UNIK

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Pertama, kami sekeluarga ucapkan banyak terimakasih atas sympati anda semua, menjelang masa duka kami
akhir-akhir ini. Bukan maksud Dj. untuk menuliskan oret-oretan di Baltyra, tapi mengingat banyaknya pertanyaan di WA dan FB.

Yang mana, biasanya Dj. selalu balas WA dan FB yang masuk, namun belakangna ini banyak yang tidak Dj. jawab, bahkan Dj. hapus. Sekali lagi…TERIMAKASIH…!!! dan MAAAAAF…!!!

Kali ini, Dj. ingin sedikit cerita, bagaimana jalannya pemakaman kakak ipar di Kampoeng. Hal ini karena acara pemakaman yang tidak seperti pada umumnya, diadakan di kuburan. Namun pemakaman kakak ipar Dj. di HUTAN. Ya, anda tidak salah membaca dan hal inilah yang membikin Dj. sendiri juga sedikit merasa aneh.

Dj. yakin, hal ini belum ada di Indonesia, maupun di kebanyakan negara lain. Juga di Jerman, belum lama ada, karena pemakaman ini tidak memakai batu nisan. Karena ini adalah hutan lindung, makan semua serba natur dan bahkan tempat abu jenazah pun tidak boleh dari porzelain atau besi. Tapi dibikin dari kayu, agar nantinya menyatu dengan tanah. Jadi keluarga yang ditinggalkan, yakni anak-anak mereka membeli 1 pohon di hutan untuk jangka waktu 99 tahun, mungkin nantinya bisa diperpanjang. Dan di sekitar pohon tersebut, jenazah dikebumikan, juga nanti semua keturunannya.

Puji TUHAN…!!! Orang Jerman mengatakan, kalau Malaikat bepergian, maka Matahari akan bersinar terang.
Dan hari itu, tanggal 7 April, Matahari benar-benar bersinar terang dan suhu mencapai 24° C. Padahal beberapa hari sebelumnya, mendung, hujan dan cukup dingin, mendekati 0°C, walau tidak minus.

Hari itu, kamipun sampai di Hutan di dekat di kampoeng yang kami tuju, pepohonan masih belum sempurna mengeluarkan daunnya. Karena baru awal musim semi.

Dan setelah semua keluarga kumpul di tempat parkir mobil dan kami dipersilahkan masuk ke dalam hutan, menuju ke tempat dimana kami berkumpul. Ooooo ya, pemakaman ini, tidak untuk umum, jadi hanya anak-cucu almarhum, kami sekeluarga bersama anak-cucu, adik kakak sepupu dan dua tetangga dekat dari almarhum saja.

Sesampainya kami semua di tempat yang dimaksud, maka disana ada satu Salib besar dan di depan Salib ada Altar dimana tempat abu jenazah diletakkan.

Seperti Dj. tulis di atas, bahwa tempat abupun dibuat dari kayu. Di sini tidak dipimpin oleh pendeta. Dj. kurang tahu, megapa…??? Bisa jadi pendetanya tidak setuju (tapi itu hanya perkiraan Dj. saja). Jadi semua dipimpin oleh kepala penjaga hutan dan ditutup dengan doa Bapa Kami. Dan setelah itu, kami semua menuju ke arah dimana liang kubur sudah disiapkan oleh satu perusahaan pemakaman yang mengurusnya sejak keluar dari Rumah Sakit.

Dan foto di bawah ini adalah rombongan dari anak-anak almarhum bersama pasangannya.

Saat tempat abu dimasukkan ke dalam liang kubur.

Dan dimulai dari anak-cucu almarhum dan kemudian kami, memasukkan bunga dan membacakan doa perpisahan.

Setelah semua mendapatkan waktu untuk berpisah dan berdoa, dan sedikit kembali ngobrol dengan sanak saudara yang hadir saat itu. Maka kamipun berpisah dengan keluarga di kampoeng dan kembali ke Mainz.

Nah, itulah salah satu cara pemakaman di Jerman saat ini. Bila di negara dimana anda tinggal, juga ada acara pemakaman seperti ini, silahkan diceritakan.

Terimakasih atas perhatian anda semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Mohon maaaf bila banyak kata-kata yang salah tulis atau kata-kata yang kurang berkenan.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN YESUS yang adalah KRISTUS, menyertai kita semuanya.

 

Salam manis dari kami di Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

11 Comments to "UNIK"

  1. s.Goh  16 April, 2018 at 10:12

    R.I.P…..TURUT BERDUKA CITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *