Mohon Maaf

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA….

Salam Damai dari Mainz…

Mohon dimaafkan, minggu lalu tidak ada oret-oretan Dj. dan kali ini hanya singkat saja…Karena banyaknya dari anda yang sudah bertanya melalui WA. Memang bukan maksud Dj. untuk mengecewakan anda, hanya saja saat ini, suasana kurang bagus.

Jujur Dj. sendiri sedikit bingung, akan memulai dari mana…??? Karena sejak bulan Februari sanpai Maret cukup sibuk, Karena satu dan lain hal. Padahal Dj. sudah ada rencana dan bahkan sudah sedikit menulis tentang Paskah…Tapi situasi yang kami alami benar-benar cukup merebut pikiran kami sekeluarga. Dan hal ini sebenarnya tidak ingin Dj. ceritakan di sini, terlalu ke kanak-kanakan. Tapi ini lah yang ada pada kami saat ini dan Dj. juga tidak ingin mengada-ada…

Baiklah akan Dj. coba untuk sedikit bercerita dan semoga anda semua tidak menjadi salah paham.

Setelah menjalani operasi kanker usus dan chemo beberapa bulan dan kemudian sudah dinyatakan bersih atau sehat kembali. Rambut di kepala yang tadinya sudah rontok, juga mulai tumbuh dengan lebat. Namun apa daya, awal bulan Februari, ternyata kambuh lagi dan semakin ganas…Yang mana akhirnya harus masuk Rumah Sakit lagi dan di Rumah Sakit mendapat perawatan yang baik. Dokter ada rencana untuk mengoperasi ulang, tapi setelah diadakan banyak pemeriksaan, dokterpun tidak sanggup lagi. Alias menyerah dan hanya bisa memberikan obat untuk agar tidak banyak merasakan rasa sakit (mengulur waktu yang ada)

Itulah nasib dari kakaknya Susi (kakak ipar Dj.), satu-satunya yang kami semua cintai. Yang mana dia masuk Group WA Fam. Paisan di Jerman, dimana kami setiap hari saling menyapa dan berbagi pikiran. Wanita, yang berpenampilan tegas dan berbicara apa yang dia pikir dan bercanda.

Setiap minggu kami ke Rumah Sakit di Kampoeng dan bahkan kadang 2 X dalam seminggu, mengingat jaraknya yang tidak dekat. Kami semua dan kakaknya Susi juga tahu, kalau waktunya tidak akan lama lagi. Di sinilah letak duka kami, dimana setiap kali kami masih bisa berbicara (ngobrol) dan Dj, selalu dengan candaan, kamu akan sembuh. Dengan maksud agar tidak terlalu berpikir yang negative.

Susi yang selalu memapahnya ke WC kalau kami sedang tengok dia. Kata-kata yang selalu mengiang di telinga kami dan membikin kami selalu berbicara tentang dia. Sampai dengan tanggal 19 Maret lalu, jam 22:50 kami dapat kabar dari putranya dan kamipun langsung berangkat ke kampoeng.

Hal ini jujur belum pernah Dj. alami, karena duka yang sangat mendalam. Dj. telah banyak mengalami dan melihat begaimana mertua laki atau yang perempuan pergi, namun tidak seperti saat ini. Terlalu banyak kenamngan indah yang kami pernah alami bersama dia dan keluarganya. Tapi kehendak TUHAN, kami yakin itu yang terbaik untuk dia dan kami semuanya.

Belum cukup dengan kepergiannya, kemudian masih juga ada pemeriksaan dari badan hukum di Rumah Sakit.
Apakah meninggal dengan normal atau dipercepat. Karena sebelum meninggal, memang mendapat obat Morphium untuk mengurangi rasa sakitnya. Di sinilah, mengapa dia harus diperiksa apakah meninggal secara normal.
Karena di negara seperti Belgia dan beberapa negara yang lain, negara memberi izin kepada Rumah Sakit, bila yang berangkutan, dan keluarganya menghendaki, agar dipercepat, daripada menyiksa dengan rasa sakit yang dialaminya. Namun di Jerman, hal itu dilarang keras. Olehnya, badan hukum harus bertindak dan bahkan seluruh anak-anaknya semua diperiksa. Nah, hal ini banyak memakan waktu berhari bahkan berminggu.

Biasanya orang Jerman, memiliki asuransi jiwa dan asuransi bantuan kematian. Dengan maksud agar keluarga yang di tinggalkan tidak banyak terbeban. Karena biaya kematian di Jerman juga tidak murah dan harga batu Nisan bisa sampai sekitar € 8.000,– € 10.000,- atau lebih. Juga satu perusahaan yang mereka pilih, akan menyelesaikan semua acara pemakaman, baik dari Rumah Sakit di kampoeng, Kremasi di Mainz dan kembali ke Rumah duka serta kebaktian di Geraja sampai di tempat pemakaman tanggal 7 April nanti. Ini juga karena anak-anaknya sepakat untuk membeli 1 pohon di makam yang mana nantinya, disekeliling pohon tersebut akan juga dimakamkan keturunannya.

Okay…Itu tadi sedikit cerita prosedur yang mungkin sedikit berbeda dengan di Indonesia atau di negara yang lain.

Mohon maaaf, bila Dj. juga tidak bisa merespon setiap pertanyaan anda di WA. Tapi dengan oret-oretan ini, semoga anda semua bisa memaklumi keadaan kami saat ini.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra untuk semua perhatiannya. Juga terimakasih kepada anda semuanya yang selalu menantikan hari Selasa dan bahkan menyempatkan bertanya melalui WA.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Teriring salam sejahtera dari Mainz
Dj. dan Susi 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

16 Comments to "Mohon Maaf"

  1. Dj. 813  9 April, 2018 at 00:09

    Hallo Baltyra . . .
    Terimakasih sudah menayangkan oret-oretan Dj.
    Sukses selalu . . .

    Hallo Cak Gun . . .
    Widya . . .
    Mbak Tree . . .
    [email protected] . . .
    Sierli . . .
    Cak Fandi . . .
    s. Goh . .
    Kevie . . .
    Evi . . .
    James . . .
    Hun Po . . .
    Mbak Wiwit . . .
    Yu Lani . . .
    Mas Handoko . . .

    Anda semua, terimakasih untuk semua sympati nya . . .
    Juga andas semua yang telah membubuhkan jempolnya .

    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA . . . ! ! !

  2. Handoko Widagdo  5 April, 2018 at 06:34

    Nderek bebela sungkawa Mas Djoko.

  3. Lani  5 April, 2018 at 01:20

    Ikut berbelasungkawa………semoga diterima disisi Bapa. Aku pernah ada disana jadi maklum dan sgt mengerti bagaimana lika-likunya……….

  4. Wiwit  4 April, 2018 at 22:31

    Turut berduka cita

  5. Po  4 April, 2018 at 16:55

    Turut berduka cita

  6. s.Goh  4 April, 2018 at 11:37

    RIP…..Turut Berduka Cita

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.