Icy Reflecting Pool dan Pak Polisi, Telolet, Paak…

Dian Nugraheni

 

Semalam, si Kakak bilang, “Mah, Reflecting Pool airnya beku lho…ke sana yuk..”

Reflecting Pool, atau nama lengkapnya Lincoln Memorial Reflecting Pool, adalah sebuah kolam memanjang di area “The Mall”, Washington DC, yang bila ditarik garis, dia akan lurus dengan Monumen Nasional dan Capitol Hill, gedung di mana anggota Congres bekerja. Sehari-hari ketika suhu normal, air kolam yang berkilau akan memantulkan bayangan tugu Monas, alias National Monument.

The Mall adalah area wajib kunjung, bila teman-teman datang ke DC. Meski keliatannya cuma “selapangan”, tapi dijamin deh, 4 hari ga bakalan cukup mengelilingi lapangan yang setiap jengkalnya menyuguhkan kecantikan tersendiri. Belom bila musim bunga Sakura dan Magnolia mekar serempak, dan puluhan museum yang berderet sepanjang kiri kanan jalan di daerah tersebut, pasti juga sangat menarik untuk dilihat-lihat. Yaa, jadi minimal, buat ngubengin The Mall, perlu satu minggu penuh deh, biar puas ya…Di musim liburan panjang kayak Summer, bolehlah mbak Dian jadi guidenya.. 😃

Jadi, demikianlah, siang tadi, dengan gagah gempita perkasa, si Mak dan si Kakak naik kereta bawah tanah, turun di Foggy Bottom stasiun, dan jalan kaki sekitar 15 menit ke arah Reflecting Pool, melawan hawa dingin yang membuat bagian tubuh yang ga tertutupi dengan baik, terasa baal, alias numb. Muka rasanya merat-merot kaku ga karuan, kulit terasa sakit karena terlalu kedinginan.. ☺️

Aku hampir selalu mempunyai catatan khusus tentang musim dingin yang kulalui sejak aku tinggal di Amrik, karena winter adalah musim favoritku. Winter kali ini memang paling brutal dinginnya, bila kuingat flash back sejak delapan musim dingin yang lalu. Winter tahun 2018 ini, banyak hari bersuhu sub zero, sekitar minus 14 Celsius sampai minus 21 Celsius hampir dua minggu ini, masih disertai dengan angin kencang yang bertiup, tanpa turun salju yang berarti. Jadi, cuma dapet gigil dingin, tanpa bisa main-main dengan salju…Winter tahun-tahun lalu pernah sih suhu udara sekitar minus 17 Celsius, tapi cuma kayak sehari, besokannya udah “dingin normal” layaknya winter time…

Nahh, inilah beberapa foto si Mak tadi sore ketika mengunjungi kolam yang biasanya berair, kali ini dia membeku, icy, keras kayak Ice skating arena. Orang-orang bersenang-senang jalan hingga ke tengah pool dan berfoto-foto. Si Mamak di pinggiran aja deh, takut kepleset..he..he…Kesleo, berabe, ga bisa kerja….

Memotret Alma adalah sama dengan memotret objek yang selalu bergerak. Lain dengan si Kakak yang sukanya “berpose”, maka Alma ketika dipotret, dia tidak bisa diperintah untuk berpose, alias sak karepe dewe. Kadang kamera saku milikku tak mampu mengcapturenya dengan baik.

Siang tadi, hari Minggu, aku paksain Alma untuk mau datang ke Reflecting Pool, sebab kemaren ketika aku ke sana sama si Kakak, dia mengeluh masuk angin dan enggan pergi.

Aku, “Al, ini moment langka, ga setiap winter air kolam Reflecting Pool itu beku, kamu harus take your time untuk ke sana…, Mamah anterin..”

Alma, “Okay…, kalau Mamah mau nganterin…” Seolah-olah ini kemauan Mamahnya 🤣

Siang tadi, suhu udara cukup hangat bila dibanding kemaren yang feels like sekitar minus 17an Celsius, hari ini cukup di feels like minus 11an Celsius, dan tanpa tiupan angin yang berarti. Aku agak worry, kalau-kalau esnya mencair, “Cepet Al, jangan kesiangan…!”

Maka kami bergegas ke Reflecting Pool, naik kereta sekitar 15 menit, plus jalan kaki 15 menit sampai ke sana. Dan bener juga, sampai di pool aku lihat permukaan bekuan air yang kemaren nampak bening dan solid, sudah mulai nampak bercak putih di sana-sini, alias sudah mulai agak mencair. Tapi secara keseluruhan, masih layak buat main ice skating 🤣

Sampai di sana, sudah banyak pengunjung. Beberapa orang pasang kamera dengan tripod, seorang ayah mendorong kereta bayi hingga beberapa meter ke tengah pool. Muda-mudi, tua muda, pada bikin foto romans, berpelukan, berciuman…Wuiih, meleleeh…, haru banget ngeliatnya, happy aku, sampai tertawa-tawa melihat mereka berpose dengan jenaka penuh cinta, love is flying in the air… Tentu saja sambil cekrak-cekrek motretin Alma.

Alma kadang main ice skating di ice ring yang ada di mall, maka dia lebih berani, jalan sampai ke tengah pool banget. Aku sampai harus zoom lensa kameraku ketika mencari dia di kerumunan orang.

Aku lambaikan tangan ke Alma untuk segera menepi, karena aku sudah kedinginan. Ketika dia baru saja menepi, tiba-tiba di jalan setapak sebelah kanan pool terdengar klakson mobil polisi, “dhooot…dhooot..dhooot…teloleet..!” Keras banget, lalu polisinya teriak-teriak, “keluar dari pool..keluar dari poool…Keluaaaar…!!”

Luangsuuung, orang-orang yang lagi asyik main es di tengah pool, mak byak pada minggir dalam waktu kurang dari semenit. Hixixi, orang Amrik tuh takut sama polisi, sebab kalau sampai ditangkep, dia akan dicatat identitasnya plus kasusnya, seberat atau seringan apa pun. Ntar kalau nomor ID orang tersebut diketuk, maka semua track recordnya akan terbaca, termasuk bila di dalamnya, “ketangkep ketika main es skating di tempat yang tidak semestinya..” 😜

Yaa, pool ini kolam, bukan ice skating arena, maka nggak boleh buat main-main skating, meski airnya sedang memadat karena beku. Untung udah sempet foto, ya Al..

 

 

2 Comments to "Icy Reflecting Pool dan Pak Polisi, Telolet, Paak…"

  1. Lani  11 January, 2018 at 13:28

    James: wakakakak………..dasar wong kenthir!

    Dian: kamu paling suka winter??????? Hah baru dengar suka berbeku ria……aku mah menghindari winter………walau ada salju dipuncak Maunakea

  2. James  10 January, 2018 at 08:36

    wah kalau suhu sampai 27C below zero sebaiknya biar orang Indonesia yang suka kebiasaan Pipis di jalan disuruh Pipis disana saja agar begitu Pipis BEKU gak bau jengkol pete segala macem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.