Diet

Hariatni Novitasari

 

Saya sering ditanya orang, diet apa yang paling bagus. Sebagai seorang “kepo”, saya pernah mencoba berbagai macam diet. Yang paling lama vegetarian lacto-ovo. Saya tidak makan daging merah sekitar 6 tahun, ayam dikit banget, lebih banyak ikan, telur, dan kacang-kacangan. Saya pernah juga kombinasikan juga dengan NO SUGAR. Jadi, ketika melakukan satu diet, saya pasti bilang “inilah yang paling bagus… Yang ini kurang bagus karena bla bla bla….”

Tapi kemudian, ada akibat yang saya rasakan setelah sekian lama. Yep, karena saya lama tidak makan daging merah, saya tidak menyadari penyebab mengapa tubuh saya kadang-kadang sering menggigil mendadak atau lemas mendadak dan cepat capek. Atau kalau dalam istilah Eastern Medicine, chi-nya lagi turun. Sampai suatu ketika tanpa sengaja saya makan galbitang karena dipaksa teman saya ketika kami makan di Korean Restaurant. Eh ajaibnya, badan saya langsung enak. Yep, galbitang bahanya adalah iga sapi. Belum percaya ini karena makan daging, beberapa saat lagi, saya coba makan lagi, ternyata badan saya enakan. Sekarang, saya makan daging, karena saya badan saya butuh daging. Dulu, kalau disuruh makan daging, saya mendingan perang. Sekarang, saya makan in moderation karena tubuh saya butuh.

Terus dengan yang No Sugar itu, saya tidak hanya tidak makan nasi, tetapi juga bentukan turunan gula atau asal muasal yang bisa bikin sesuatu manis, termasuk buah. Stop semua. Saya melakukan ini dalam beberapa bulan. Akibatnya????? Emosi saya tidak stabil dan mengalami mood swing. Obatnya? Makan karbolah!

Nah, sekarang kalau saya ditanya diet apa yang paling tepat, jawabannya, dikembalikan ke yang bersangkutan. Kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda. Demikian juga kebutuhannya. Tidak semua orang sama. Lao tse saya, ketika memijat pasiennya, pasti akan beda tiap orangnya. Meski orang yang sama, treatment akan berbeda-beda. Karena tubuh tiap manusia dipengaruhi oleh banyak hal yang berbeda tiap saat.

Kuncinya sebenarnya hanyalah satu: kenali dirimu dan kebutuhan tubuhmu. Itu saja. Simple kan?

 

 

5 Comments to "Diet"

  1. Sierli FP  20 December, 2017 at 11:40

    Iyak simple banget
    Kenali tubuhmu

  2. Lani  20 December, 2017 at 11:30

    Menurutku diet sembarangan malah bikin sakit, atau defisit ini dan itu, jd menurutku makan seimbang saja, baru menjalankan diet klu mmg disarankan oleh dokter terutama kalau menderita penyakit tertentu dan diharuskan diet………….klu badan sehat mengapa hrs diet ini itu……..

  3. James  20 December, 2017 at 09:16

    memang yang jelas kalau tidak makan daging merah akan menyebabkan tubuh sering letih lesu dan kekurangan zat besi sedangkan kalau menngurangi gula atau yang manis-manis tapi menggunakan semua Sugar Free itu malah akan berdampak lebih buruk bagi tubuh karena kalau konsum Sugar Free tapi tubuh mengandung bakteri lebih dari seharusnya makan kadar gula dari Sugar Free itu sendiri akan lebih buruk dari pada Gula itu sendiri, akan lebih jelas terbukti bagi yang diabetik

  4. Alvina VB  20 December, 2017 at 04:09

    Setuju banget, diet mah tergantung sama org masing2 ya…..gak bisa dibilang diet ABC cocok buat saya, blm tentu cocok buat org lain.

  5. Sumonggo  19 December, 2017 at 11:31

    Saya sering membaca tulisan dari dokter Tan Shot Yen mengenai hal-hal berkaitan ini. Intinya kita jangan mudah terbawa gelombang trend bermacam diet, tanpa memahami betul. Jadi harus tetap rasional tanpa emosional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.