Capres Amien Rais

Chandra Sasadara

 

Akhirnya kita tahu ke mana muara semua pernyataan-pernyataan politik Mbah AR selama ini, termasuk pernyataannya yang berbunyi “Tuhan malu jika tak mengabulkan doa ganti presiden” dan keyakinannya bahwa “Allah pasti melengserkan Jokowi.” Mbah AR ternyata ingin nyapres, Cuk!

Bagiku, mungkin bagi orang lain, bahkan bagi PAN, pernyataan Mbah AR mau nyapres merupakan kabar gembira:

1. Kalau Mbah AR berniat nyapres, dia bisa fokus pada pencapresannya dan mulai merancang program memajukan Indonesia agar dapat ditandingkan dengan program capres lain: Jokowi, Prabowo, Gatot, AHY, SBY, dan TGB. Bagiku, Mbah AR sudah cukup sekedar menjadi calo politik untuk Capres lain, saatnya modal kecangkeman (banyak mulut), hantam sana-hantam sini, menyeret-nyeret nama Tuhan, atau menggunakan simbol-simbol agama seperti jihad, perang badar, dll bisa digunakan untuk kepentingan pencapresannya sendiri.

2. Kalau Mbah AR nyapres, sebagian besar warga Indonesia pasti suka, sebab mereka pasti jengah mendengar penyataan politisi yang berlagak preman dan penuh ancaman seperti ini: “pertumpahan darah (bloodshed), itu nanti ada masanya, kalau semua mentok SAYA KIRA ITU PERLU, tapi itu masih jauh, masih ada cara lain.” Dengan nyapres, Mbah AR akan terlihat sebagai petarung, tanpa perlu mengeluarkan ancaman seperti itu: bukankah dia menyebut dirinya hanya satu level di bawah Mahathir dari Malaysia?

3. Kalau Mbah AR nyapres, PAN juga tak perlu repot masuk dalam gerbong koalisi “Capres Jokowi.” Jika PAN berniat masuk dalam koalisi gemuk tersebut, maka Mbah AR akan menjadi beban bagi partai matahari biru itu setelah serangannya kepada Jokowi dan pemerintahannya serta kedudukannya sebagai dewan pembina PA 212. Bagi PAN, memaksimalkan sumber daya agar bisa mendorong Mbah AR nyapres jauh lebih masuk akal dibanding pilihan politik apapun dalam kontestasi Pilpres 2019.

Namun sejujurnya, aku tak yakin dengan keseriusan orang ini untuk nyapres, sebab Mbah AR ini jenis “esok dele sore tempe,” mudah berubah, bergantung kemana angin bertiup. Pada 1999 dia mati-matian mengganjal Megawati agar Gus Dur bisa menjadi presiden. Pada 2001, dia mati-matian melengserkan Gus Dur agar Megawati bisa menjadi presiden. Pada 1998, Mbah AR menulis artikel di Harian Republika agar Prabowo dibawa ke Mahkamah Militer untuk diadili. Pada 2014, dia mati-matian membela Prabowo sebagai Capres, bahkan hingga sekarang.

Apakah Mbah AR benar-benar mencalonkan dirinya sebagai Capres dalam Pilpres mendatang? Hanya Tuhan, Iblis, dan Mbah AR yang tahu!

 

 

7 Comments to "Capres Amien Rais"

  1. EA.Inakawa  7 July, 2018 at 10:54

    Emangnya bisaaaa…..apa iya bisaaaa

  2. Swan Liong Be  23 June, 2018 at 18:35

    Aku malah dibisikin Tuhan kalo Dia lebih malu kalo AR jadi capres, kok!

  3. James  18 June, 2018 at 10:29

    lirilkan mata Iblis Setan Hantu

  4. Sumonggo  13 June, 2018 at 20:58

    Baguslah, buat lucu-lucu-an …..

  5. Lani  13 June, 2018 at 05:14

    Wah bisa hancur minah klu NKRI memilih pemimpin macam ini……..amit2 dah

  6. Tri  12 June, 2018 at 09:46

    Bener 2 aku salut dengan tulisanmu ini kang Makin.Aku seneng bacanya,dan sarujuk dengan pisuhanmu.Soalnya aku sendiri juga geregeten sama mbah AR ini.
    Pancen cuk tenan,ternyata ngiler dadi presiden to

  7. James  12 June, 2018 at 09:06

    gak yakin Warga Bangsa Indoneia mau memilih si Amien Pais ini, mulut dan hati model begitu siapa yang mau, penuh kebusukan, kedengkian akal bulus Iblis sama dah bau tanah juga apa masih mampu memimpin Indonesia ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.