Kita Adalah Pinjaman

Ulin

 

Musik masih menghentak, peluh bercucuran, ketiak beraroma eksotis; saya baru saja selesai dengan ritual sore, angkat galon dan barbel mini…hihi…

Saya cukup sadar dengan kesehatan jiwa dan raga. Rajin aktifitas fisik dan bersikap riang gembira kaya Dora sangat bermanfaat. Waktu kecil saya punya tubuh yang agak aneh, mengalami bermacam-macam reaksi alergi. Mari sebutkan, mulai dari batuk, pilek, gatal biduran, murus-murus, kulit mengelupas…wew!

Diverse Hands Holding The Word Healthy

Kalau makan kacang tanah lebih dari segenggam, saya bisa murus dua hari, kena serbuk bunga tertentu atau debu alien saya pilek dan kadang batuk, tidak cocok dengan makanan tertentu bisa batuk ga berhenti-berhenti. Biduran? Ya, itu bentol gatal besar-besar bisa diakibatkan hampir banyak hal; mulai dari telur ayam kampung, udang, rajungan…oh kalau yang ini saya bisa muntah-muntah parah. Badan panas meriang sudah ngga keitung berapa kali.

Coba sebutkanlah makanan apa saja yang jadi kesukaan banyak orang di dunia ini. Kadang, sekarang, saya pikir kalau saya ini adalah anak adopsi dari planet lain. Makanya reaksi molekul yang ditunjukin badan saya pada banyak hal di bumi ini seperti melawan, ingat kan reaksi Superman kalo ngadepin batu kripton?

Pernah saya terbaring di kasur akibat diare, tiga hari tidak bangun-bangun kata orang tua saya. Ketika terbangun saya merasa lapar berat, kain kompres sampai dikira roti…hahaha. Waktu ke Puskesmas, pada akhirnya, dokter mendelik. Diare akut bisa berujung kematian. Saya selamat. Tuhan kasihan sama anak kecil lucu kaya saya kali, supaya bisa banyak main dulu di dunia.

Obat yang saya minum macam-macam, tablet – pil – sirup, rupa-rupa warnanya, merah – kuning – kelabu…jangan dilanjut, nanti kesebut hijau bisa meletus. Dari obat dokter sampe segala rupa air doa dari ustad dan kyai. Katanya, ada yang bilang, kalau saya selamat hidup sampai besar, saya bakal jadi orang hebat…horeeee. Tapi sampai sekarang badan saya masih kecil mungil, gimana dong?

Dari Bismillahirrahmanirrahim, saya selalu sadar kalau Tuhan teramat sayang ke saya. Ia penuh kasih dan penyayang, saya harus balas dengan penuh kasih. Itu juga yang membuat saya sadar menjaga raga dan jiwa supaya sehat senantiasa. Saya tahu pasti ini semua pinjaman. Ia pasti meminjamankan agar bermanfaat.

Saya cukup menyesalkan begitu banyak orang pandai, berpengaruh, serta memiliki kebermanfaatan untuk orang banyak namun berusia singkat karena sikap hidup sembrono. Kalau sudah sakit-sakitan tidak bisa begitu berdaya untuk membantu.

Hanya dengan menjaga kesehatan, berusia lebih panjanglah kita, bisa lebih bermanfaat, lebih luas, lebih lama, lebih banyak yang menikmati. Setelah segala upaya selebihnya serahkan pada kehendak Tuhan. Pun andainya Ia meminta kembali apa yang menjadi milikNya, semua kembali dalam keadaan sebaik-baiknya.

Ruh kita adalah entitas ketuhanan, raga kita adalah pinjaman.

~ Ulin ~
April 2018

 

 

3 Comments to "Kita Adalah Pinjaman"

  1. Lani  9 June, 2018 at 01:02

    Baru tahu ternyata dirimu banyak problem kesehatan……..moga2 dgn rutin berolahraga akan membaik dan lebih sehat

  2. James  7 June, 2018 at 11:20

    tubuh fisil akan kembali kepada tanah nantinya, lambat laun tapi pasti

  3. Sumonggo  6 June, 2018 at 12:03

    Tubuh fisik ini hanyalah alat, untuk menjalankan kewajiban di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.