Karakter dan Kekuasaan

Dewi Aichi – Brazil

 

Jika anda ingin menguji karakter seseorang, berilah ia dengan kekuasaan (Abraham Lincoln-presiden Amerika ke-16)

Kalau di Brasil sangat terkenal dengan istilah Syndrome do pequeno poder.

Nah bagaimana jika lingkungan kita, atau lingkungan kerja kita ada orang tipe ini? Yah….desafio total …kuat? Ngga enak banget kan? Seseorang yang tiba-tiba mendapatkan kekuasaan, posisi, jabatan, kekayaan, OKB, etc, beberapa orang ada yang berubah sikap atau kelakuan.

Kalimat yang dilahirkan oleh seorang Abraham Lincoln ini mengatakan bahwa seseorang yang tiba-tiba diangkat untuk bertanggung jawab memberikan keputusan baik hal kecil atau besar, kemudian memanfaatkan kewenangan tersebut untuk menjadikan orang lain dalam lingkungannya menjadi lebih sulit. Hal di atas bisa menjadikan penderitaan individu atau kelompok.

Sindrom ini menyebabkan orang tersebut bersikap menindas, terutama orang-orang yang mendapatkan kekuatan, posisi atau tanggung jawab dan akhirnya menggunakannya dengan cara yang sangat kaku, tanpa mempertimbangkan orang-orang atau situasinya.

Orang ini beranggapan bahwa, aku lho sekarang sedang kejatuhan cahaya Ilahi, aku lho yang bisa memutuskan, aku lho yang harus melakukan. Penempatan orang seperti ini bisa saja kesalahan, karena orang yang mengalami syndrome ini bisa jadi karena kurangnya kepercayaan kepada kapasitas atau kemampuannya sendiri. Bahwa merasa dirinya tidak kompeten.

Sementara sindrom ini adalah satu set perilaku yang pada awalnya berlaku hampir secara universal, bullying memiliki karakteristik lain. Keduanya berkaitan dengan moral. Kedua situasi itu merujuk pada seseorang yang salah menggunakan kekuatan yang diberikan kepadanya. Tetapi sikapnya biasanya ditujukan pada orang tertentu yang tidak tergeneralisasi. Selain itu, dapat terjadi dalam semua jenis hubungan hierarkis: orang tua dan anak-anak, guru dan siswa, bos dan karyawan.

Hubungan kekuasaan adalah bagian dari kehidupan di masyarakat. Seringkali individu yang tidak memiliki posisi kekuasaanpun bisa saja ia memiliki sikap itu, ingin mengendalikan situasi tertentu. Menurut saya pemimpin sejati tidak menggunakan posisinya untuk menyakiti orang lain atau menghalangi kehidupan sehari-hari mereka.

Menjauhkan tindakan seseorang pengidap sindrom ini tidaklah sederhana. Sangat sulit ,karena orang itu biasanya sangat egois, merasa sangat baik. Selama dia tidak menemukan penghalang, dia akan lanjut saja dengan kelakuannya.

Pernahkan mendengar cerita tentang seseorang yang tiba-tiba miskin, tiba-tiba turun jabatan, tiba-tiba bangkrut, tiba-tiba bunuh diri? Kadang hal itu terjadi karena kekuatan yang ada dalam dirinya tercabut.

 

São Paulo, 15 Juni 2018
Lebaran hari pertama, kerja kerja kerja. Senang sekali.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

10 Comments to "Karakter dan Kekuasaan"

  1. Alvina VB  8 July, 2018 at 02:54

    Dewi….OOT ya…..Brazil akhirnya pulkam ya…..padahal banyak yg jagoin Brazil loh, sayangggg…
    Mbakyu Lani dan James, malah bahas keblinger vs keslenger, wkkkkk….

  2. EA.Inakawa  4 July, 2018 at 19:00

    Seseorang itu biasanya sangat kuat & bijak jika berkarir & berkuasa dimulai dari bawah sekali…..

  3. Dewi Aichi  25 June, 2018 at 23:24

    Lani..beruntung sekali ngga pernah punya bos kayak gitu, bisa mati berdiri karena ngga nyaman ya hihi

  4. Dewi Aichi  25 June, 2018 at 23:17

    Alvina, sedikit adem sih, tapi kebobrokannya masih tetep parah kok.

  5. Dewi Aichi  25 June, 2018 at 23:16

    James, lupa istri sih kebanyakan kaum pria hahaha…diluar rumah langsung lupa istri.

  6. James  25 June, 2018 at 10:01

    ci Lani, mobil jaman dulu harus dislenger baru mesin hidup atau di dorong

  7. James  25 June, 2018 at 10:00

    mbak Lani, keblinger sih ngerti hanya yang gak ngerti itu keslenger wk wk wk

  8. Lani  25 June, 2018 at 01:55

    Al, James: Sangat amat setuju itu salah satu dari sekian banyak kelemahan manusia “nafsu jahat” ingin berkuasa, sok berkuasa, dan kontrol orang lain, diluar dirinya dianggap lemah dia yg lebih segalanya…….ini yg dinamakan “keblingeeeeeeeeeer”

    James klu tdk ngerti tanya sama Al ya apa itu keblinger hahaha

  9. Alvina VB  21 June, 2018 at 03:17

    Ha….ha….James, bisa aza…..coba aja liat banyak loh politician yg duluuuu miskin dan setelah dpt posisi bagus (baca: basah), ya istri pertama ditinggalkan, cari istri ke 2, 3,4 yg lebih muda dan cuantik, he..he…

    Btw, political situation di Brazil lagi kacau ya? Kok muridku di sini gak bisa pulang ke Brazil, jadi Summer ini dia pulang ke Montreal.

  10. James  20 June, 2018 at 12:32

    kalau pria kaum lelaki diberi Kekuasaan bukan hanya kelihaan Karakter nya saja tapi suka lupa diri, malah kadang lupa istri bini juga

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.