Jodoh

Wesiati Setyaningsih

 

Kemarin saya terkekeh melihat postingan viral tentang perjalanan seorang cowok dengan cewek. Ada momen-momen setiap tahun, sejak sekolah hingga bekerja. Ironisnya, di foto terakhir ada foto bertiga, si cewek nikah sama orang lain, si cowok jadi tamunya.

Buat saya ini misteri Ilahi yang sangat lucu. Kita sering mengalami hal begini. Sudah lama berharap ternyata kecewa. Cuma kalau liat hal kaya gitu dipost sama orang, kok jadi geli.

Saya kasi liat Dila. Dia bilang sudah liat. Lantas dia nanya,

“Menurut Mama gimana? Kasian siapa? Cowoknya yang ditinggal nikah apa ceweknya yang nggak diajak nikah juga padahal udah pacaran 10 tahun?”

Saya mikir. “Wait. Kita nggak tau yang terjadi sebenarnya ya. Cuma dari foto. Jadi nggak tau pertimbangan si cewek nikah itu apa.” Kata saya.

“Trus, yang orang bilang “mending nikah sama yang buruan melamar daripada bertahan sama orang yang nggak melamar juga,” bener nggak tuh?”

“Jadi gini,” kata saya. “Pacaran lama itu kondisinya kaya apa? Apakah memang bener-bener klik, atau bertahan lama karena dua orang ini menghindari konflik. Bisa aja misal kamu pacaran lama, tapi kamu nggak pernah berani mengutarakan pendapatmu tentang kamu yang sebenarnya ateis. karena kamu tau pasti jadi ribut. Jadi sebenarnya nggak klik benar kan? Nah, pacaran lama ini karena apa dulu?”

“Jadi?”

“Kalo pacaran lama karena udah bener-bener klik, semua-mua bisa kamu diskusikan sama dia, bego aja kalo tiba-tiba milih orang lain hanya karena dia yang lebih dulu melamar. Ninggalin pacar yang udah 10 tahun dan cocok banget cuma demi sebuah pernikahan, lantas mempertaruhkan sisa hidup sama orang yang kamu nggak yakin benar. Kan bodoh itu. Nagapain se-desperate itu harus nikah?”

“Yang bener gimana?”

“Ya jalani aja dulu. Udah 10 tahun ya nggak papa kalo memang belum yakin nikah. Nah beda kalo pacaran lama tadi hanya menjaga hubungan, eman-eman udah kadung lama. Tapi sebenarnya nggak klik banget. Kalo tiba-tiba ada yang ngajak nikah dan bener2 klik, ya why not?”

Dila manggut-manggut.

“Kalo masalah foto-foto yang viral itu, kita nggak tau, itu emang mereka pacaran apa sahabatan. Jangan-jangan emang cuma temen sejak sekolah. Tapi dia suka ngajak foto di momen-momen tertentu. Tau-tau ceweknya punya pacar. Trus nikah. Kita kan nggak tau.”

“Iya juga.”

Demikianlah diskusi saya sama Dila. Seenggaknya dia sudah punya referensi untuk nggak buru-buru nikah cuma gara-gara ada yang melamar.

 

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian "kesasar" menjadi guru. Mencoba mendobrak "pakem baku" proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya. Sering dianggap "off-track" bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

2 Comments to "Jodoh"

  1. ariffani  16 February, 2018 at 09:06

    kok aku juga belom2 merid? hahhahahaha,, sudahlah kalo emang ada jodoh utk menikah ya menikah. kalo gak ada ya berarti jodoh yang lain..

  2. James  14 February, 2018 at 08:07

    jodoh ditangan Hansip

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.