Hobby

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini.

Mohon maaf sebelumnya, karena kali ini Dj. tidak akan cerita tentang makanan. Jelas masih ada As di lengan, kalau soal makanan…Tapi, kali ini Dj. ingin cerita satu hal yang sering membikin Dj. senyum dan kadang geleng-geleng kepala sendiri…Mengapa…???

Ya, seperti kebanyakan dari anda tahu, kalau Dj. memiliki banyak hobby…Baik hobby pelihara ikan di aquarium, hobby mancing ikan, hobby pelihara bonsai, hobby makan…juga hobby pacaran…(Hahahahahaha…) de le le…!!!

Entah bagaimana awalnya, Dj. melihat di FB tentang Group bonsai dan salah satunya, Dj. bubuhkan komentar.
Lalu dari Group bonsai satu ke group bonsai yang lain. Benar sekali, karena ada group bonsai Cemara, ada juga group bonsai Pukien tea…ada group Asam.. de el el…Itu masih terbagi lagi, ada group bonsai M (mediun) ada XXL dan juga ada mini Bonsai yang juga disebut MAME:

Karena Dj. menekuni ini hobby sudah lebih dari 40 tahun, maka kadang banyak yang posting yang Dj. rasa lucu-lucu…Okay, mengapa lucu, akan Dj. ceritakan nanti di bahagian bawah…

Sekarang Dj. ingin memperkenalkan, bagaimana “kebanyakan“ orang Eropa memulai dengan hobby. Dulu saat kenal orang teman di Mainz yang ingin punya hobby, Dj. lihat juga cukup lucu (saat itu).

Kebanyakan orang Jerman, masuk di dalam satu club, entah itu club mancing…club mengumpulkan botol minuman yang mini, club mengumpulkan perangko, club pencinta ikan hias…Juga club bonsai…

Dulu hampir tidak percaya kalau di bilang, tidak ada orang Jerman yang tidak masuk dalam satu club (Verein). Di dalam club tersebut sering diadakan seminar bagi mereka yang baru mulai dengan hobbynya, tapi juga untuk mereka yang sudah lama di club, agar bisa menambah pengetahuan. Di sini Dj. lihat sendiri, bagaimana mereka sangat rajin di dalam setiap club.

Contohnya, untuk club mancing, mereka selalu memiliki kolam yang cukup atau sangat besar. Dan membernya juga harus bayar uang iuran setiap bulannya. Tidak hanya itu, mereka bergiliran untuk membersihkan kolam.

Dulu kami pernah masuk di club taman dengan tanah sebesar 600 m2 (Schrebergarten) mengingat kami tinggal di Appartment, jadi tidak punya taman. Jadi kami memerlukan taman untuk berkebun.

Bisa tanam sayuran dan bunga-bunga yang indah-indah, bahkan bisa bikin kolam ikan, dan setiap malam
kalau musim panas, bisa bakar BBQ.(itu yang positifnya). Tapi peraturannya sangat ketat, dari yang 600 M2 itu, boleh dibangun rumah kecil saja sekitar 20 M2. Sepertiga untuk ditanami rumput, 1/3 untuk tanaman bunga dan 1/3 untuk tanam sayuran.

Setiap 2 bulan ada rapat karena ada peraturan baru, tidak boleh ini dan itu. Taman harus selalu rapi dan setiap kali pimpinan club lihat akan ditegur kalau ada yang tidak beres…Kalau terlalu sering ditegur, bisa-bisa diusir dari club.
Kami tahan 7 tahun, kemudian keluar dari club dan harus jual itu, karena pulang kerja, masih harus kerjakan kebun.

Okay…Satu saat Dj. menemani seorang teman untuk beli buku tentang Aquarium dan tentang ikan hias…Dj. saat itu sedikit heran dan bahkan sempat tersenyum, tapi Dj. tetap menemani apa yang dia inginkan. Sesampai di rumahnya, karena penasaran dan bertanya, mengapa dia membeli itu semuanya. Uang yang untuk beli itu semua, sudah bisa untuk beli Aquariumnya.

Lalu dia cerita ke Dj. sebelum dia mulai dengan hobby pelihara ikan, dia ingin terlebih dahulu mengetahui, apakah dia sanggup dan ada waktu untuk memelihara dan merawatnya, baik ikannya juga Aquariumnya. Karena semua hobby, ada sisi positifnya dan ada negatifnya. Tapi sangat benar, akan apa yang dia katakan…

Karena dengan memiliki Aquarium, pasti harus mau membersihkan setiap bulan (paling sedikit), harus sanggup memcuci filternya, juga mengganti airnya. Belum kalau ikan yang di peliharanya itu sakit, jadi cukup repot juga…
Tapi juga senang dan tenang melihat ikan yang indah-indah, apalagi kalau sampai bisa menternakkannya…!!!

Jadi baik suka maupun duka, saat memelihara sesuatu, harus sanggup dan punya waktu untuk hal tersebut.
Bila tidak sanggup, lebih baik jangan memulainya…

Semakin banyak, hobby yang kita miliki, semakin banyak juga rintangan atau problem yang kita akan hadapi…
Ada yang berkata, paling enak hobbya pacaran…Hahahahahahaha…!!! Siapa bilang enak, pacar satu saja bisa bikin pusing, apalagi kalau lebih dari satu…Hahahahahahahahaha…!!!

Okay, itu tadi, bagaimana orang Eropa memulai dengan hobbynya…Dan bagaimana dengan orang Indonesia…!!! Seperti yang juga pernah Dj. alami sendiri, biasanya orang Indonesia, sedikit kurang sabar. Sering tidak mau beli buku untuk pengetahuan awal, jadi langsung beli ikannya, bonsainya, alat pancingannya, beli Aquriumnya, beli apa saja.

Dengan kata lain mencoba-coba tanpa pengetahuan sama sekali, atau hantam kromo, kalau ada kesulitan, itu urusan belakang…Atau, kalau muncul masalah, baru tanya kiri kanan…(mbingungi sendiri). Dan belum tentu yang ditanyapun tahu akan masalah tersebut, tapi berani kasih nasehat. Akibatnya semakin besar lah itu masalahnya. Hahahahahahahaha…!!!

Nah ya, sejak sekitar 15 tahun lalu, Dj. lebih senang bonsai mini (MAME) dari pohon asam. Dj. sudah pernah menulis tentang menanam pohon asam dari biji dan foto dibawah ini, sekarang sudah berumur 10 tahun lebih

Dan dengan segala usaha agar bisa membesarkan pohon asam yang Dj. tanam dari biji. Jelas hal ini juga tidah semudah kebanyakan orang bayangkan. Dari banyaknya buku-buku dan majalah tentang bonsai. Juga pot-pot untuk bonsai mini yang tidak murah harganya.

Tapi hal ini tidak mengurangi semangat Dj. lebih banyak rintangan, maka Dj. rasakan banyaknya
tantangan yang harus Dj. hadapi… Juga banyak pot bonsai yang sebenarnya bukan untuk bonsai, tapi Dj. beli dan Dj. bor bawahnyna agar air bisa lewat. Seperti ini Gajah-gajahan atau angsa-angsa an…(hanya sebagai contoh saja).
Kayu tatakannya juga Dj. pesan saat di Bali, jadi semua ada sejarahnya (kenangannya)

Tapi banyak juga yang di pot bonsai, karena pot yang di atas, tidak setiap saat bisa dibeli. Hanya kalau kebetulan lihat ada dijual di toko saja, baru Dj. beli dan itu sebagai contoh saja.

Hal ini tidak selalu di pot saja…Tapi saat 2 minggu di Bali dan tinggal di Hotel di tepi pantai, maka setiap jalan-jalan di pantai, mata selalu lihat ke bawah. Dan hasilnya ada juga batu karang yang terdampar dan ternyata bisa untuk dekorasi bonsai mini (MAME). Jadi Landscape…tinggal memindahkan bosoai yang sudah Dj. tanam ke lobang batu karang.

Semua perlu usaha dan tidak hanya tanya kiri kanan saja…Dan di bawah ini, ada beberapa contoh dari banyaknya yang Dj. lihat di group bonsai. Dan saat membacanya, Dj. benar-benar merasa begitu lucunya, sehingga semua dengan mudah dipertanyakan di FB, tanpa usaha sendiri. Misalnya ini…(yang Dj. screen shot di HP dari FB). Mengapa tidak dicoba sendiri kan nanti akan tahu, bisa atau tidak.

Juga sedikit lucu, karena pohonnya baru muncul sudah ingin mengawati, padahal sering Dj. tulis…Kalau ingin mengawati, biarkan batangnya berkayu terlebih dahulu agar semakin kuat.

Seandainya dia coba sendiri dia akan lebih punya pengalaman. Karena akan dipotong yang kiri atau yang kanan ya sama saja.

Dan yang di bawah ini, lebih lucu lagi…

Yang ini, mungkin yang nanya sedikit jengkel, karena Dj. jawab…Untuk main dakon dulu, biar belajar jalan-jalan…
Padahal Dj. juga pernah nulis di group, kalau kecik itu perlu dikerat sedikit kulitnya, lalu direndam dalam
air selama 24 jam. maka akan memudahkan pertumbuhan kecambahnya. Tapi orang malas baca dan bertanya, apa yang sudah dijelaskan.

Dan banyak yang dengan bangga, pamer hasil berburu. Tadinya Dj. tidak begitu mudeng, bagaimana bonsai diburu. Ternyata mereka mencuri di hutan dengan cara mendongkel (mbobol pohin di hutan) dan dijadikan bonsai.
Kalau di Jerman, itu hukumannya sangat berat, kalau ketahuan. Ambil kayu di hutan atau batu di kali, kalau ketahuan penjaganya, akan mendapatkan hukuman yang tidak ringan. Di Indonesia, orang masih dengan bebas berburu yang dia ingin kan.

Sedang untuk mancing saja, orang harus memiliki SIM (Surat Ijin Mancing) dan Dj. sekitar 30 tahun lalu harus
3 bulan sekolah dan ujian negara. Itu hanya SIM dari negara, dimana Dj. dinyatakan bisa atau boleh mancing. Tapi dimana Dj. mancing, baik di kolam, di danau atau di kali, di sana Dj. harus beli surat ijin setempat. Bisa untuk 1 hari, 1 minggu atau lebih. Tanpa itu, bila ada kontrol dari polisi, maka akan mendapatkan denda yang besar dan seumur hidup tidak bisa maju sekolah mancing, kecuali pindah ke negara bahagian yang lain.

Nah itu tadi sebahagian dari kejadian yang lucu, karena mereka hanya ingin mudahnya saja. Bahkan ada yang ngeyel, kan sebelum praktek harus tahu teorinya dulu. Dj. jawab, semua teori itu juga ditulis oleh seseorang, setelah dia praktekkan.

Bahkan kadang ada pertanyaan yang Dj. rasa konyol, atau hanya ingin pamer bonsainya saja.

Tapi satu keuntungan juga, dengan ikutan (bergabung) di group bonsai, banyak mengenal dedengkot bonsai di setiap kota di Indonesia. Baik mereka yang tinggal di Padang, Palembang, di Jawa banyak sekali, tapi juga di Madura, Bali, Kupang, juga Makassar. Jadi sewaktu-waktu bisa bertemu dan bisa melihat Kolleksi mereka, saat mudik.

Okay…Itu tadi sebahagian, tentang perbedaan bagaimana orang yang ingin menjajaki Hobby di Jerman dan di Indonesia. Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.

Terimakasih atas perhatian anda semuanya. Terima kasih atas kebaikan pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam Sejahtera dari Mainz (Syalom…!!!)
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

16 Comments to "Hobby"

  1. Dj. 813  29 January, 2018 at 01:56

    Hallo Ajeng . . .
    Tterimakasih ya, sudah mampir . . .
    Salam manis dari Mainz .

  2. Rahajeng  27 January, 2018 at 09:42

    cantik2 bonsai sama pot ny unik2 lho pak Dj…. waaaa…..

  3. Dj. 813  18 January, 2018 at 23:44

    Lani 17 January, 2018 at 23:09

    James: hahaha……..ngakak aku baca komentarmu buka rahasia dapur “hobby tidur pules sembari ngorok”

    Mas DJ: punya hobby bermacam-macam hrs disyukuri jd ora bosan krn klu bosan satu msh ada yg lainnya yg dijadikan hobby………
    ——————————————————

    Benar sekali yu . . .
    Dj. tidak ada waktu untuk bosan . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Benar sekali, itu James, juga punya hobby tidur pules . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Mahalo yu . . .
    Salam manis dari Mainz . . .

  4. Dj. 813  18 January, 2018 at 23:41

    Linda Cheang 17 January, 2018 at 15:16

    ketawa aja, deh, membaca banyak pertanyaan yang bikin jengkel.

    HAHAHAHAHA
    ——————————————-
    Hallo Linda . . .
    Hahahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Ada pertanyaan yang lebih seru lagi . . .
    Si X bertanya , kalau mau mindahin tanaman dari tanah ke pot, bagaimana caranya . . . ? ? ?
    Dj. jawab, sekarang pertanyaan nya . . .
    Dimana tanah nya dan dimana potnya . . . ? ? ?
    Kalau tanahnya di Bandung dan tanaman nya di Surabaya . . .
    Bisa lewat TIKI atau bisa juga naik pesawat . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Entah yang nanya sewot atau tidak . . .
    Hahahahahahahaha . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  5. Dj. 813  18 January, 2018 at 23:37

    James 17 January, 2018 at 07:54

    Hobi tidur pules sembari ngorok
    ————————————————————–

    Hallo James . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Sama seperti Dj.
    begitu bau bantal, tidak sampai menit sudah ilang . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Itulah nikmatnya hidup . . .
    Pagi , bangun dengan badan sehat dan penuh ucapan syukur .
    HALELUYA . . . . ! ! !

  6. James  18 January, 2018 at 09:19

    Ci Lani, kan kalo Bobo disertai Ngorok itu namanya Tidur Pules, berbahagialah orang yang dapat tidur pules karena ada sebagian orang yang susah tidur sampe harus makan obat penenang khusus agar bobo pules

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *