Mengenang Cech Gentong

Handoko Widagdo – Solo

 

Pertemananku dengan Cech Gentong sebatas pertemanan maya. Saya belum pernah sekalipun jumpa dengan beliau. Namun meski pertemanan kami maya, saya merasa sangat akrab dengan beliau. Keakraban kami tertuang dalam keseriusan kami membahas beberapa hal dalam keceriaan.

Pertemuanku dengan Cech Gentong terjadi di laman Baltyra. Kami berdua sama-sama penulis aktif di blog ini. Saat Cech – begitu sapaan saya kepadanya, mengunggah artikel tentang perjalanannya yang semi mistis ke ujung barat Pulau Jawa, saya mulai berteman dengannya. Saya mengomentari artikelnya yang sangat menarik, detail dan mistis. Beliau menanggapinya dengan gaya yang ceria tetapi berbobot.

Diskusi kami berdua semakin gencar saat beliau menyampaikan pertanian di Fiji. Bahkan beliau pernah menawariku untuk membantu Kedutaan Indonesia di Fiji dalam melatih para petani Fiji dalam bercocok tanam padi. Sayang saat itu saya sedang memiliki pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Padahal pekerjaan tersebut sangatlah menarik. Apalagi Fiji adalah negeri yang sangat eksotik.

Laporan perjalanannya ke Brunei Darussalam bersama sang kekasih dituangkan dalam artikel dan foto-foto di FB. Saya sempat bertukar kata melalui media sosial tentang perjalanannya yang penuh bahagia ke sebuah negeri kecil di utara Kalimantan tersebut. Sekali lagi, ia berkomunikasi dengan ceria.

Selanjutnya kami juga suka bercanda tentang makanan yang juga menjadi salah satu bidikan tulisannya di media sosial.

Cech adalah seorang yang ceria, antusiastik dan tidak pernah sekalipun mengungkapkan kemalangan hidupnya di laman media sosial. Ia tak pernah mencela apalagi membuli pihak lain dalam bermedia sosial.

Kini engkau telah mengakhiri perjalananmu di dunia fana Erwin Cech Gentong. Berbahagialah di seberang sama. Keceriaanmu, kesantunanmu dan ketulusanmu dalam bermedia sosial akan tetap menjadi panutan bagiku.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Mengenang Cech Gentong"

  1. Sierli FP  22 May, 2018 at 15:15

    Turut berdukacita.

  2. nu2k  9 April, 2018 at 04:45

    Dimas Handoko, Turut berduka cita.
    Semoga arwahnya diberikan tempat yang layak disisiNYA dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi hari-hari yang mendatang. Amin yra

    nb,
    Lama. terlalu lama tidak bersapa ria. Groeten en dag dag dag, nu2k

  3. Nuchan  14 February, 2018 at 00:02

    Baru baca. Selamat jalan Mas Chech.
    RIP Mas Chech yg baik!

    Mana pisang gorengnya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.