dia gelap atau terang di Amrik. Amrik kagak punya cukup duit buat mendata secara personal siapa-siapa sajakah orang gelap. Biasanya orang akan ketahuan kalau gelap, salah satunya adalah kalau dia bertindak kriminal, atau bahkan cuma melakukan kesalahan lalu lintas, maka polisi akan periksa dokumen dia..bla..bla..bla.., ketahuan deh, dia gelap atau terang, maka dari sini dia dianggap melakukan tindak kriminal, maka dia dengan proses tertentu yang enggak pendek, bisa dideportasi.

Atau, kalau jaman beberapa waktu silam, habis peristiwa 9/11, maka semua orang imigran dari negara tertentu, salah satunya adalah Indonesia, maka dia harus daftar ulang. Nah ini dia, pas mereka daftar ulang, ya langsung ketahuan kalau dia gelap atau terang berdasarkan dokumen yang mereka punya. Intinya, habis regristasi ini, malah banyak orang-orang Indonesia yang dipulangkan ke Indonesia. Tapi banyak juga yang melarikan diri, sembunyi, dan sampai hari ini tetep gelap dan hidup aman nyaman di Amrik.

Tapi secuil yang aku akan garisbawahi dalam berita yang kliwar-kliwer soal ini, ada dituliskan bahwa mereka itu adalah korban kerusuhan 1998 di Indonesia saat itu, dan semuanya adalah etnis Cina (Indonesia).

Aku kira harus dicek kembali penulisan berita ini, apakah benar demikian. Kalau aku sih, ragu, soalnya yang mengajukan permohonan suaka di Amrik itu, bukan cuma korban kerusuhan 1998, dan bukan cuma dari etnis Cina Indonesia. Orang-orang dari suku lain pun yang ga jadi korban apa-apa bisa aja mengajukan suaka di Amrik. Tergantung lawyer yang mereka pakai, kalau beruntung, dia bohongan bilang korban kerusuhan, bisa aja digranted kok.

Bla..bla..bla.., untuk banyak hal tertentu, keseharian di Amrik ini bisa saja jadi nampak so kamfret like a sh*t. Urusannya suka ga jelas gitu. Orang yang jujur malah sering ajur, orang yang pinter mluntir dan main muka seribu malah selalu beruntung.

Whatever, pesanku, teman-teman jangan terpancing dengan issue “Cina” yang dimuat dalam berita ini. Sebab kita harus waspada dan cek ricek lagi, agar berita beginian ga jadi pancingan untuk adu argumen dan sahut-sahutan komen yang bikin panas dan mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

 

 

2 Comments to "Really?"

  1. Sumonggo  8 December, 2017 at 16:59

    Terkadang ada yang lebih nikmat kalau gelap-gelapan ….. Sugoi …. Ha ha ….

  2. James  8 December, 2017 at 11:45

    semua yang berbentuk Illegal tentunya Gak Enak sih banyak ekor panjangnya bergelantungan dan hidup kagak tenteram, di Ozi juga masih tumplek tuh

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *