Pasar Klewer

Muhammad Lutfi

 

SOLO – Pasar Klewer sudah selesai direnovasi. Pasar tradisional yang menjadi ikon masyarakat Solo itu telah direnovasi kembali oleh PEMKOT SOLO Terletak di lokasi yang strategis dan berada di sebelah selatan Masjid Agung Solo itu dapat kita lihat dengan mudah. Banyak pengunjung yang mengunjungi Pasar Klewer, ada tua, remaja yang berpasangan dengan pacarnya, atau bahkan keluarga. Di sini, ada berbagai jenis barang belanja yang dijual grosir dengan harga terjangkau. Bisa dibilang, harga yang bermasyarakat.

Kios di Pasar Klewer yang belum dibuka (Sumber Foto : Muhammad Lutfi)

 

Dulu Pasar Klewer ini pernah kebakaran pada 27 Desember 2014 kemudian di bangun lalu diresmikan oleh Pak Jokowi Presiden RI ke-7 pada (21/4/2017). Peresmian ditandai dengan penulisan prasasti dan potong pita oleh beliau. Di sini, mencakup produk-produk lokal dan domestik meliputi Jepara, Pekalongan, dan Tegal. Mulai dari pedagang etnis Tionghoa dan pribumi dapat kita jumpai seperti di pasar-pasar umum. Pengunjung bisa naik menggunakan eskalator atau lift, walaupun ada lift yang belum selesai diperbaiki. Bila pengunjung berdesakan bisa menggunakan tangga di pintu utama ataupun di samping kios.

Menurut salah satu sumber, pedagang yang berjualan baju di kios Pasar Klewer “Kios yang kali ini berbeda dengan yang dahulu. Yang dahulu lebih luas, lebar, dan leluasa. Kali ini, sedikit sempit dengan ukuran perkios yang berbentuk persegi panjang.”

Barang dagangan di Pasar Klewer (Sumber Foto: Muhammad Lutfi)

 

Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasar dan orang yang lalu lalang di balkon. Jika parkiran di dalam sudah penuh, maka dapat pula parkir di belakang gedung pasar. Di belakang gedung pasar digunakan untuk parkir para pedagang supaya mereka dapat dengan mudah keluar masuk mengambil barang dagangan.

Pengunjung yang berbelanja dengan pacar, orang tua, ataupun temannya boleh melihat sendiri segala fasilitas yang telah disediakan seperti toilet, musholla. Dan yang pasti tidak kalah ramai dengan Pasar Klewer dahulu.

Walaupun di sini pasar tradisional, tetapi bagi kaum muda yang ingin tampil modis ada juga pakaian dan yang pasti kekinian dan terbaru. Di Klewer bukan lagi hanya untuk kegiatan perdagangan, tetapi juga untuk orang-orang yang suka belanja dengan harga murah di sinilah tempatnya. Terkenal dengan kualitas dan  harga yang cukup murah.

 

Note Redaksi:

Muhammad Lutfi, terima kasih sudah bergabung di BALTYRA.com. Selamat datang! Semoga betah dan kerasan ya, dan juga ditunggu artikel-artikel lainnya.

 

 

About Muhammad Lutfi

Penyair bernama Muhammad Lutfi ini lahir di Pati. Belajar menulis puisi dengan otodidaks dan membaca. Sejak kecil memang sudah suka menulis cerita dari dongeng yang dibaca. Kemampuan sajaknya terasah saat membaca biografi dan puisi W.S. Rendra yang membuatnya takjub. Buku puisi tunggalnya yang ber-ISBN berjudul Kumpulan Puisi Kenangan yang diterbitkan oleh Ajrie Publisher.

Arsip Artikel

3 Comments to "Pasar Klewer"

  1. James  3 May, 2018 at 09:25

    he he he mbak Lani kalau di Bandung mengatakan Klewer itu asosiasinya ke Kampret karena di Bandung Klewer itu berarti kepakan sayap Kalong Kampret, seperti contoh Atos = sudah kalau di Bandung sedang di Jawa kalau gak salah Atos = keras kan ?

  2. Lani  2 May, 2018 at 07:28

    James: Klewer itu bukan kalong atau kampret………..

    Klewer kalau dibikin kalimat pating klewer= mungkin bisa diartikan tali sepatunya kepanjangan, celana kedodoran………..

  3. James  28 April, 2018 at 06:47

    pasar Klewer = pasar Kalong ?

    nomor satu……dah lama kagak balapan lagi euy, mana pembalap-pembalap lainnya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.