Ke Amsterdam

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA, YANG BERBAHAGIA…

Mohon maaf sebelumnya, karena cerita di oret-oretan Dj. hanya seputar keluarga, makanan dan liburan saja…
Nah ya, hanya itu yang bisa, jadi mohon kalau sudah bosan, kasih tahu ya…

Okay, kali ini, kami berdua diajak, untuk menemani Eva, yang ingin ke AMSTERDAM…Jujur, sebenarnya sedikit malas, karena banyaknya teman yang tinggal di Belanda dan kalau tidak mampir, rasanya kurang enak. Tapi ini, Eva yang punya program, jadi dia yang isi dan kami hanya nurut saja…Hahahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Nurutin anak, juga tidak ada salahnya…Hahahahahaha…!!! Eva: Aku mau ke Hard Rock Cafe di Amsterdam…dan aku sudah book hotelnya…Mungkin ini yang disebut jebakan…??? Ngajak dan dia sudah siapkan hotelnya…Jadi tidak bisa mengelak, lagi. Nah ya, okay, daripada diskusi to…Hahahahahahahaha…!!!

Pagi buta, dia sudah telpon dan bilang sudah siap, jadi kami bangun dan setelah mandi kamipun berangkat.
Dalam perjalanan ke Belanda, kami banyak melihat pemandangan yang indah dan ini salah satunya… Cahaya matahari yang tembus, di celah-celah awan…

Satu idee yang bagus, karena sebelum menuju hotel, kami sampatkan untuk berbelanja di Asia Toko (Oriental Toko)
Ingat, dulu pertama kali diajak saudara ke sana, sungguh sangat menyenangkan, karena saat itu hanya ada 1 toko Asia di Mainz. Tapi kali ini, sepertinya biasa saja…Anak-anak sangat senang, saat masuk toko daan melihat ada kueh lapis, lapis Surabaya, juga bakpao dan yang lainnya….

Hanya Eva dan Daniel yang lebih bergairah, melihat barang-barang makanan kesukaan mereka…Eva kasih lihat, kalau dia menemukan, bahan untuk bikin bubur mutiara, yang mana dia di Indonesia sudah beli 1 Kg. tapi tertinggal.

Daniel tidak kalah seru, dia angkat durian dan berkata, yang ini tidak bau pa…Hahahahahaha…!!!

Tadinya, ingin Dj. beli agar dia coba lagi, karena setiap dia coba selalu muntah…Hoooek…Hoeeeek, tapi tidak keluar apa-apa…Dan dia beralasan, jangan pa, mahal sekali, 1 buah seharga € 40,97 di atas Rp. 600,- ribu lebih… Hahahahahaha…!!!

Susipun gembira melihat kemiri, karena di Mainz, hanya ada dibungkus kecil saja dan tidiak setiap hari ada…Diapun pamerkan, apa yang dia dapat dan bilang, sekarang kita bisa lebih sering bikin tempe MENDOAN…Hahahahaha…!!!

Okay, akhirnya, kamipun banyak berbelanja…Puji TUHAN…!!! Seperti beras, Indomie, kecap dan banyak lagi yang jauh lebih murah daripada di Mainz…

Tapi malah yang Dj. cari tidak ada. Rice cooker, bendo china (pisau yang besar) untuk potong daging atau sayuran dan mangkok nasi yang besar…

Puji TUHAN…!!! Belanjapun berakhir, tapi anak-anak, masih ingin membeli bakpao yang dipanaskan dan bisa dimakan di tempat. Karena yang dibeli tadi, untuk dibawa ke hotel…Mereka sangat menikmati, Susi dan Daniel makan bakpao dan Eva makan risoles.

Saat akan menaruh barang ke Mobil, Dj. lihat di toko sebelah, ternyata ada, mangkok besar, jadi penasaran juga.
Masuklah…BINGO….!!! Ternyata semua yang Dj. cari ada dan ini toko special juga alat-alat dapur dan tidak jual makanan…Jelas, Dj. bisa berseri, melihat Rice Cooker yang sudah lama kami cari. Di Mainz, ada, tapi model dan merknya lain, sedang yang kami punya, sudah sepuh…

Haaaaaalaaaaah, bilang saja, yang di Mainz mahal, € 357,- (lebih mahal, sekitar Rp. 5,7 juta)… Hahahahahahahaha…!!! Kali ini, beli yang kecil saja, untuk 1 liter beras, masih terjangkau lah…Mungkin untuk orang di Indonesia, akan bilang…beli rice cooker saja € 255,- (sekitar Rp. 4,- juta)…Atau orang Indonesia yang kaya, yaaaaaah…kok murah amat…Hahahahahaha…!!!

Okay…
Selesai berbelanja, maka kami segera menuju ke hotel, walau baru jam 11 dan kami pikir, kalau belum bisa dapat kamar, maka kami akan taruh mobil di hotel dan akan naik kendaraan umum ke tengah kota. Ini hotelnya, dilihat dari jembatan yang menhubungkan, pulau yang satu dengan pulau Jawa.

Kabar baik, karena kami sudah bisa dapat kamar…Tapi yang kurang baik, karena untuk tempat parkir, kami harus bayar € 3,5 / jam. Dj. sebenarnya kurang suka, karena ini tempat parkir milik hotel, tapi tamu harus bayar…sedikit aneh…!!! Tapi, lagi-lagi, si Eva bilang, okay…kita ingin liburan dan tidak cari masalah…. Hahahahaha…!!! Setelah check in, maka kami menuju ke kamar masing-masing dan untuk hotel di Eropa, kurangnyaman. Ooooooo ya, hotel dimana kamai tinggal, namanya hotel JAKARTA dan ada di pulau Jawa, hebat kan…???

Karena ada gelas di lantai toilette dan sprei di kamar, seperti tidak diganti speinya… Jelas, saat kami akan keluar untuk ke kota, maka Daniel menjelaskan ke reception, karena dia tahu, kalau papanya kurang sabar.

Mereka minta maaaf, tapi sempat berkata, itu kamar sebenarnya lebih mahal, kami sudah upgrade untuk anda…Tapi Daniel bilang, silahkan lihat sendiri dan ini kuncinya…Puji TUHAN…!!! Kami dapat kamar yang lain, tapi dia masih bilang, nanti kalau anda pulang dari jalan-jalan, maka akan kami kasih kunci kamar yang lain, yang sama.
Dan barang-barang anda akan kami pindahkan…

Okay, untuk jalan-jalan di kota Amsterdam akan Dj. ceritakan minggu depan ya. Mohoon maaaf, bila banyak salah kata dan membosankan…

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj dan tidak lupa…
Terimakasih kepada anda semua, untuk kesetiaan membubuhkan komentarnya…

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN ;selalu menyertai kita semuanya…

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

19 Comments to "Ke Amsterdam"

  1. Dj. 813  13 July, 2018 at 15:56

    Hallo Nuchan…
    Nah ya…. menikmati hidup, s3masih sejat dqn bisa…
    Itu Rice Kooker, mslsh pertama kali lihat di Jakarta…

    Salam.manis dari Mainz.

  2. Dj. 813  13 July, 2018 at 15:53

    Hallo Alvina…
    Terimakasih sudah mampir….
    Tidak harus sih….
    Di Mainz juga ada, bahkan di Mainz ada 4 Asia toko
    Hanya saat lihat di Amsterdam, harganya jauh leboh murah…jafi tidak ada salahnya dibeli.
    Di mobil masih banyak tempat.
    Juga beras, lebih murah.
    Kalau beli 2 karung di Mainz, di Amsterdam dapat 3 karung.
    Beras yang sama lho ya…

    Salam manis dari Mainz..

  3. Dj. 813  12 July, 2018 at 23:29

    Hallo yu Lani, hallo James . . .
    Satu percakapan yang bagus . . .
    Kita sudah lansia, untuk Dj. hidup tidak perlu banyak kekuatiran .
    Dinikmati saja , apa yang ingin dilakukan atau yang akan dipakai atau yang akan dimakan .
    Banyak pikiran , malah bikin stress dan akhirnya kita sendiri yang akan rugi .
    Semua juga berawal dari pikiran kita sendiri .
    Kalau sebelum makan, kita sudah punya kipiran negativ, ya sebaiknya tidak udsah makan yang dianggap kurang baik .
    Tapi kalau dianggap tidak masalah, ya makan lah .
    Dj. makan apa saja, yang Dj. suka.
    Seperti James katakan, kita cukup bergerak, seperti jalan kaki atau olah raga yang lain nya .
    Jadi ada yang untuk mengimbangi .

    Memang banyak larangan, jangan makan ini dan jangan makan itu .
    Malah yang Dj. anggap konyol, dibilang jangan makan kambing .
    Karena kambing mengandung Kollesterol .
    Itu satu pikiran yang gila, menurut Dj.
    Sejak kapan kambing mengandung kollesterol dan ilmu dari mana . . . ?
    Setahu Dj. ( boleh tanya ke ahlinya kalau tidak percaya ).
    KAMBING ya mengandung anak kambing, itu yang benar . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! ! ( Jokes . . . )

    Dj. makan apa saja dan kollesterol Dj. malah hanya 68 ( menurut pemeriksaan terakhir, bulan Juni lalu )

    Yang penting pikiran kita, mengendalikan kita kemana .
    Lalu berapa banyak kita bergerak . . .

    Okay . . .
    Hati yang gembira , adalah obat . . . ! ! !

  4. Nuchan  12 July, 2018 at 21:33

    Hai Om Dj..enaknya jalan-jalan melulu hahaha
    Btw itu Rice Cooker keren banget ya makernya hahaha

  5. James  12 July, 2018 at 09:25

    ci Lani seminggu skali sih ok deh sama dengan jalan kaki 5 kali seminggu a 30 menit, juga mie instant nya juga di kasih daging ikan, telor atau tahu juga sebagian sayur

  6. Alvina VB  12 July, 2018 at 06:21

    He…he….musti ke Amsterdam dulu yak utk beli Indomie. Duluuuuu yg jualan Indomie di supermarket di Ottawa atau di Toronto, sekarang mah sudah ada di supermarket Vietnam di sini. Sama ama mbakyu Lani, jarang makan makanan yg instant. Makan indomie paling 1x dlm 4/5 bulan itu juga kl lagi kepepet/sibuk gak ada waktu utk masak, LOL.

  7. Dj. 813  12 July, 2018 at 00:34

    Terimakaish untuk anda semua yang sudah membubuhkan jempolnya.
    TUHAN MEMBERKATI KITA SELALU…

  8. Dj. 813  12 July, 2018 at 00:33

    Hallo Cory….
    Terimakasih sudah mampir…
    Murah itu kalau dibandingkan dengannharga di Mainz.
    Di Mainz, ada yang harganya .€ 357,-
    Jafi kalau sudah ada yang lebih murah, ya kalau jisa dibelim karena tidak ada baeang yang awet seumur hodup. Yang jelas, pasti akan rusak.
    Hahahahahaha….!!!
    Selam.manis dari Mainz, mi..

  9. Dj. 813  12 July, 2018 at 00:30

    Hallo mbak Tree…
    Terimakasih sudah mampit…
    Mengqpa hqrus nunggu pensiun…
    Sekqrqng masih muda dqn sehat, wqktu nya harus di pergunakan dengan maksimal mungkin…
    Nanti kalqu sudqh pensiun, malqh tifak ounya waktu lagi.
    Karena akan momobg cucu..Hahahahahaha…
    Salam.manis dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.