Belajar Hidup dan Belajar Menulis dari Tante Threes

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Love and Memories – Threes Emir 70 Tahun

Penulis: Threes Emir

Tahun Terbit: 2018

Penerbit: ix + 133

Tebal: ix + 133

ISBN:

 

Dua hal yang saya belajar dari buku ini. Pertama adalah pentingnya cinta dalam keluarga. Kedua adalah tentang tulis-menulis. Marilah saya sampaikan apa yang saya pelajari dari buku pendek karya Threes Emir ini. Buku ini sesungguhnya adalah buku peringatan ulang tahun ke 70 penulisnya.

Saat Tante Threes ulang tahun, saya sedang berada di Kalimantan Utara. Namun atas kebaikannya saya bisa mendapatkan buku yang sangat berharga ini. Beliau mengirimkannya ke kantor saya di Jakarta. Jadilah saat saya di Jakarta buku ini menjadi teman di hotel dan di perjalanan.

Tante Threes hidup dalam keluarga hangat dan saling memberikan cinta. Betapa semua anggota keluarga saling memperhatikan dan memberikan cinta. Ayah dan Ibu adalah teladan bagi anak-anak di rumah. Disiplin ditegakkan dengan teladan, bukan dengan aturan. Dalam buku ini diuraikannya betapa limpahan cinta tersebut membuat Tante Threes menjadi seorang yang penuh perhatian kepada sesama, disiplin dalam hidup dan selalu berkarya.

Saya sangat terkesan dengan paparan masa kecil Tante Threes. Kehidupan sehari-hari menjadi sarana dalam membangun karakter seseorang. Kehidupan sehari-hari di rumah, makan bersama saat siang dan malam yang selalu diupayakan dan disiapkan dengan baik oleh ibunya, cara bergaul dan cara berbusana dijelaskan dengan sangat runtut dan akibatnya dalam kehidupan Tante Threes saat sudah dewasa. Contoh-contoh sederhana bagaimana sang ibu menyiapkan masakan untuk makan bersama seluruh keluarga adalah hal yang paling menarik. Bukankah saat ini keluarga-keluarga sudah tidak lagi punya waktu untuk makan bersama di rumah?

Kedua orangtua Tante Threes memberi kepercayaan kepada anak-anaknya. Tidak ada larangan bagi anak-anaknya untuk bergaul dengan siapa saja. Pesta dansa adalah kegiatan yang sering dilakukan sejak mereka SMA. Teladan dan kepercayaan yang diberikan oleh orangtuanya ternyata membuat tante Threes dan saudara-saudaranya bergaul dengan penuh tanggung jawab. Kasih, keteladanan dan kepercayaan kepada anak-anak adalah kunci untuk membuat anak yang bertanggung jawab.

Di bidang kerohanian pun kedua orangtua Tante Threes adalah teladan. Ayah dan ibunya adalah penganut Katholik taat yang mencontohkan bagaimana hidup sebagai orang beriman. Tak ada olok untuk yang tidak seagama. Kasih dibagikan kepada semua. Ketaatan ibadah dilakukan seluruh keluarga. Iman (Katholik) menjadi landasan dalam hidup bermasyarakat dan dalam menghadapi persoalan. Iman yang penuh kasih.

Hal kedua yang saya belajar dari buku ini adalah tentang tulis menulis. Tak bisa dipungkiri bahwa Tante Threes adalah seorang penulis yang produktif. Kariernya di dunia kepenulisan tidak hanya terbatas pada penerbitan buku, tetapi juga kariernya dalam mengelola majalah. Majalah Gadis, majalah Mode dan majalah rohani Hidup pernah disentuhnya. Dalam hal penerbitan buku, tante Threes setidaknya telah menerbitkan 47 buku. Tema bukunya pun sangat beragam. Ada buku tentang tanaman, mode, biografi, masakan, politik, rohani dan novel.

Meski hanya singkat, dalam buku ini dijelaskan bagaimana Tante Threes bisa menjadi seproduktif itu dalam berkarya di bidang tulis-menulis. Ia menyampaikan bahwa saat kecil di rumahnya berimpah buku. Kedua orangtuanya menjadi teladan dalam membaca buku. Bakatnya terasah sejak sekolah dan kuliah. Ia menerapkan disiplin dalam menulis dengan ketat. Ia rajin mengumpulkan bahan untuk tulisan-tulisannya. Sehingga apa yang ditulisnya enak untuk dibaca. Semoga suatu hari nanti akan muncul karya Tante Threes tentang bagaimana menjadi penulis produktif.

Ah cinta. Seandainya manusia disirami cinta dari sejak lahir, maka ia akan tumbuh menjadi orang-orang yang sempurna. Tumbuh menjadi orang-orang yang bertanggung jawab kepada dirinya dan kepada sesamanya.

Terima kasih sudah berbagi cinta dari memori selama 70 tahun. Teladan cinta ini sungguh luar biasa untuk dinikmati, dikenang dan dilanjutkan kepada generasi berikutnya.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

4 Comments to "Belajar Hidup dan Belajar Menulis dari Tante Threes"

  1. Tri handayani  17 September, 2018 at 19:35

    Senang sekali membacanya, betul dengan membaca tambah wawasan dan pengetahuan….cinta, kasih dan suri tauladan yang diajarkan oleh keluarga tante theresia Emir…semoga saya bisa belajar dari tante dan pak handoko…inti ingin menjadi penulis haruslah rajin membaca…mksh byk pa

  2. Handoko Widagdo  5 September, 2018 at 16:07

    Betul James. Mereka akan menjadi orang-orang yang tidak sempurna.

  3. James  5 September, 2018 at 10:11

    jika manusia sejak kecil Kekurangan Cinta maka akan menjadi orang-orang yang sengsara

  4. Handoko Widagdo  5 September, 2018 at 08:07

    Selamat ulang tahun Tante Theresia Emir. Saya belajar bagaimana cara membagi cinta kepada sesama dari Tante.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.