HaHaHaHaHaHa (2)…!!!

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA…

Saat Dj. nulis ini masih terus tertawa, karena mengingat bagaimana kami sekeluarga hari ini banyak sekali tertawa. Tapi menertawakan diri sendiri lho ya….

Nah ya, seperti biasanya, atau kebiasaan kami setiap akhir pekan selalu ngumpul bersama. Hanya si Sulung dengan keluarganya yang hari ini ada acara yang lain.

Setelah sarapan bersama, maka seperti biasanya, Susi dan anak-anak ambil kartu dan akan main UNO. Tapi hari ini Dj. punya idea yang lain…T I N G…!!! (di dalam benak Dj.). Karena hal ini sudah cukup lama tidak kami mainkan lagi.

Langsung Dj. ambil biji asam yang di botol, sudah cukup banyak yang Dj. kumpulkan. Dan Dj. kasih lihat satu permainan (SURUH), mainan jaman Dj. masih kecil dulu (mainan anak-anak perempuan). Itu biji asem disebar dan nantinya diambil dengan alat (kertas), dulu jamannya Dj. masih dengan daun. Maklum sekarang cukup sulit cari daun dan juga sayang kalau ambil daun dari bonsai. Hahahahahahahahaha….

Setelah main suruh…Yang mana untuk mereka cukup sulit…Maka Dj. ambil mainan yang lain yang kami beli di Semarang saat mudik tahun lalu, yaitu BECKEL…Dj. rasa masih banyak dari kita yang kenal mainan ini.(Dj. yakin mbak DA pasti pernah main beckelan…). Kami beli cukup banyak, karena Eva ingin kasih lihat murid-muridnya. Bagaimana anak-anak dulu bermain, sebelum ada HP dan Internet.

Naaaaah, mainan ini sedikit lebih seru dari pada suruh tadi. Mengingat orang Eropa tidak secekatan seperti orang Asia pada umumnya. Jadi, pertama Dj. kasih lihat dan belajar melempar bola ke atas, jatuh dan mental kembali ke udara dan menangkapnya.

Semua bergairah dan terlihat memang tidak mudah, karena perlu konsentrasi yang tinggi dan cukup tegang juga. Hal ini merupakan satu tantangan, dimana Eva bilang, harus bisa…Hahahahahahaha…!!! Itupun, bolanya bisa lari kiri kanan, padahal belum dengan mengambil beckelnya. Selang 30 menit sudah lebih baik dan bola sudah sering bisa ditangkap. Sekarang belajar sambil mengambil beckelnya, belum membalikkannya. Nah di sini, banyak kejadian yang membikin kami semua tertawa. Karena konsentrasi mulai terbagi 2, saat sebar itu beckel, maka bolanya sering loncat tidak teratur dan sulit untuk ditangkap. Bahkan satu saat, bolanya Daniel loncat dan masuk ke cangkir kopinya Eva…Mendadak pecahkan gelak tawa yang cukup keras dari kami semuanya…

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA….!!! !

Sungguh satu kebahagiaan tersendiri, boleh melihat keluarga tertawa lepas, sampai Susi tidak tahan dengan sakit perutnya, karena tertawa…Hahahahahahahahahaha…!!! Inilah tertawa yang sehat, dimana kami bisa mentertawakan diri sendiri.

Ini Eva ambil bola Beckel dari cangkir kopinya…

Akhirnya, setelah tenang, maka kami akhiri permainan Beckel dan Dj. masih ada satu idea lagi. Maka, Dj. ambil karet gelang dari gudang, karena memang kami punya cukup banyak. Nah…Dj. ceritakan cara bermain dan mereka menuruti aturan yang Dj. katakan. Dan mulailah Daniel yang pertama melempar 1 karet gelang, sedangkan Susi dan Eva melihatnya, kemudian mereka bergantian melemparkan karet gelangnya.

Kejadia ini berulang beberapa menit, sampai ada salah satu dari kami, yaitu Daniel yang melempar dengan tepat.
Karena karetnya jatuh di atas karet yang lain, jadi dia dinyatakan menang…Boleh ambil semua karet yang ada di ubin…Kalau ada karet yang jatuh di atas karet yang lain, maka pemain dinyatakan menang dan boleh ambil semua karet yang di ubin. Dan mulaillah mereka mengerti dan menyeletuk…Oooooo…begitu, tahu begitu kan sudah dari tadi…semua tertawa…Hahahahahahaha…!!!

Ternyata mereka semua sangat tertarik dengan permainan karet ini. Bahkan Susi akan perlihatkan ke anak-anaknya di TK dan bisa menjadi satu permainan yang cukup bagus. Karena hanya sekedar melempar kan saja, tapi bisa menang…Dan mereka bertanya, apa nama permainan ini, sangat asyik…Dj. jawab…KACAMATA…Karena setelah satu karet yang dilempar ada di atas karet yang lain, maka terlihat seperti kacamata. Mereka semua tertawa lagi, karena nama itu cukup lucu dan bagus untuk ini permainan.

Okay…Silahkan mencoba dengan keluarga sendiri, agar anak-anak tidak hanya bermain di depan HP atau laptop saja.

Mohon maaaf, bila banyak salah kata-kata salah tulis…

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya, juga terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN KITA YESUS KRISTUS, selalu menaungi kehidupan kita setiap hari.

 

Salam manis dari kami di Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

17 Comments to "HaHaHaHaHaHa (2)…!!!"

  1. Dj. 813  25 May, 2018 at 19:29

    EA. Inakawa . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Anda sangat benar, walau kelihatan nya so spele . . .
    Tapi lebih bagus daripada hanya bermain HP.
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam Sejahtera dari Mainz .

  2. rahajeng  25 May, 2018 at 11:32

    permainan tradisional juga ini pak Dj jaman ajeng masih kecil hoby sekali main ini….

    beckel,,
    warna bola ny juga lucu cantik dan unik

    salam sehat pak Dj

  3. EA.Inakawa  7 May, 2018 at 17:39

    Permainan ini memang mengasyikan sekaligus refreshing,dampak positif nya banyak sekali termasuk melatih motorik bagaimana mata & tangan saling berkordinasi….salam sehat

  4. Dj. 813  7 May, 2018 at 02:21

    Terimakasih untuk anda semua yang telah membubuhkan jempol nya .
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA . . . ! ! !

  5. Dj. 813  7 May, 2018 at 02:20

    James 3 May, 2018 at 09:11

    mas DJ di Bandung biasanya disebut Beklen, ada satu lagi permainan umum di Indonesia jadul yaitu Congklak yang memakai kuwuk itu loh, harusnya dibawa juga ke Mainz, keren euy orang Jerman pada main Beklen sama karet gelang
    ——————————————————————-

    Hallo James . . .
    Hatur Nuhun, sudah mampir . . . .
    Benar sekali , Congklak , kami malah punya 3 .
    Yang 2 dibeli di Jawa dan 1 kami beli di Bali .
    Dan 1 sudah Susi Hibahkan ke taman kanak-kanak .

    Dengan permainan, Becklen atau karet, agar mereka juga ingat akan asal-usul ayah atau opa mereka . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam sejahtera dari Mainz .

  6. Dj. 813  7 May, 2018 at 02:16

    Cornelia 2 May, 2018 at 17:33

    Hahahahahaa kenapa br skrang di ajarkan Dj, jd tringat masa kecilku. Lucu jg ya …..
    ————————————

    Hallo Cori . . .
    Tarimakasih mi . . .
    Kami sduah dari dulu mengajarkan, hanya saja tidak rajin . .
    Karena mereka punya kesibukan yang lain nya . . .
    Okay, salam manis dari Mainz ..

  7. Dj. 813  7 May, 2018 at 02:13

    Tri 2 May, 2018 at 09:39

    Benar mas Dj,permainan tradisional harus dimainkan lagi.Ini sangat mengasikkan.Permainan yg membuat kita tidak egois dan menyendiri.
    Masih banyak lagi yg lainnya,spt main kelereng,engkle,loncat tali,dsb.
    Pasti lebih seru.
    Ok,salam dari Sidoarjo
    —————————————————

    Hallo mbak Tree . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Olehnya Dj. beli saat mudik dan kami ajarkan ke anak cucu .
    Kalau kelereng di Jerman, malah bagus-bagus . . .
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.