Menghirup Sejuknya Udara Kebun Raya Jompie

Wiwit Sri Arianti

 

Hari ini aku berkesempatan datang ke Kabupaten Parepare,  salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Di kota ini salah seorang putra terbaik bangsa yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia dilahirkan, beliau adalah Bapak BJ Habibi, aku juga sempet menikmati malam di Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun. Ini pertama kali aku ke kabupaten Parepare, seperti biasa di sela-sela kegiatan aku selalu berusaha menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat istimewa di kota tersebut.

Iseng-iseng aku search tentang tempat wisata di Kabupaten Parepare dan tertarik dengan Kebun Raya yang ada di Parepare karena beberapa teman yang tinggal di Makassar ternyata belum pernah dengar atau mengetahui adanya Kebun Raya Jompie. Maka mulailah kami mencari informasi lebih lengkap tentang Kebun Raya Jompie, dimana letaknya, ada apa saja di sana, apa yang menarik,  berapa jauh dari tempat penginapan, dan siapa saja yang tertarik pergi bersamaku terutama teman-teman yang tinggal dekat dengan Kabupaten Parepare supaya mengetahui medan.

Setelah memperoleh kepastian terkait informasi yang diperlukan, kamipun menyepakati waktu yang pas kapan akan pergi bersama. Dari teman-teman yang bertugas di Parepare, ternyata hanya kami bertiga yang tertarik dan mempunyai waktu untuk pergi, sedangkan teman yang lain tertarik namun tidak mempunyai waktu karena masih ada tugas yang harus diselesaikan. Jadi beruntunglah kami bertiga bisa pergi menjelajahi kebun raya dan menghirup segarnya aroma hutan dan tanah basah di kebun raya.

Kita tahu kalau kebun raya merupakan kawasan konservasi tumbuhan yang memiliki koleksi berbagai jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, jasa lingkungan, dan lain-lain. Menurut informasinya, sampai akhir Tahun 2016, Indonesia memiliki 32 kebun raya yang terdiri dari 5 kebun raya dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan 27 kebun raya dikelola oleh Pemerintah Daerah atau Universitas.

Selain konservasi tumbuhan, kebun raya juga berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan fungsi ekologis, penyedia oksigen dan fungsi sosial masyarakat perkotaan. Sesuai peraturan, wilayah kota disyaratkan memiliki RTH minimal 30 persen dari ruang wilayah kota. Saat ini RTH di Kota Parepare baru mencakup kawasan seluas kurang lebih 2.406 ha atau 24 persen dari luas wilayah Kota Parepare (99,33 km2).

Kebun Raya Jompie ini memiliki luas sekitar 13,5 ha yang terbagi menjadi 17 blok atau vak dengan mengembangkan tema Tumbuhan Pesisir Kawasan. Menurut penuturan petugas yang kami temui, sebetulnya Kebun Raya Jompie merupakan hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan dikembangkan menjadi salah satu Kebun Raya pada waktu Ibu Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden Republik tercinta Indonesia. Pada saat kami datang, kebun raya masih dalam proses pembangunan berbagai fasilitas, sehingga kondisinya masih alami, belum tertata seperti sekarang. Di bawah ini foto saya waktu berjalan menyusuri jalan setapak di dalam kebun raya, masih asli dan terasa “singup”, menurut bahasa Jawa, meskipun demikian tetap terasa sejuk dan indah.

Menyusuri dua jalan setapak yang berbeda arah dan lokasi

Menyusuri dua jalan setapak yang berbeda arah dan lokasi

Ketika kami menyusuri kebun raya, kami bertemu dengan pohon eboni (eben) adalah tanaman asli pulau Sulawesi. Diospyros celebica, nama ini diturunkan dari kata “celebes” (Sulawesi), eboni merupakan tumbuhan endemik daerah itu.  Jenis ini hanya terdapat di Pulau Sulawesi, di hutan primer pada tanah liat, pasir atau tanah berbatu-batu yang mempunyai drainase baik, dengan ketinggian mencapai 600 m dpl. Fotonya ada di bawah ini,

Berbagai tanaman yang masih asing bagiku

Pohon eboni

Kami menyusuri berbagai sudut kebun raya yang masih dalam proses pembangunan dan penataan kembali ini bersama sahabat dari Makassar, kami sungguh menikmati suasana dan segarnya udara di kebun raya. Dengan adanya hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan sekarang menjadi kebun raya, hal ini mungkin merupakan salah satu cara agar manusia dan lingkungan dapat hidup beriringan tanpa merugikan satu sama lain.

Kebun raya juga sebagai area penyerap karbon yang berperan penting dalam mitigasi iklim. Seperti halnya hutan, keberadaan kebun raya diperkirakan dapat berkontribusi dalam memenuhi target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) tahun 2030 sampai 29% (41% dengan bantuan internasional), seperti yang tercantum dalam dokumen Indonesia Nationally Determined Contribution (NDC) dalam kesepakatan Paris Agreement tahun 2015. Dan di Parepare, Kebun Raya Jompie merupakan salah satu solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dan kelangkaan tumbuh-tumbuhanan yang terancam punah di Parepare.

Pembangunan kebun raya ini diinisiasi sejak tahun 2009 dan saat ini jumlah koleksi tumbuhan di kebun raya ini mencakup 48 suku, 140 marga, 159 jenis, dan 702 spesimen. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya saat diidentifikasi oleh tim analisis vegetasi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya (PKT-KR) LIPI sebelum pembangunan, yaitu sekitar 90 jenis yang berasal dari 81 marga tumbuhan. Selama tiga tahun, LIPI Kebun Raya Bogor menempatkan tim PTT serta tim detasering yang bertujuan untuk membantu penataan Kebun Raya Jompie. Sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum berperan dalam pembangunan infrastruktur Kebun Raya Jompie.

Rasanya seperti sudah diatur Allah, kami dipertemukan dengan Tim LIPI Bogor yaitu Bp Sutrisno dari Kebun Raya Cibodas dan Ibu Eka dari Kebun Raya Bogor yang sedang bertugas membantu penataan Kebun Raya Jompie dan ternyata beliau mengenal dengan baik Bp. Suhirman, dulu Kepala Kebun Raya Bogor yang sudah menjadi keluarga kami serta Bp Modite dulu Kepala Kebun Raya Cibodas, beliau berdua juga saudara seperguruan kami dalam Kelatnas Perisai Diri. Subhanallah…sempitnya dunia ini.

Bersama sahabat dari Makassar

Tim LIPI Bogor (Ibu Eka dan Pak Sutrisno)

Saat ini Kebun Raya Jompie sudah menjadi kebun raya yang bagus dan menarik untuk dikunjungi,  lokasinya sangat strategis, hanya berjarak sekitar 3,5 km dari pusat Kota Parepare, atau sekitar 156 km dari Kota Makassar. Persisnya, alamat Kebun Raya Jompie di Jl. Industri Kecil, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Di bawah ini ada papan petunjuk arah untuk mempermudah pengunjung berkeliling di Kebun Raya Jompie.

Di bawah ini foto Gedung Pengelola ketika kami datang sedang dibangun dan satunya foto ketika sudah selesai dibangun. Beberapa bangunan dan fasilitas yang dapat dinikmati di kebun raya ini adalah kolam renang, kolam habitat air tawar, Shelter (tempat istirahat), area perkemahan, ruang pertemuan, saluran drainase, beberapa rumah (konservasi, pembibitan, kompos dan rumah anggrek) jalan setapak yang menjangkau setiap sudut kawasan, serta berbagai taman dengan koleksi tanaman yang indah. Selamat menikmati foto-foto di bawah ini dan merencanakan untuk kunjungannya ke sini, hehe…

Gedung Pengelola

Gedung Konservasi

Rumah Pembibitan

Rumah Kompos

Rumah Anggrek

Ascocentrum miniatum dan Spathoglottis plicata ini koleksi jenis Anggrek Kebun Raya Jompie

Ascocentrum miniatum dan Spathoglottis plicata ini koleksi jenis Anggrek Kebun Raya Jompie

Menara Pandang

Dari atas menara pandang ini kita bisa melihat hamparan kebun raya dan kota Parepare

Kolam renang (sumber: blog_reservasi.com)

Tempat istirahat (Sumber: blog_reservasi.com)

Gazebo

Kebun Raya Jompie mengembangkan konsep taman tematik yang terdiri dari Taman Palem, Taman Kering/Sukulen, Taman Hias, dan Taman Nursery, foto dari setiap tema dapat dilihat di bawah ini kecuali taman nursery karena waktu itu belum dibangun.

Taman Kering

Taman kering dengan konsep koleksi tanaman sukulen atau tanaman yang mampu hidup di daerah panas.

Taman Hias (Sumber LIPI)

Taman hias memiliki konsep untuk koleksi tanaman-tanaman hias yang menarik dan mampu tumbuh didaerah panas.

Microporus xanthopus, salah satu keanekaragaman hayati di KRJP

Keanekaragaman di kebun raya ini terdiri dari 90 jenis yang berasal dari 81 marga tumbuhan. Sebanyak 7 jenis di antaranya telah teridentifikasi secara lengkap. Sepuluh jenis baru diketahui marganya, dan tiga jenis baru teridentifikasi sampai pada tingkat suku. Beberapa di antaranya diketahui sebagai tumbuhan langka.

Tidak terasa hari sudah sore dan langit senja mulai mengganti terangnya mentari yang menyisakan semburat merah, kamipun kembali ke penginapan untuk beristirahat dan mempersiapkan tugas untuk besuk pagi. Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami mengambil jalan melewati pantai, mampir di Monumen Cinta Sejati Habibie  Ainun dan menemukan pemandangan yang sangat indah.

Narsis di Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun

Sampai di sini teman-teman, perjalananku dalam Jelajah Nusantara di Kabupaten Parepare, sampai bertemu lagi pada perjalanan berikutnya yaa….

 

 

2 Comments to "Menghirup Sejuknya Udara Kebun Raya Jompie"

  1. Wiwit  26 July, 2018 at 22:58

    Iya Bu Lani, ada banyak jenis tanaman di kebun raya ini.

  2. Lani  26 July, 2018 at 11:33

    Nampak sejuk. Apakah bisa ada berapa jenis tanaman dikebun raya ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.