Celebrate Humanity

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HEBAT benar biro iklan TBWA/Chiat/Day dari AS yang menciptakan tema olimpiade sesuai keinginan klien mereka, Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pada Olimpiade 2000 di Sydney, IOC meluncurkan kampanye global olimpiade yang mengusung tema ‘CELEBRATE HUMANITY’, yang dibuat biro iklan TBWA/Chiat/Day. Biro iklan ini yang menciptakan iklan TV paling fenomenal berjudul “1984”, tentang kelahiran produk komputer merek Apple dan juga kampanye “Think Different’ dari perusahaan Apple. Intinya; olimpiade adalah ‘Celebrate Humanity’. Merayakan kemanusiaan.

Waktu saya SMA dapat guru agama Islam yang sudah cukup tua, namanya Zein Abbas. Dia guru SMAN 1 Budi Utomo yang mengajari anak-anak tokoh Orba waktu sekolah di situ. Katanya, ibadah haji di Arafah itu seperti olimpiade. Tepat. Di sana orang berkumpul dari penjuru dunia tanpa melihat perbedaan warna kulit, ras, orientasi politik atau seks, juga bangsa. Yang diutamakan adalah prestasi (amal). Bukan keunggulan fisik, usia pengalaman, apalagi harta dan kedudukan sosial. Tidak laku di Arafah dan di olimpiade. Lihat saja, bos Djarum maha kaya, yang ikut kontingen Indonesia untuk cabor bridge di Asian Games XVIII 2018 (olimpiade kontinental Asia). Tidak dilihat kayanya, tetapi prestasinya.

Dalam tradisi klasik Islam, Adam dan Hawa bertemu di Arafah setelah “dibuang dari surga”. Kota internasional Jeddah, diambil dari nama /jiddah/ , yang artinya ‘nenek’, yaitu Siti Hawa. Makam Hawa di kota itu. Orang Betawi bila menyapa nenek, menyebutnya /’njit/, dari etimologi kata /jiddah/.

Kanjeng Rasul terakhir kali berceramah atau pidato, ya di Arafah saat usai melakukan ibadah haji, yang kemudian dikenal haji wada’ (haji perpisahan). Beberpa hari setelah ‘farewell address’ (pidato perpisahan) itu, Kanjeng wafat. Isi pidatonya tidak lagi bicara muslim dan non-muslim, tetapi kemanusiaan. Tiap mengawali paragrafnya, Kanjeng selalu memakai kalimat “O Man…” (Hai manusia). Bukan “Hai orang-orang Muslim”..Isi pidato ini bagi kalangan muslim disebut (termasuk) dokumen HAM tertua di dunia. Lebh tua dari Magna Carta tahun 1215 atau HAM PBB 10 Des 1948. Karena bicara soal kemanusiaaan. Tanggal 20 Agustus 2018 adalah hari puncak seluruh jemaah haji (sekitar 3 juta jiwa) berkumpul di Arafah, tak jauh dari Mekkah. Masih kalah dengan jumlah demo 212 yang “lebih 7 juta manusia” di sekitar lapangan Monas, Jakarta.

Saya bingung masih ada orang Muslim mengotak-otakan orang dengan sebutan yang menyinggung kelompok lain. Bagi saya sebagai Muslim, Islam adalah agama dan bermakna kemanusiaan. Mungkin saya salah. Tapi tak mau saya ubah keyakinan ini.

Makin bingung lagi, ada jemaah haji Indonesia (rombongan terbanyak dari semua negara yang berhaji), yang membawa spanduk ganti presiden tahun depan. Saya males upload videonya. Boleh saja ingin ganti presiden, karena hak asasi mereka. Tapi jangan di sana. Memalukan. Jauh-jauh ke sana cuma mau kampanye itu, lebih baik ke Monas saja.

Semoga jemaah haji menjadi haji yang baik dan lebih berperikemanusiaan.

Selama Idul Adha…

 

 

2 Comments to "Celebrate Humanity"

  1. James  24 August, 2018 at 11:55

    baru satu hari muat komen, sudah ada berita Meiliana komplen suara speaker di Masjid malah dia dikenakan Hukum Penistaan Agama dan 14 Kuil Budha di Bakar di Rusak dan di Jarah.
    Berita ini dimuat duluan oleh Pers Asing BBC dan ABC, maka tidaklah heran kalau Mata Internasional selalu memandang rendah Indonesia, semua produksi Indonesia di LN termasuk Restoran tidak pernah laku sibuk seperti Restoran dari Negara-Negara lain

  2. James  23 August, 2018 at 10:25

    masih terlampau banyak Orang Indonesia sendiri tidak menyadari atau mengetahui atas perbuatannya itu apakah Mempermalukan Nama Bangsa Sendiri atau Presiden nya sendiri yang masih memangku jabatan nya

    ISK ini sangat banyak jumlahnya loh juga ketika mereka berada di LN sekalipun, maka banyak sekali juga Bangsa lain itu memandang sebelah mata terhadap Indonesia

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.