Kenyataannya

Dian Nugraheni

 

Amrik di mana aku tinggal, seputar Washington DC, itu 12 jam lebih lambat dari Indonesiaku waktu Indonesia bagian barat. Artinya, taruhlah di situ hari Rabu Malam, maka di Amrikku adalah Rabu pagi.

Soal mulai puasa Ramadhan, maka yang sudah-sudah kulalui bertahun-tahun tinggal di Amrik, ya itu tadi, kalau teman-teman mulai hari Kamis ini, maka kami akan mulai di hari yang sama, Kamis, tapi Kamisnya itu akan tiba 12 jam lebih lambat dari Kamis teman-teman di Indonesia..

Nahh, ini kali, berita dari mulut ke mulut menyatakan bahwa puasa Ramadhan untuk Amrik, akan dimulai pada hari Rabu, maka pada Selasa malam, sudah tarawih. Yaa, aku ikutin ajalah, mulai puasa hari Rabu ini, satu hari lebih awal dari teman-teman di Indonesia.

Kubilang berita dari mulut ke mulut karena memang yang memberitahuku adalah teman-teman kerja yang orang Indonesia, dan mereka aktif di kegiatan keagamaan, sedangkan aku, enggak pernah aktif, ya sudah jadi penerima berita saja…he..he.. Juga tetangga apartemen, orang MAroko bilang, bahwa puasa Ramadhan dimulai hari Rabu.

Puasa kali ini jatuh di musim semi, lumayan adem dikiiit…keingetan bahwa selama ini, bertahun-tahun kami berRamadhan yang jatuh di musim panas. Terbayang betapa huebohnya, karena di musim panas, hari terang lebih panjang dari hari gelap. Dan tentu saja, suhu udara rata-rata musim panas akan jauh lebih panas ketimbang musim semi. Biasanya, buka puasa di musim panas, akan jatuh sekitar jam 8.30 malam, ya karena mataharinya baru mau liyep-liyep ngantuk jam segitu…hixixi, ini matahari ngeyelan, wong biasanya bobok jam 6 sore, kalau musim panas, dia banyak main, boboknya mulai jam 8.30 malam.

Nahh, musim semi ini, tadi udah cek sedikit-sedikit, maka maghrib akan tiba sekitar jam 8.20an menit.

Pengennya sih enggak masak, soalnya Alma sedang ga puasa, kakak lagi ke state lain untuk suatu urusan, jadi rasanya bakalan cukup buka dengan segelas teh tubruk panas saja dan cemilan yang ada.

Tapi, demi buka kulkas…hmmm, ternyata ada beberapa bahan makanan yang harus segera diselamatkan dengan cara dimasak. Ya udah, akhirnya malah masak sedikit semur daging giling dan terong untuk Alma, enggak pedes kan…Nah buat Mamak, Sotong dan King Oyster mushroom yang udah beberapa hari lalu dibeli, dimasak cabe hijau disantenin dikit.

Nggak ketinggalan, selamatkan pisang tanduk dan Yams (ubi merah)…, jadilah semangkuk kolak, yang dimasak cepat kilat dan ga pakai ribet…

Foto makanan enggak boleh diupload dong…ntar dikira “sangpeng” (sang penggoda) si Mamak ini…situ puasa kok sini upload foto makanan ya…

Yaa, udah deh, gitu aja..

Selamat menikmati Ramadhan, ya, teman-teman semua…

Marii..Mamak menanti waktunya tiba…berbuka puasa dengan yang ganteng…ehh, yang manis…

 

 

2 Comments to "Kenyataannya"

  1. Sumonggo  30 May, 2018 at 17:29

    Selamat berbuka puasa bagi yang sudah waktunya berbuka

  2. James  30 May, 2018 at 11:41

    selamat Melakukan Ibadah Puasa bagi mereka yang ikut serta menunaikannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.