Hard Rock Cafe Amsterdam

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…HALLO…

Melanjutkan cerita di oret-oretan yang Dj. tulis minggu lalu, tidak disangka sudah ada beberapa yang nulis di WA.
Hahahahahahahahahahaha…!!! Maaaf, bukan Dj. mengulur waktu, tapi kalau terlalu banyak foto, ceritanya jadi sangat panjang…Kasihan pengasuh Baltyra…

Okay, Dj. sangat berterimakasih kepada anda semua, atas perhatiannya yang sangat menyenangkan Dj.

Puji TUHAN…!!! Setelah berjalan cukup jauh, ke kiri dan ke kanan…maka….Akhirnya kami melihat satu Plang petunjuk, dengan tulisan Hard Rock Cafe, arah anak panah ke kanan…

Jelas Eva berseri, saat sampai di Hard Rock Cafe, dia jalan paling depan dan ingin segera masuk ke Hard Rock Shop…

Dj. sarankan agar ke Hard Rock Restaurant terlebih dahulu…Karena sudah cukup capai dan haus… Hahahahahahahaha…!!! Ndilalah di restaurant sebelah, ada live bola, jadi cukup rame, orang pada berteriak, walau tidak ada team dari Belanda.

Puji TUHAN…!!! Walau rame, tapi masih bisa dapat tempat duduk untuk kami berempat. Dan sama dengan yang di Mallorca, dengan gelas yang mirip dan harga € 18,- maka kami boleh mendapatkan gelas yang baru, untuk kenang-kenangan… Yang jelas ada tulisannya Hard Rock Amsterdam dan Eva yang memesan makanan 1 piring besar untuk kami makan bersama.

Dan Eva kelihatan sangat happy, karena telah sampai di tempat yang dia inginkan…Kamipun ikut senang, melihat anak-anak gembira….

Setelah puas dan kenyang makan dan akan bayar, pelayan wanita, melihat ransel Dj. yang bertulisan Mallorca 2018. Dia malah cerita, kalau dia bulan lalu juga di Mallorca, tapi hanya di Palma selama 4 hari.

Selesai bayar, kamipun menuju ke Hard Rock Shop, karena ini yang ditunggu anak-anak. Karena cukup banyak yang kami beli, maka Susipun dapat tas Hard Rock, dengan tulisan nama kota-kota dimana Hard Rock ada di seluruh dunia. Yang harganya semula € 80,- sale jadi € 40,- dan melihat belanjaan kami, maka tas itu hanya dijual seharga € 20,-

Mereka sangat happy, karena bisa membeli apa yang mereka cari, hanya Dj. yang kurangnyaman di tempat yang penuh manusia. Kamipun akhirnya meninggalkan Hard Rock Cafe…dengan tentengan apa yang sudah dibeli.

Sekarang, pertanyaannya, bagaimana kami harus pulang, karena kami yakin cukup jauh dari hotel dan tidak tahu ke arah mana…Hahahaha…!!! Puji TUHAN…!!! Sedikit jalan kaki, karena ingin naik tram ke stasiun KA, tapi kurang yakin dimana beli ticketnya. Jadi satu alasan untuk naik taksi saja dan kamipun akhirnya naik taksi ke hotel… Kampungan banget…untung sopir taksinya anak muda dan setelah mendengar Jakarta hotel, dia berpikir sebentar…Lalu dia bilang okay, dia juga lihat di Google Map, jadi tidak dia bikin kami keliling… Hahahahahahahaha…!!! Sampai di hotel, ternyata, hanya € 23,- saja, ongkos taksinya. Sialnya dengan uang € 30,-, sopirnya tidak bisa kasih uang kembali, jadi Eva relakan sudah…

Dan kamipun mendapat kunci baru untuk kamar yang baru pula, ingat kan…karena kamar yang pertama tidak bersih. Hanya Dj. dan Susi yang naik ke atas, sedangkan anak-anak nunggu di Cafe Jakarta, di bawah.

Puji TUHAN…!!! Kamar yang baru bersih, maklum orang Jerman, kalau masuk kamar di hotel, periksa kiri kanan…Hahahahahahaha…!!! Ingat di hotel Seminyak di bali, dimana di tempat tidurnya Eva, ada kutu loncatnya dan dia tidak mau tidur di kamarnya untuk 1 malam. Dan inilah kamar yang baru, yang kami dapat…

Dinding pemisah antara kamar tidur dan kamar mandi, ada ukiran yang mengingatkan kami di Bali…Kamar mandinya juga bersih, ada Bath dan Showernya juga…

Lihat keluar dari jendela kamar, bisa melihat laut dengan kapal besar yang berlabuh…

Setelah mandi, maka kamipun turun untuk menemui anak-anak di Cafe Jakarta, yang bikin penasaran. Kata Eva, tempat ini mengingatkan kami saat sarapan di hotel di Kupang. Dimana kami sarapannya, menghadap ke pantai, bisa melihat ke arah laut…

Sekedar istirahat dan ngobrol, ternyata di hotel ini, benar-benar international, Dj. dengar deri pembicaran meja sebelah. Nguping…Hahahahahahaha…!!! Yang membikin kami penasaran, karena di menu cardnya ada ditulis, martabak manis, jadi anak-anak ingin memesan. Nunggu sampai 30 menit, martabaknya tidak datang, kasihan pelayannya dan minta maaaf…Boleh pesan minuman apa saja, gratis, (atau atas biaya hotel…). Dj. guyoni…Apa martabaknya baru dipesan di Jakarta…??? Dia tertawa dan kamipun tertawa semuanya…. Hahahahahahahahaha…!!!

Saaaat yang sama, ada helicopter yang berkeliling beberapa kali di atas hotel. Banyak orang di Cafe yang NDANGAK (melihat ke atas) dan ingin tahu ada apa…??? Kamipun dari tempat duduk, ikutan melihat ke atas, siapa tahu ada barang yang jatuh…. Hahahahahahahaha…!!!

Ooooooo…Ternyata ada balapan, antara helicopter dengan burung…

Dan yang menang si burung…Lihat sendiri, helicopternya di belakang burung…. Hahahahahahahaha…!!!
Maaaaf, sedikit bercanda…Tapi serius itu helicopter itu keliling, Dj. rasa dia ambil film untuk kapal pesiar yang tahunya akan meninggalkan pelabuhan. Kami tahu setelah kapal pesiar membunyikan trompetnya 3X Duuuut…!!! Duuuuut…!!! Duuuut…!!! Kayak orang kentut saja…..Hahahahahahahaha…!!!

Saking asiiiknya lihat ke atas, tidak tahu, kalau martabaknya sudah datang…Haaaaaaach…???!!! Martabak apa ini, tapi kami berempat malah tertawa terbahak, ternyata bukan martabak seperti yang kami bayangkan. Sekedar pancake, gitu kok berani kasih nama martabak manis…G I L A…!!!

Masih sedikit tertawa, sekarang Dj. baca di menu card, ada gado-gado…!!! Dj. bacakan dan kami berempat saling melirik, coba atau tidak…??? Karena penasaran, maka kami coba pesan juga…Dan kali ini tidak lama dan sudah datang. Naaaaah, yang ini cukup lumayan, ada beberapa macam sayuran, juga ada taugenya, ada tahu dan tempe gorengnya, walau dipotong kecil. Hanya sayang bumbunya sangat minim, tidak bisa menutupi semua sayuran, hanya sedikit ada di tengah saja.

Jadi saran Dj. bila anda mampir ke hotel Jakarta di Amsterdam, tidak usah pesan martabak manis, karena sangat lain dengan aslinya.

Okay, lama sudah duduk di Cafe Jakarta dan udara sudah mulai sedikit dingin, maka kami akan segera masuk di hotel. Tapi Susi melihat satu bangku berukiran, nah ya, narsis dulu…Hahahahahaha…!!!

Akhirnya, kami masuk lewat lobi dan di sana narsis lagi di depan pohon pisang di lobi. Mana ada lobi hotel di Indonesia, ditanam pohon pisang…??? Hahahahahahahaha…!!! Eeeeee…. Front officenya baik dan bahkan mau menolong kami ambil foto….

Okay…Kamipun akan istirahat dan besuknya masih ada programm untuk jalan ke…??? Tapi ceritanya, akan Dj. tulis untuk minggu depan, okay…???

Mohon maaaf, bila banyak salah tulis ya…Terimakasih untuk perhatian anda semuanya…Terimakasih kepada pengasuh Baltyra, untuk setiap oret-oretan Dj. yang sudah dan yang akan ditayangkan.

Semoga Kasih Karunia dan Damai sejahtera TUHAN, selalu menaungi kita semuanya…!!!

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

8 Comments to "Hard Rock Cafe Amsterdam"

  1. Dj. 813  5 August, 2018 at 22:15

    Hallo Alvina . . . . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Nah ya, anak-anak muda dan kammi juga pernah muda .
    Bahkan sampai sekarang, Dj. juga masih ngumpulin, topi
    dari Hard Rock Cafe . . .
    Salam manis dari Mainz .

  2. Alvina VB  3 August, 2018 at 01:40

    Ternyata mas Dj anaknya gandrung Hard Rock Cafe ya? Kl di German di kota apa adanya?

  3. Dj. 813  2 August, 2018 at 15:01

    Terimakasih Wierli….
    Salqm.manis dari Mainz…

  4. Dj. 813  2 August, 2018 at 15:00

    Aloha yu Lani…
    Mahalo yu, audah mampir…
    Sangat benar, hanya ibgin kelijatan spt Jakarta.
    Tapi ubtuk aVa dqn Dqniel. Dengar nama Jakarta saja, sudah ada Jakartq Feeling…
    Hahahahahaha….!!!

  5. Dj. 813  2 August, 2018 at 14:58

    Terimakasih kepada pengasuh baltyra, yang sudah menayabgkan oret-oretan Dj.
    Semoga Berkat TUHAN selalu menaungi kita semuanya…

  6. James  1 August, 2018 at 11:26

    Jakarta ala Amsterdam namanya jadi Martabaknya juga ala Pancake

  7. Sierli FP  1 August, 2018 at 10:54

    Mantaappp jalan jalannyaaaa…
    ikut bahagia.

  8. Lani  1 August, 2018 at 02:47

    Suasananya dibuat spt di Indonesia saja/tropical………..walau makanannya agak mengecewakan tp bisa dimengerti krn kokinya bukan orang Indonesia…………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.