Melupakan Mantan Sedih Banget

Audry Djayasupena – Belanda

 

Melupakan mantan dalam hidup kita memang sangat. . . sangatttt. . . sulit. Padahal mantan kita itu selama hidup bersama tidak perhatian. Dia selalu bikin hati kita sedih, tidak pernah membuat bahagia. Sebenarnya, sepantasnya dia sangat memperhatikan dan menyayangi kita sebagai pasangan hidupnya kala bersama.

Tetapi apa yang kita harapkan dari jalinan cinta kasih selama hidup bersamanya, agar mendapat kebahagiaan, ternyata tidak kita dapatkan. Malahan, sebaliknya, yang ada dari hari ke hari kita menemukan penderitaan dan penderitaan. Akhirnya, karena sudah tidak tahan dan tak lagi membahagiakan, kita memutuskan untuk meninggalkannya.

Walaupun harus diakui, melupakan seseorang yang pernah kita amat sayangi tidak mudah. Terlebih jika selepas meninggalkannya, kita masih membuka jalan komunikasi dengannya, itu akan lebih menyakitkan.

Bagaimana kita bisa melupakan dan menendang dia jauh-jauh dalam hidup kita kalau segala akses untuk berhubungan dengan dia masih terbuka. Misalnya sekadar sapaan lewat email, sms atau messenger ketika online, ”Hai apa kabar?”

Kalau memang bener-bener kita ingin melupakannya dan putus hubungan dengannya, hapus dia dari hidup kita selamanya. Begitu kita memutuskan berpisah dari sang kekasih, sebaiknya cepat membuang nomer telepon, alamat email, chat messenger dan segala akses komunikasi dengannya. Tutup rapat-rapat segala akses berhubungan dengannya. Titik!

Namun untuk melupakannya, jangan pernah cepat-cepat dan mudah jatuh cinta ke pelukan orang lain. Karena itu tidak akan membantu kita menghilangkan rasa nyeri, pedih dan sakit hati. Kalau terlalu tergesa-gesa kita berhubungan dengan seseorang, apalagi lalu tinggal bersama atau bahkan malah mungkin terburu-buru memutuskan menikah dengan alasan agar bisa cepat-cepat melupakan mantan sang pujaan hati, nantinya kita malah akan menyesal karena telah memilih orang dan jalan hidup yang salah. Sebab kita memutuskan di saat jiwa kita masih labil.

Daripada cepat-cepat mencari pengganti baru, sebaiknya kita mencari kesibukan dan aktivitas lain dalam dengan kehidupan sosial kita. Mencari lingkungan baru, teman-teman baru dan berkonsentrasi terhadap aktivitas baru. Perlahan-lahan, kita mulai mempelajari teman dekat atau pacar yang baru, tetapi bukan berarti kita harus langsung berhubungan dan menjalin cinta dengannya. karena dalam situasi ini kita masih belum bisa menjalin hubungan yang serius dengan seseorang di saat diri masih labil. Itu tetap tidak akan membantu.

Sebaiknya kita hanya berteman tapi mesra saja. Sekedar have a fun. Sebab jika kita berhubungan dengan pacar baru, itu juga tidak fair untuk dia di saat kita masih dibayang-bayangi sosok mantan kekasih kita.

Dalam situasi terpuruk seperti itu, kita pun membutuhkan seorang teman. Bukannya hanya teman sekedar teman, tetapi yang kita cari adalah seorang sahabat. Seorang teman sejati tentunya. Karena teman sejati akan selalu siap mendengarkan kita dalam keadaan senang dan susah. Teman kita itu pasti selalu berada di saat kita membutuhkannya.

Untuk sementara waktu, sebaiknya kita juga memutuskan hubungan dengan kawan-kawan mantan kita, sampai suasana hati mendingin dan bisa menguasai diri dari situasi durjana selepas berpisah dengan mantan pujaan hati.

Memutuskan hubungan pertemanan dengan teman-teman yang mengenal mantan kita tentu sebenernya tidak baik dan kita merasa nggak enak. Karena bisa jadi mereka berprasangka lain dan keheran-heranan dengan perubahan sikap kita itu.

Mereka pasti bertanya-tanya, kenapa putus dengan mantan tapi malah mereka juga turut dimusuhi, bukankah nggak ada hubungannya kan. Tetapi demi kebaikan kita sendiri, biarlah prasangka itu berlalu seperti angin. Kelak kita bisa menjelaskannya kepada mereka tentang situasi hati kita yang sesungguhnya.

Sebaiknya kita juga mencoba menikmati hidup kita dengan hal-hal kecil ataupun hal-hal besar yang bisa menyenangkan hidup kita sambil pelan-pelan melupakannya.

Pokoknya ”Keep in mind especially that life does not stop because your relationship is off. The sea is full, packed with fish!

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

One Response to "Melupakan Mantan Sedih Banget"

  1. James  21 April, 2018 at 06:08

    MANTAN…..baik buruknya dan positif negatifnya tidak mungkin dilupakan, suatu saat pasti akan terkenang kembali makanya ada istilah CLBK

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.