Mengenang Tsunami Aceh

Inong Nuzuli

 

Bagai membangun istana di pinggir pantai,

tersapu ombak

yang berkejaran mencapai tepi,

hilang bentuk,

lenyap dibawa bulir putih ombak yang menyapu pantai,

dan hanya membekas di tepian pasir

Deburan ombak menyisir pantai, menyapu segalanya,

menarik ke laut untuk kemudian dihempaskan lagi.

Tak ada yang bisa mencegah gelombang untuk berhenti menerjang, untuk berhenti berkejar-kejaran, untuk berhenti menyapu alam….

Gelombang datang tak bisa dilarang dan gelombang pergi meninggalkan duka lara yang mendalam….

13 tahun yang lalu…

setelah gelombang meninggalkan bekas yang mendalam, mengambil semuanya

dan melenyapkan segala rasa dan cinta…

Tsunami, kata yang tak akan pernah terlupakan hingga akhir masa…

 

 

4 Comments to "Mengenang Tsunami Aceh"

  1. James  4 January, 2018 at 09:07

    serasa kemarin ternyata sudah terjadi lama sekali

  2. Sumonggo  3 January, 2018 at 11:27

    Mungkin beginilah cara alam menyusun keseimbangan baru di Bumi Aceh. Semoga kedamaian selalu menyelimuti masyarakat Aceh.

  3. Nuzuli  2 January, 2018 at 20:40

    Tragedi yang menjadi pelajaran sgt berarti….tq pak han…ayahanda ku

  4. Handoko Widagdo  2 January, 2018 at 20:22

    Tsunami Aceh adalah sebuah peristiwa yang tak akan terlupakan. Doaku untuk masyarakat Aceh semoga pemulihan dianugerahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.