Pasangan Basi

Chandra Sasadara

 

“Nggaplek’i!” Cak Jumali tiba-tiba sudah di depan kami dan mengeluarkan umpatan.
.
“Ada apa, Cak?” tanya Samuji sambil menyorongkan asbak ke arahku. Suami Yu’Jum itu tak menyahuti, tangannya sibuk membersikan sobekan kardus yang akan dijadikan alas duduk di depan kami.
.
“Semalam tidak dapat jatah dari Yu’ Jum, tha Cak?” Salamun menggoda dengan wajah mesum.
.
“Diamput!” Balasnya.
.
“Ada apa, Cak? Kok hanya bisa misuh, sudah habis tha analisis politik sampeyan?” Aku memancing.
.
“Gemana aku tidak misuh-misuh mendengar berita bahwa Prabowo akan dipasangkan dengan AHY, sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden?”
.
“Apanya yang perlu dipisuhi, mereka adalah pasangan yang diperkirakan bisa menandingi popularitas Jokowi?”
.
“Aku tak peduli dengan popularitas Jokowi! Aku hanya sedang nelangsa memikirkan nasib PAN dan PKS: dua partai yang rela sehidup-semati, seiring-sejalan selama periode pahit empat tahun menghadapi koalisi gemuk Jokowi. Mengapa mereka seolah ditinggalkan Prabowo setelah Demokrat datang meminang?”
.
“Sampean sekarang jadi baperan begini, Cak.”


.
“Coba kalian bayangkan! Empat tahun pacaran, saat hari pernikahan menjelang, seseorang tiba-tiba datang dan menyerobot calon pengantinmu, sakitnya tuch di sini.” Kedua telapak tangan Cak Jumali diletakkan di dada kirinya sembari memejamkan mata. Tak urung gaya suami Yu’ Jum itu membuat kami semua terkekeh, kecuali Samuji; hanya dia yang bergaya seolah mau muntah sambil mengeluarkan suara “hueeekk.”
.
“Tak hanya Cak Jumali yang bisa berselingkuh, partai politik pun doyan berganti-ganti pasangan, apalagi kalau pasangan lama dianggap basi dan tak bisa diharapkan.” Kata Salamun tenang.


.
“Siapa selingkuhan Jumali? Sebut namanya biar aku sambal mukanya!” Teriak Yu’ Jum dari kejauhan. Rupanya pemilik warung kopi itu mendengar kalimat Salamun. Cepat-cepat kami bubar sebelum terjadi perang di warung kopi.

 

 

One Response to "Pasangan Basi"

  1. James  8 August, 2018 at 10:52

    Ahok pasangan Jokowi, enggak bakaan Basi deh

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.