Jangan Hanya Mengutuk

Chandra Sasadara

 

Saat korban sudah berjatuhan, kalian baru mengutuk. Kemana kalian selama ini? Radikalisme tak musnah hanya dengan kutukan! Dokrin busuk itu tak bisa hilang hanya dengan gerutu dan sumpah serapah.
.
Mereka tak pernah tidur nyenyak saat kalian hidup nyaman. Mereka tak pernah hidup tenang saat kalian menjalani rutinitas ke kantor/bekerja, ke tempat ibadah, dan berlibur. Mereka merelakan kesenangan hidup hanya untuk menyakiti kalian! Mereka memunguti recehan untuk membiayai kejahatan. Mereka merebut hati muda-mudi agar mau dikorbankan. Mereka sembunyi-sembunyi untuk merakit senjata mematikan; agar kalian ketakutan dan menyerah kepada kebengisan.


.
Lihatlah siapa para bomber di tempat-tempat ibadah itu. Mereka perempuan, mungkin usianya kurang dari 30 tahun, tapi kebenciannya kepada orang lain sanggup membuat mereka merelakan nyawanya. Kalian bisa membantu untuk mencegahnya, setidaknya bisa mengurangi perkembangannya. Para perancang kematian itu tak hidup di gurun, tapi di masyarakat, di mana kalian hidup. Para pembunuh itu hidup berdampingan dengan kalian, bergentayangan menyasar sanak kerabat kalian untuk dikorbankan.
.
Mulailah bekerja seperti mereka bekerja! Relakan sedikit kesenanganmu, periksalah siapa guru ngaji anak-anakmu? Siapa mentor agama anak-anakmu di sekolah maupun di lingkungan rumah? Siapa kawan diskusi anak-anakmu? Luangkan waktu membaca buku-buku pelajaran anak-anakmu? Siapa yang berkotbah di masjid/mushalahmu? Cermati lingkungan tempat tinggalmu? Luangkan waktumu untuk bertetangga. Pokoknya buka mata kalian di mana pun tinggal, apapun keyakinanmu!
.
Pastikan adik-adikmu, anak-anakmu, keponakan-keponakanmu, dan siapa saja yang bisa kau jangkau di sekitarmu tidak berada dalam pengaruh orang-orang dan bacaan-bacaan jahat yang mengajarakan kebencian kepada orang lain, menyakiti sesama, dan merasa paling berhak atas kebenaran. Waspada bukan pekerjaan mahal, bukan!
.

#stopradikalisme
#stopterorisme

 

 

3 Comments to "Jangan Hanya Mengutuk"

  1. Tammy  21 May, 2018 at 14:28

    Serem banget liat begitu maraknya “ustad2” di Indonesia yg mendukung paham radikal, entah itu terang2an, ato malu2. Kenapa ulama2 bijak tidak pernah terang2an menegur mereka ini? Jadi kangen Gus Dur.
    Btw, terima kasih artikelnya, Chandra.

  2. djasMerahputih  17 May, 2018 at 20:29

    Kelengahan yg disengaja..??
    Cuma bisa berharap Polri dan TNI tetap berhikmat pada NKRI.

    Persatoean adalah koentji..!!!

  3. James  15 May, 2018 at 11:23

    Bom meledak bergantian oleh orang-orang yang Bebas Hukum sepulang dari Suriah sono, siapa yang salah ? Pemerintah Tidak Tegas itu nyata makanya Teroris sangat subur berkembang di Indonesia, dinegara lain Warga yang balik dari Suriah ISIS sono langsung diciduk dan di Adili Menurut Hukum yang berlaku tanpa ampun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.