Makan Siang di Nam Kee

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Salam jumpa dari Mainz…Semoga anda semua ada dalam keadaan sehat walafiat…

Untuk melanjutkan cerita oret-oretan Dj. minggu lalu, maka oret-oretan kali ini, untuk mengenang pertemuan
dengan yu Lani dan Hennie, beserta kakanya, di Amsterdam beberapa tahun lalu. Yuuuup…!!! Dj. juga sudah cerita, tentang pertemuan dengan yu Lani dan Hennie dan sekarang kami berserta kedua anak kami, tanpa yu Lani dan Hennie…

Okay, minggu lalu setelah check in di hotel dan hari masih siang, maka setelah parkir mobil di tempat parkir hotel, maka kami segera dengan bus menuju ke tengah kota. Oooooo ya, baru pertama kali Dj. dengar, sebagai tamu di hotel dan parkir harus bayar € 3,5/jam, jadi sehari minimum € 30,- Lagi-lagi, Eva bilang, it is okay…, padahal harga kamarnya di atas € 200,-/kamar/malam, maklum musim liburan.

Nah ya, kalau menurut Dj. agak kemahalan, tapi semua Eva yang atur, jadi kami hanya bisa nurut saja. Setelah kami di halte bus dan ingin berfoto dengan kapal layar…

Tahu-tahu busnya datang dan kami berempat naik dari depan, karena Eva bermaksud untuk membeli karcis bus, tapi sopirnya hanya melambaikan tangan agar kami masuk. Mungkin wajah kami yang gembel, jadi tidak diharuskan membayar…. Hahahahahahahaha…!!! Dan di beberapa halte, ada yang naik dan mereka hanya menempelkan karcis di scaner di dekat pintu masuk…Maklum di Mainz, belun secanggih di Amsterdam, kalau tidak memiliki ticket, ya beli ke sopirnya.

Okay, tidak lama kemudian (mungkin sekitar 10 menit) kamipun sudah sampai di tengah kota, yaitu dekat dengan stasiun KA Amsterdam.

Dan inilah stasiun KA di Amsterdam…Dj. yakin sudah banyak yang pernah lihat, atau bahkan sangat kenal dengan stasiun yang megah ini…Apalagi dimas Josh Chen yang pernah tinggal 2 tahun di Belanda.

Dari sana, maka kami bermaksud ingin menuju, ke tempat dimana banyak kanal dan jembatan yang cukup rame dikunjungi para turis dari luar dan bahkan orang Belandanya sendiri. Hanya saja, kami harus mengingat-ingat jalan ke sana, karena Susi cerita ingin makan dimana dulu pernah makan makanan Indonesia. Sambil ngobrol, kami jalan terus dan banyak kami lalui manusia yang jalan searah, maupun yang berlawanan arah dengan kami.

Di setiap meter kami maju berjalan, kami mencium bau rokok yang sangat menyengat, lain dari rokok yang biasa, maklum di Amsterdam, ganja tidak dilarang.

Dj. hanya mengingatkan Susi, lebih baik kita makan di NAM KEE saja, karena disana bebek dan daging merahnya sangat enak. Tapi Susi, kembali bertanya, apa kamu ingat jalan ke sana…??? Dj. yang sok tahu…Gampang, kita jalan saja, nanti kan kita akan ketemu, kalau tidak salah, dekat dengan vihara.

Puji TUHAN…!!! Ndilalah kok ketemu vihara…!!! Hahahahahahaha…!!!

Dengan wajah berseri, kami berempat menuju ke Restaurant China NAM KEE dan ada rombongan tamu yang baru keluar, jadi pasti ada tempat. Karena restaurant yang satu ini selalu penuh dan sering orang antri di depan Restaurant dan menunggu, sampai ada tempat kosong. Setelah kami masuk dan ditunjukan oleh pelayannya, dimana kami akan duduk, maka Menu Cardnya juga segera kami terima.

Saat kami duduk, Dj. ingat betul, ini meja dimana kami, yu Lani dan Hennie juga duduk di meja yang sama. Maka kami segera memesan minuman, jelas jasmin tea untuk Dj. Hahahahahahaha…!!!

Karena sudah cukup lapar, sampai lupa bikin foto makanan, untung Daniel dan Eva foto makanan pesanannya.
Mohon maaf, bebek dan daging merahnya tidak ada gambarnya. Susi hanya foto sup pangsitnya, yang uenak sekali….

Ini kesukaan Daniel, makan kuluyuk…yang dia foto…

Dan Eva, pesan sayuran dengan daging ayam, juga dia foto.

Hanya Dj. mengingat yu Lani dan Hennie, malah lupa ambil foto…Hahahahahahaha…!!! Yang jelas, karena sudah lapar, jadi setelah doa, langsung makan…(sori mek sori…)

Nah itu tadi mengingat/kenangan makan di NAM KEE bersama yu Lani dan Hennie…Dan setelah puas makan, kenyang…maka kamipun bayar dan meninggalkan NAM KEE…

Kami harus melanjutkan jalan kaki, keliling Amsterdam. Tapi cerita keliling Amsterdam, akan Dj. ceritakan minggu depan, dimana kami akan naik perahu, selama 1 jam melalui bawah jembatan-jembatan di Amsterdam.

Okay, sampai jumpa di oret-oretan minggu depan dan semoga anda semua belum menjadi bosan.

Mohon maaf, bila banyak salah kata, atau banyak kata-kata yang tidak berkenan..

Terimakasih, untuk perhatian anda semuanya dan yang selalu membubuhkan jempolnya, terutama komentarnya.
Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih Karunia dan Berkat TUHAN, selalu menyertai kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

7 Comments to "Makan Siang di Nam Kee"

  1. Dj. 813  19 July, 2018 at 02:32

    Hallo James…
    Terimakasih….!!!
    Bagus dong kalau di Sydney ada NAM KEE juga…
    Hahahahahaha….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz…

  2. Dj. 813  19 July, 2018 at 02:30

    Hallo yu Lani…
    Mahalo yu…
    Benar sekali….
    Apalagi babi meehnya tidak ada di Mainz… hahahahaha…!!!
    Salam.manis dari Mainz..

  3. Dj. 813  19 July, 2018 at 02:26

    Hallo Hennie…
    Terimakasih sudah mampir..
    Sengaja Dj bikin oret-oretan untuk mengingat yabg pernah kita dan yu Lani alami…
    Salam manis dari Mainz, juga utk Chiara…

  4. Dj. 813  19 July, 2018 at 02:23

    Terimakasih Baltyra, telah menayabgkan oret-oretan Dj.
    TUHAN MEMBERKATI KITA SELALU

  5. James  18 July, 2018 at 09:52

    mas DJ nama Nam Kee di Sydney itu adalah Mini Market Kecil Chinese

  6. Lani  18 July, 2018 at 08:02

    Jozzzzz………..makanannya mmg enak2…..terutama ada krupuknya

  7. HennieTriana  17 July, 2018 at 19:21

    Iya…Mas Dj, mbak Susi, jadi ingat pertemuan kita di Amsterdam. Kangen pingin jalan-jalan bareng lagi. Ingat banget kita makan di sana (ditraktir lagi hehehe).
    Kapan-kapan saya ajak Chiara jalan-jalan ke Mainz.
    Liebe Grüße aus Tübingen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.