Aku Pikir

Dian Nugraheni

 

Banyak orang sangat bersiap untuk merayakan, membuat pesta, dan memuncrat-muncratkan semangat kayak kembang api yang disulut, untuk menyambut tahun baru, kemudian setelah puas dengan perayaan, lalu capek, tidur molor sampai besokan harinya.

Aku pikir, perayaan tahun baru hanyalah sebuah “tradisi” yang dulu-dulunya, entah dibikin oleh siapa…

Kalau nanya, siapa sih yang membesar-besarkan sehingga pergantian tahun mesti dirayakan sedemikian heboh dengan segala pernak-perniknya..? Halah, paling yang dituduh duluan adalah negara-negara barat. Let’s say, Amrik..

Ya, iyalah, Amrik tuh udah jelas-jelas ngaku bahwa dia negara kapitalis, jadi apa-apa ya ujung-ujungnya memang mengeruk “keuntungan” termasuk mengcreate dan menjual besar-besaran apa pun yang bisa dijual. Maka memang iya kalau apa-apa, di Amrik ini, “dirayakan.”

Dari hari Ibu, Hari Bapak, Hari Kemerdekaan, Valentine, Christmas, Tahun Baru, St. Patric Day, Mardi Gras…dan seterusnya, just name it..! Semua dirayakan, semua butuh pernak-pernik sesuai moment, semua butuh makanan minuman disajikan, dan seterusnya.., maka semua butuh dibeli. Dibeli pakai uang, bla..bla..bla.., di sini hukum permintaan dan penawaran berlaku. Dagang.., keuntungan, uang..!!

Lalu kenapa..? Ya nggak kenapa-kenapa..Aku sih seneng-seneng aja kok, sebab di balik hura-hura perayaan itu selalu terselip suatu hubungan yang baik, yang manis, dan menghangatkan. Saling peluk, berbagi, memberi semangat, dan seterusnya…

Cuma yaa, secara pribadi sih gue kagak percaya banget sama resolusi apa tah itu yang dicanangkan di awal tahun, dan akan dijalani sepanjang tahun, lalu direview di akhir tahun nanti.

Mungkin kebanyakan orang hanya ikut-ikutan bikin resolusi, atau memang dia pengen something lalu dijadikan resolusi, whatever…

Kenapa aku berpikir begitu..?
Ya, karena aku makhluk merdeka. Aku terlalu riuh dan selalu ingin bergerak bebas, moving fast. Aku susahlah kalau harus “dikurung” dengan resolusi apa pun itu.

Coba bayangkeun, orang semerdeka aku suruh terpancang dan apa-apa dikembalikan ke pikiran, wah, ini ga sesuai janji resolusiku, wah ini berarti cheating, bla..bla..bla..Menderita eaaaa….setahun loh boook…, loe harus dikungkung oleh resolusi itu…

Hidup loe flat dong, Mak.., nggak punya cita-cita..?

Eaaa…, ga begitu juga sih…Hidup sudah susah, tugasku buat diri sendiri adalah make new resolution setiap saat setiap waktu tanpa harus dikekang waktu sampai berapa lama resolusi itu harus aku pertahankan, karena hidup adalah perjalanan. Dan di dalamnya banyak yang sifatnya fleksibel, banyak juga kita nemuin hal-hal baru yang kita ga duga..

Jadi..?

Jadi aku ga perlu resolusi tahunan. Sebab pun, tahun berganti bagiku cuma kayak Senin lanjut jadi Selasa. Semua harus disambut dengan gempita, gembira, dan penuh resolusi bila memang diperlukan..

Selebihnya,
Enjoy lah eaaaaa….!!

 

 

2 Comments to "Aku Pikir"

  1. James  15 March, 2018 at 08:06

    Aku pikir itu Pelita Hati sajalah

  2. Lani  14 March, 2018 at 10:12

    Dian: Kalau semuanya hrs dirayakan dgn hura2 full gegap gempita berapa duit hrs dikeluarkan? Aku ora melu2 dgn hal2 spt itu santai waelah…….yg penting sehat, bahagia dan hidup trs berlanjut

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *