Gereja Mormon

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

FOTO atas, Presiden Soekarno jadi objek. Dia bintang istimewa dalam ibadah umat Gereja Mormon di Salt Lake Tabernacle, Utah, AS. Gereja paling kaya di AS. Hari Minggu pagi, 3 Juni 1956, pukul 08.30 waktu setempat, Soekarno berkhotbah diiringi paduan suara Gereja Mormon yang paling fenomenal itu.

Hari itu hari terakhir Soekarno injak kaki di AS setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama 18 hari. Kunjungan paling sukses seorang presiden luar negeri di AS. Dulu belum ada WhatsApp, facimile, relepon genggam, surel, tetapi semua acara Soekarno di AS berjalan lancar sesuai protokol. Saking suksesnya, selaku tuan rumah, Presiden AS Dwight Eisenhower menulis surat kepada Soekarno tertanggal 5 Juni 1956, “You have taken something of America with you”, tulis Ike, nama kecil Eisenhower, orang yang mengalahkan Hitler.

Di akhir surat Ike menulis, “assalamu ‘alaikum, selamat djalan. Sincerely, DWIGHT D. EISENHOWER (Public Relation Gedung Putih memang pinter). Presiden AS pertama pakai salutasi salam Islam. Soekarno sendiri hampir tak pernah menulis surat dengan salutasi ‘asaalamu ‘alaikum’. Tebolak dunia.

Setelah Soekarno, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang memiliki hubungan dekat dengan petinggi Gereja Mormon. Tahun 2000 ketika kedua kalinya ke AS sebagai presiden RI, Gus Dur mengunjungi Salt Lake City, Utah untuk pengobatan mata. Semua fasilitas dan biaya diberikan penuh oleh Gereja Mormon.

Foto kanan, suasana interior Salt Lake Tabernacle, Kira-kira seperti ini jemaah dengan tertib mendengar khotbah Soekarno yang mengatakan:

“We all have the same God”.

Pertanyaannya:

(1) Semua agama tuhannya SATU.

(2) Setiap agama tuhannya BEDA-BEDA.

BIla SATU, buat apa berantem melulu? Bosen.
Bila BEDA-BEDA, ya buat apa berantem juga? Masing-masing punya.

Karena pusing sama tuhan, banyak orang jadi ateis. Dimatiin tuhan. Mending mati, dianggap gak ada!

 

 

7 Comments to "Gereja Mormon"

  1. Dj. 813  7 February, 2018 at 00:15

    Hallo mas Iwan . . .
    Artikel yang sangat menarik . . .
    Kalau semua TUHAN nya SATU , mengapa kita selalu berantam .
    Nah itu dia satu pertanyaan yang sangat bagus .
    Keluarga yang hanya memiliki 1 ayahpun , anak-anaknya selalu atau sering bertengkar .
    Itu satu halk yang normal .
    Biasa nya anak yang yang lahir terakhir ( si bontot ) atau ragil , lebih dimanja .
    Olehnya selalu bikin ulah dan cari perhatian .
    Sedang kaka-kakanyna yang lebih dewasa, biasanya lebih sabar untuk
    menghadapi suasana yang di hadirkan oleh adiknya .

    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  2. Nuchan  1 February, 2018 at 23:56

    Karena pusing sama tuhan, banyak orang jadi ateis. Dimatiin tuhan. Mending mati, dianggap gak ada!

    Wakakaka nyindir Itsmi nie si atheis hahahaha
    Saking kritisnya Tuhan pun dimatiin sama Itsmi hahaha dan diduga mahluk fiktif hahaha Pretss..Belanda songong…wakakaka

    Kaburrrr…

  3. James  31 January, 2018 at 09:22

    Gereja Mormon ato Gereja Momon ?

  4. Lani  30 January, 2018 at 14:56

    ISK: ngakak aku baca alinea paling pungkasan spt biasanya kalimat pungkasan mmg menggebug………ngekel kepingkel pingkel………..

    James: betul setuju……….

  5. Alvina VB  30 January, 2018 at 13:55

    He…he….Setuju sama James, saya percaya Tuhan, bukan percaya agama. Agama terkadang dikaitkan dengan politik, contohnya Saudi dan Vatikan, terkait erat dengan 2 agama terbesar di dunia.

    Bung Iwan, gak ketarik sama agama (termasuk Mormon), spt yg saya bilang di atas, he…he…
    Gak banyak org yg tahu ya….Mormon itu bukan agama, euy…..

  6. James  30 January, 2018 at 10:11

    Religions and Politics : Do Not Mixed….it is completely different at all…I trust and believe in GOD but not the religions

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  30 January, 2018 at 08:56

    Ada yang mau pindah agama ke Mormon? Ayo, mari saya memberikan fasilitas. Diutamakan yang belum punya agama atau belum punya tuhan.

    Inbox ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.