Resepsi

Nia

 

Jadi gini… Di portal berita ecek-ecek international tuh lagi heboh soal calon penganten perempuan yang ngomel di sosmed karena para undangan gak mau nyumbang 1200 USD/ orang.

Dia bilang kalo resepsinya tuh gede-gedean dan segalanya mewah. ‘gimana kami bisa kalo kalian gak bantu dana?!’ gitu kata si calon penganten perempuan.

Calon penganten laki ngajakin nikah sederhana aja. Eh yg cewek makin emosi. Trus lakinya kabur.

Dulu bid kalo baca undangan: ungkapan kasih yang diberikan diharapkan tidak berupa cendera mata atau karangan bunga. Duh itu aja bikin bid gimanaaaa gituh.

Ternyata haregene di US terutama, yang namanya resepsi pernikahan tuh beraneka ragam. Ada yang pake di resto dan tamu undangan boleh milih makanan dan minuman apa yang mereka mau… tapi bayar sendiri.

Ada yang makanan buffet disediaken penganten, tapi minumannya pesen ke bartender dan bayar sendiri kekeke…

Ada yang kirim undangan sama minta kepastian ‘klen bisa nyumbang kesian dole gak? Kalo gak, gak usah dateng’.

Kekeke… Neh aneh aja yes…

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Resepsi"

  1. lani  5 September, 2018 at 08:05

    Wadoh gitu ya? Wes ora melu2, ndak mikir dpt undangan bisa2 habis kondangan njur bayar utang ke Bank wakakakakak……….

    James: Aku baru saja diundang pernikahan anak teman di Oahu, pengantin hanya sign up wedding registry di salah satu toko registry online tamunya dipersilahkan milih sendiri semua barang yg pengantin inginkan ada disana, tinggal pilih mau menyumbang yg seharga berapa? Apa mau patungan dgn tamu undangan lainnya, bisa barang bisa duit………

    Jadi tdk ada paksaan, daftar keinginan pengantin bervariasi dr barang2 rumah tangga, sampai travel, juga down payment rumah dst………

    Makan ala buffet juga disediakan, ada music, dansa dansi, settingnya di beach indah banget………..

  2. James  4 September, 2018 at 10:51

    Nia, di Ozi juga sama begitu, mungkin disemua negara barat begitu karena tradisinya berbeda, gak tahu kalau di Kona sono, ini harus ditanyain ke mbak Lani

  3. Alvina VB  4 September, 2018 at 09:40

    Kalau di sini mah gak musti celebrity/artist yg minta sponsor utk kawinan, yg penting ya itu punya networking yg OK, sos-med udah pasti dengan sendirinya ngintil, gak usah diminta, pihak pengantin dan para tamu yg punya instagram, FB, twitter, dsb udah pasti share foto2 makanan, minuman, kembang, dsb di sos-med mereka masing2.

  4. KURNIAWATI SETYANINGRUM  3 September, 2018 at 09:27

    James — masa sih? temen-temen sy yang nikah di US/ Eropa gak ada lho yg minta biaya dari tamu undangan. kalo pihak pengantin perempuan yang nanggung itu di Jawa juga adatnya gitu (walo ada yang gak). trus kalo keluarga pengantin laki-laki mau bikin pesta disebut Ngunduh Mantu.

    Mbah Tri — sama hahaha…

    Mbak Alvina — di Indonesia ‘artis2’ IG banyak yang gitu mbak. WO nya sponsor, bunga sponsor, souvenir juga dari sponsor… tapi ya pengantin harus bantu promo produk2 sponsor lewat sosmed

  5. Alvina VB  3 September, 2018 at 08:50

    Wah itu calon pengantin perempuan kurang creative, mustinya bukan minta duit, ttp minta sponsor aja, he…he…..Nah yg ini belum ngetrend nich, tapi nantinya saya yakin akan ngetrend di Indonesia juga (denger2 sich dari adik, udah ada yg mulai di Jakarta). Di sini, kl punya jaringan networking yg OK, kawinan bisa gratis loh, cuman musti terkoordinir rapih dan kelihatannya musti glamour/gak murahan. Anak kawan saya kerja di production house/advertising company yg cukup ok list clientsnya. Nah waktu dia kawin, dia gak minta2 uang ke client/undangannya, ttp dia minta sponsorship barang/product tertentu yg dibutuhkan di kawinannya dia. Ada clientnya yg kasih minuman (wine), makanan (gourmet), gaun pengantin, karangan bunga utk pengantin dan dekorasinya, music/DJ, sampe hotel dan airfare utk honeymoon segala juga ada yg sponsorin. Orang2 yg diundang (terutama dari perusahaan yg kasih sponsorships), tidaklah bodoh, karena mereka tahu yg akan dateng ke pesta kawinan dia juga bukan orang sembarangan, mereka kasih product mereka yg terbaik bahkan yg terbaru spt soft launcing aja dan yg seneng ya yg punya hajatan donk. Wong semua merupakan hadiah kawinan, he..he…tempat kawinan pun gratis, lah di rumah org tuanya di tepi danau yg asri. Undangan yg lainnya (yg gak kasih sponsor) ya terserah aja mau kasih uang/barang (yg pengantin punya listnya dari satu/dua toko di sini). Hal spt itu sudah lumrah di sini, sehingga gak ada org yg kasih barang yg sama/double atau kasih barang seperti barang pecah belah yg mereka tidak butuhkan lagi. Kalau dibilang org tua yg wanita super duper kaya, gak juga, ttp networking mereka ok punya. Bapaknya lawyer dan ibunya property agent di sini dan di negara tetangga.

  6. Tri  29 August, 2018 at 14:18

    Pilih ra teko ae hahaha

  7. James  29 August, 2018 at 12:46

    di Western Country memang demikian aturannya, lain dengan di Indonesia, jadi lain ladang lain ikannya, hanya kaum Billionaire saja yang membiayai upacara pernikahan dengan sepenuhnya, malah biasanya biaya pernikahan itu biaya yang dikeluarkan ditanggung olh pihak Pengantin Wanita

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.