Parade Dewa-dewa Cap Go Meh 2018

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

BARU sekali seumur hidup lihat parade Cap Go Meh setelah bertahun-tahun gagal batal. Ternyata banyak para Dewa diarak. Tidak boleh ada seorang pun melintas di atas para Dewa. Jembatan penyeberangan orang dijaga petugas. Bila Dewa melintas di bawah, akses ditutup sementara. Tak boleh melintas. Menunggu Dewa melintas. Itu pun harus membakar kertas ritual di bawah jembatan.

Jaman Now masih ada yang percaya seperti itu? Buaaanyaaakkk…Orang berebut menyentuh kursi Dewa. Menaruh sejumlah uang di bawah kursinya. Bahkan selfie dengan Dewa.

Logika yang diagungkan ternyata terbentur dengan banyak fenomena yang tak bisa dijelaskan atau belum mampu diungkapkan.

Kalau logika seperti pisau maha tajam yang dapat menyelesaikan banyak hal, tetap tak bisa dipakai untuk semua hal dalam kehidupan.

Emang bisa menebang pohon pakai pisau cukur atau silet yang maha tajam? Lapor saya sekarang kalau bisa…

 

 

3 Comments to "Parade Dewa-dewa Cap Go Meh 2018"

  1. Lani  9 March, 2018 at 05:11

    ISK: Wah klu soal sembah menyembah dewa-dewi aku ora melu2.

  2. James  8 March, 2018 at 08:09

    gak ngerti itu Dewa ada dimana, Dewa apa,dan mengapa harus disembah-sembah….tahunya cuma tiu adalah Patung disembah terus ya tentu ada isinya, sekali salah jadi kualat

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  7 March, 2018 at 12:13

    Jelaskan dong Om JC mengapa kita tidak boleh melintas di atas jembatan saat dewa lewat di bawahnya? Mengapa mereka harsu merlari saat melintas di bawah jembatan? Mengapa harus bakar kertas tepat di bawah jembatan saat sebelum dewa melintas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.