60 Tahun PRRI/PERMESTA

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

INI foto jepretan ayah saya. Visualnya Overste Jonosewojo sedang mendengar arahan KSAD Letjen Nasution awal Mei 1958. Overste (LetKol) Jonosewojo jabatannya Kepala Staf Komando Indonesia Timur saat itu untuk menumpas separatisme di Indonesia Timur dan Sumatera bagian tengah era58-1962.

Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner RI) di Sumatera Barat dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) dideklarasikan awal 1957 adalah bentuk hubungan yang buruk antara pusat (di Jawa) dan daerah (luar Jawa). Akhirnya berujung kepada separatisme yang didukung nyata kekuatan asing (AS dan sekutunya) serta aseng (Taiwan).

Tokoh pembangkangan separatisme itu banyak diketuai oleh pejuang negeri ini. Tapi ini tidak usah dibahas. Yang jelas seorang tokoh utama dari separatisme itu, kini putranya yang capres abadi paling lantang bicara ‘kedaulatan negeri’, ‘penguasaan asing’, ‘intervensi aseng’. Dan banyak anak-anak/cucu-cucu mereka bicara seperti pahlawan kesiangan mengkritik pemerintah secara tak akurat dan menyesatkan fakta (falsification).

Saya akan ‘telanjangi’ mereka – kalau saya mau – secara pribadi, siapa-siapa yang leluhur mereka anti NKRI di era 1958-1962.

PS: Overste Jonosewojo adalah kakek sahabat baik saya, Kanti W. Janis. Beliau seorang militer profesional dan juga jago tenis (pernah ketua PELTI, Persatuan Lawn Tennis Indonesia). Nama lengkapnya KRM Hario Jonosewojo Handajaningrat, cucu KGPAA Mangkunegara VI. Pak Jonosewojo sahabat baik ayah saya saat itu.

 

 

3 Comments to "60 Tahun PRRI/PERMESTA"

  1. Alvina VB  5 June, 2018 at 05:49

    Telanjangi saja kalau dah deket2 Pemilu, soalnya Indonesia negara penuh org2 yg amnesia.

  2. Sumonggo  30 May, 2018 at 18:18

    Tadinya semua adalah saudara. Salah satu “luka” sejarah yang perlu diungkapkan secara transparan. Seandainya saja Bung Hatta tidak mengundurkan diri, mungkin jalan sejarah akan berbeda.

  3. James  30 May, 2018 at 11:37

    Sejarah diawal Kemerdekaan RI, saat itu NKRI sangat banyak rongrongan dari dalam

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.